• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Apa Saja yang Sebabkan Keputihan Berwarna Cokelat?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Apa Saja yang Sebabkan Keputihan Berwarna Cokelat?

Penyakit Apa Saja yang Sebabkan Keputihan Berwarna Cokelat?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Januari 2022

“Warna keputihan tertentu bisa menjadi tanda adanya penyakit berbahaya, lo. Dalam kondisi sehat dan normal, keputihan tampak bening, encer atau sedikit kental, lengket, dan tidak berbau. Sebaiknya kamu perlu waspada jika keputihan berwarna cokelat, karena kondisi ini menandai gangguan medis tertentu.”

Penyakit Apa Saja yang Sebabkan Keputihan Berwarna Cokelat?

Halodoc, Jakarta – Keputihan berwarna cokelat memang mengkhawatirkan.  Kondisi ini cenderung dialami oleh wanita di awal siklus menstruasi sebagai pertanda menstruasi akan datang. Alasannya, darah membutuhkan waktu ekstra untuk keluar dari dalam rahim dengan proses oksidasi.

Nah, proses tersebut yang menyebabkan keputihan tampak berwarna gelap atau kecokelatan. Jika terjadi di luar siklus menstruasi, sebaiknya kamu perhatikan gejala lain yang muncul. Pasalnya, keputihan berwarna cokelat bisa jadi pertanda jika kamu tengah mengalami gangguan medis tertentu.

Tanda Normal Keputihan Berwarna Cokelat

Keputihan berwarna cokelat normal jika:

  • Terjadi selama masa remaja.
  • Berhubungan intim selama masa kehamilan.
  • Mendekati siklus menstruasi.
  • Terjadi perubahan hormonal.
  • Perubahan metode kontrasepsi.

Jika terjadi sesekali saja, keputihan berwarna cokelat adalah hal yang normal. Namun, jika keluar dalam jumlah yang banyak atau berlangsung lebih dari 4 hari, sebaiknya periksakan diri di rumah sakit terdekat untuk mengetahui penyebab yang mendasari. 

Kondisi yang Sebabkan Keputihan Berwarna Cokelat

Keputihan berwarna cokelat bisa menjadi pertanda gangguan medis, seperti:

1. Iritasi Serviks

Prosedur pemeriksaan seperti tes papsmear atau sering melakukan hubungan intim dapat menyebabkan keputihan berwarna cokelat akibat iritasi serviks. Untuk mengatasinya, kamu disarankan menjaga area vagina tetap bersih dan kering, serta jangan melakukan hubungan intim sebelum keputihan selesai.

2. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul mengacu pada peradangan alat kelamin internal wanita, seperti endometritis, salpingitis, vaginosis bakteri, atau radang ovarium. Selain keputihan berwarna cokelat, pengidap juga akan mengalami nyeri panggul dan ketidaknyamanan selama berhubungan intim.

Untuk mengatasinya, kamu disarankan melakukan pemeriksaan guna mengidentifikasi penyebab yang mendasari. Kamu juga tidak disarankan untuk melakukan hubungan intim selama proses pengobatan berlangsung. Pasalnya,  penyakit ini biasanya ditularkan secara seksual.

3. Kista Ovarium

Kista ovarium dapat menyebabkan keluarnya darah dari rahim sebelum atau sesudah menstruasi. Darah yang keluar akan tampak seperti keputihan berwarna cokelat, yang disertai dengan gejala lain, seperti nyeri saat ovulasi atau nyeri saat atau setelah berhubungan seksual.

Untuk mengatasinya, kamu disarankan untuk melakukan pemeriksaan. Biasanya dokter akan meresepkan pil kontrasepsi. Namun, dalam kasus yang lebih parah ovarium kemungkinan besar perlu diangkat untuk mencegah komplikasi lanjutan, seperti kanker atau torsi ovarium.

4. Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom ovarium polikistik dapat menyebabkan keputihan berwarna gelap karena adanya darah rahim. Penyakit ini disertai dengan gejala lain, seperti menstruasi tidak teratur, rambut terlalu tebal, dan munculnya jerawat. Untuk mengatasinya periksakan diri ke dokter untuk mengatasi ketidakteraturan hormon.

5. Kanker Rahim

Keputihan berwarna cokelat juga bisa disebabkan oleh kanker rahim. Selain itu, gejala disertai dengan nyeri di area panggul setelah berhubungan intim, dan pendarahan sebelum, selama, atau setelah menstruasi. Jika mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke dokter, ya!

Itulah beberapa penyakit yang menyebabkan keputihan berwarna cokelat beserta langkah mengatasinya. Untuk mencegah sejumlah penyakit tersebut, terapkan pola hidup sehat sejak dini, ya! Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen penunjang kesehatan yang dibutuhkan tubuh.

Yuk, download Halodoc segera dan cek kebutuhan suplemen di Toko Kesehatan pada aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa membaca informasi menarik seputar gaya hidup sehat serta bagaimana cara menjaga organ kewanitaan dengan baik.

Referensi:
Tua Saúde. Diakses pada 2022. Brown Discharge: Possible Causes & What To Do.
Flo. Diakses pada 2022. Brown Vaginal Discharge: What May It Mean?
Healthline. Diakses pada 2022. What Causes Brown Vaginal Discharge and How Is It Treated?
Times of India. Diakses pada 2022. Top 12 vaginal hygiene tips every woman should know.