• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Asam Lambung Kambuh, Apa yang Harus Dilakukan?

Penyakit Asam Lambung Kambuh, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Naiknya asam lambung membuat jaringan di sepanjang dinding kerongkongan teriritasi. Jika hal tersebut terjadi, sejumlah gejala asam lambung akan muncul. Gejala utama ditandai dengan sensasi panas dan nyeri pada dada, yang terkadang menjalar hingga ke kerongkongan. Bukan itu saja, gejala dapat disertai dengan mulut terasa asam, sakit tenggorokan, mual, muntah, perut kembung, kesulitan menelan, atau sendawa terus-menerus. Jika sejumlah gejala terjadi, begini langkah mengatasi penyakit asam lambung.

Baca juga: Kebiasaan Tidur Setelah Makan Bisa Picu Asam Lambung Naik

Apa yang Harus Dilakukan saat Asam Lambung Kambuh?

Asam lambung muncul saat otot cincin lambung tidak berfungsi secara normal. Akibatnya, asam lambung bisa bebas naik menuju kerongkongan, dan memicu munculnya sejumlah gejala seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Selain memutuskan untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk mengatur pola makan menjadi lebih sehat. Berikut ini beberapa aturan pola makan guna mengatasi penyakit asam lambung yang kambuh secara tiba-tiba:

  • Usahakan Makan Tepat Waktu

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi penyakit asam lambung adalah makan tepat waktu. Makan sering terlambat atau tidak tepat waktu menjadi penyebab utama naiknya asam lambung. Usahakan untuk makan di jam yang sama setiap harinya. Kamu juga tidak disarankan untuk makan dua jam sebelum tidur.

  • Jangan Mengonsumsi Makanan Dalam Porsi Besar

Langkah selanjutnya dalam mengatasi penyakit asam lambung adalah tidak mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Cara yang satu ini berlaku untuk satu kali makan. Jika dalam sekali makan kamu mengonsumsi makanan dalam porsi yang banyak, maka akan memicu munculnya refluks lambung. Disarankan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, tetapi sering.

  • Hindari Camilan saat Waktunya Makan

Menghindari camilan saat waktunya makan menjadi langkah mengatasi penyakit asam lambung selanjutnya. Mengonsumsi camilan hanya akan membuat sistem pencernaan kesulitan untuk mencerna makanan yang terlalu banyak. Jika terlalu banyak makanan yang dikonsumsi, hal tersebut akan menjadi salah satu pemicu refluks lambung.

  • Jangan Mengonsumsi Air Putih saat Makan

Menghindari konsumsi air putih saat sedang makan menjadi salah satu langkah mengatasi penyakit asam lambung. Mengapa demikian? Terlalu banyak minum saat makan dapat mencairkan asam lambung, sehingga membuat makanan lebih sulit untuk dicerna.

  • Kunyah Makanan dengan Benar

Mengunyah makanan penting diperhatikan agar asam lambung tidak sering kambuh. Terlihat sepele memang, tetapi cara ini akan membantu enzim pencernaan mengolah dan mencerna makanan lebih mudah, sehingga mengurangi risiko naiknya asam lambung.

Baca juga: Ibu Hamil Alami Penyakit Asam Lambung, Kapan Harus ke Dokter?

Apa Saja Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Asam Lambung?

Sejumlah langkah mengatasi GERD tidak akan ampuh jika kamu tetap mengonsumsi sejumlah makanan yang menjadi pemicunya. Berikut ini sejumlah makanan dan minuman yang perlu dihindari:

  1. Cokelat. Cokelat menjadi salah satu makanan yang harus dihindari karena mengandung kafein dan theobromine. Kedua kandungan tersebut dapat melemaskan otot cincin lambung.
  2. Soda. Minuman yang satu ini bukan hanya menjadi penyebab perut kembung, tetapi dapat memicu munculnya asam lambung.
  3. Gorengan. Makanan ini dapat memicu refluks asam lambung, sehingga muncul sensasi rasa panas di dada. Makanan ini juga menjadi pemicu kolesterol.
  4. Alkohol. Sama seperti soda, alkohol juga harus dijauhi karena dapat melemaskan katup di bawah esofagus, sehingga muncul sejumlah gejala refluks.

Baca juga: Stres Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Asam Lambung Kambuh

Jika kamu mengalami sejumlah gejalanya setelah mengonsumsi sejumlah makanan yang disebutkan, silahkan diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc. Jika kamu adalah pengidap asam lambung kronis, silahkan memeriksakan diri di rumah sakit terdekat untuk mengatasi sejumlah gejala kambuhan yang muncul.

Referensi:
RefluxMD. Diakses pada 2020. Can GERD be cured?
Healthline. Diakses pada 2020. GERD: Is the Damage Reversible?
Everyday Health. Diakses pada 2020. Exercise-Induced GERD: What to Do About It.