Penyakit Bayi Bisa Diketahui dari Cek Feses

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Penyakit Bayi Bisa Diketahui dari Cek Feses

Halodoc, Jakarta - Bayi yang baru lahir atau berusia masih sangat muda biasanya masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga ia akan gampang sakit. Sebagai orang tua, merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan bayi. Bayi yang sering terserang penyakit biasanya mengalami gangguan pertumbuhan atau perkembangan sehingga hal ini akan menjadi penghambat ia tumbuh menjadi anak yang cerdas. Tidak hanya memeriksa suhu tubuh, kulit dan beberapa faktor lainnya, cek feses pada bayi bisa menjadi tolak ukur apakah bayi mengidap penyakit atau tidak.

Cek feses pada bayi ditujukan untuk melihat sisa cairan tubuh yang digunakan untuk pencernaan makanan dan pelepasan komponen saluran tubuh yang sudah tua. Feses biasanya mengandung serta komponen tubuh yang dilepaskan akibat penyakit tertentu. Oleh karena itu, cek feses pada bayi dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit yang terkait saluran cerna. Berikut ini beberapa jenis penyakit yang terjadi pada bayi berdasarkan feses yang ia keluarkan:

Baca Juga: Ciri BAB Normal Pada Anak untuk Ketahui Kondisi Kesehatannya

  • Diare. Penyakit pertama yang dapat dikenali dari cek feses pada bayi adalah diare. Tanda bayi diare adalah fesesnya tampak lebih cair, frekuensi yang jadi lebih sering bahkan melebihi dari biasanya. Selain itu adanya darah pada bayi mengindikasikan ia terkena diare berat. Umumnya diare jarang terjadi pada bayi yang konsumsi ASI, karena di dalam ASI terdapat zat yang mencegah perkembangan bakteri.

  • Sembelit. Apabila ibu mendapati bayi memiliki ekspresi yang jarang terjadi dan wajah yang kemerahan, ini menjadi tanda bahwa bayi mengalami sembelit. Sementara jika dilihat dari fesesnya, bayi yang mengalami sembelit akan memiliki feses yang kecil dan kering. Bayi juga menunjukkan gejala seperti perut mengeras saat disentuh bahkan buang air besar disertai dengan darah. Ibu tidak perlu terlalu khawatir sebab sembelit perlahan sembuh jika bayi diberikan banyak cairan dan sayuran atau buah.

Baca Juga: 10 Penyebab Bayi Sembelit

  • Sensitif Terhadap Makanan Tertentu. Pada beberapa bayi, sistem pencernaan yang mereka miliki bisa saja lambat berkembang meskipun sudah usianya sudah cocok untuk diberikan MPASI. Bayi yang mengalami sensitivitas terhadap makanan umumnya akan memiliki warna feses yang berbeda seperti kehijauan. Tidak hanya itu, pemberian obat tertentu pada bayi juga bisa membuat warna fesesnya berubah menjadi hitam.

  • Gangguan Hati atau Penyumbatan Saluran Empedu. Jika saat melakukan cek feses pada bayi, ibu mendapati warna fesesnya kuning pucat atau putih keabu-abuan, maka bisa jadi bayi mengalami gangguan hati atau terjadi penyumbatan pada saluran empedu. Kondisi ini terjadi karena cairan empedu yang dimiliki bayi tidak bisa mewarnai tinja. Bila bayi sampai mengeluarkan tinja berwarna putih, maka saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan menundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelum bayi berumur tiga bulan. Sebagai langkah pertama, umumnya dokter segera melakukan USG pada hati dan saluran empedunya.

Baca Juga: 5 Kelainan Bawaan pada Bayi

Jika kamu sudah cek feses pada bayi dan khawatir tentang kondisinya, atau butuh penjelasan lebih rinci mengenai kondisi tersebut, sebaiknya tanyakan hal tersebut kepada dokter anak.  Kamu bisa mempercayakan dokter anak yang ada di Halodoc. Di Halodoc kamu bisa menanyakan terkait dengan kesehatan anak melalui chat, voice, dan video call di menu Contact Doctor. Ayo download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang juga.