• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Berbahaya yang Bisa Terjadi pada Kucing Obesitas

Penyakit Berbahaya yang Bisa Terjadi pada Kucing Obesitas

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Penyakit Berbahaya yang Bisa Terjadi pada Kucing Obesitas

Halodoc, Jakarta - Memiliki kucing peliharaan dengan tubuh gemuk sudah tentu akan terlihat sangat menggemaskan. Meski begitu, kamu tetap perlu berhati-hati, karena memberi makan kucing kesayangan dalam porsi besar secara terus-menerus atau tidak terjadwal bisa mengakibatkan kucing mengalami kegemukan atau obesitas. 

Obesitas pada kucing bisa terlihat dari grafik BCS atau Body Condition Score. Angka optimal untuk kucing peliharaan adalah 4 atau 5 pada skala 1-9 dengan indeks total lemak tubuh berkisar antara 15 hingga 25 persen dari total lemak secara keseluruhan. Jika angkanya lebih dari itu, maka kucing dikatakan mengalami obesitas. 

Jangan dibiarkan, karena ternyata, obesitas pada kucing bisa memicu terjadinya berbagai penyakit berbahaya. Berikut ini beberapa di antaranya: 

  • Masalah Kesehatan Kulit

Tahukah kamu jika obesitas pada kucing bisa menyebabkan masalah pada kulitnya? Seperti manusia, kucing obesitas rentan mengalami kulit yang kering dan bersisik. Bahkan, bisa juga muncul jerawat pada tubuhnya. Kondisi ini terjadi karena kucing obesitas sering kali tidak mampu merawat diri mereka sendiri dengan baik.

Baca juga: Waspada, Ini Bahaya yang Bisa Terjadi pada Kucing Obesitas

  • Batu Ginjal

Gangguan kesehatan lainnya yang bisa terjadi pada kucing obesitas adalah batu ginjal. Kucing yang kegemukan sangat rentan mengalami infeksi saluran kemih. Sementara itu, batu ginjal sendiri terjadi karena penumpukan kalsium oksalat.

  • Diabetes 

Diabetes ternyata tidak hanya terjadi pada manusia. Kucing pun bisa mengalami kondisi yang sama. Kondisi Ini ditandai dengan rendahnya kadar insulin dan kadar glukosa dalam darah yang tinggi akibat makan berlebihan. 

  • Masalah pada Sistem Gerak

Timbunan lemak tubuh yang berlebihan akan mengakibatkan penurunan kemampuan sistem gerak kucing, karena kucing harus menahan tubuhnya yang semakin berat. 

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengakibatkan penekanan sendi yang membuat sendi menjadi kaku dan kucing tidak bisa bergerak normal alias pincang. Dampaknya, kucing bisa mengalami peradangan pada tulang atau osteoarthritis akibat tekanan berlebih. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini Bahaya Bulu Kucing untuk Ibu Hamil

  • Gagal Jantung

Obesitas akan membuat kucing memiliki timbunan lemak pada bagian otot jantungnya. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih lambat dalam memompa darah yang bisa berdampak pada kekurangan oksigen dan masalah pernapasan. Sangat mungkin jika kucing mengalami serangan jantung. 

  • Liver

Tidak hanya jantung, penumpukan lemak juga terjadi pada organ hati. Akibatnya, fungsi hati akan mengalami penurunan yang berdampak pada terhambatnya proses detoksifikasi yang membuat kucing lebih rentan terserang penyakit. Kucing juga bisa mengalami mudah lelah, penurunan nafsu makan, bahkan mengidap hepatitis.

  • Distokia

Kelebihan berat badan pada kucing betina bisa berujung pada distokia atau kesulitan melahirkan. Penyebabnya adalah timbunan lemak yang berlebihan pada bagian otot panggul, sehingga kucing betina akan kesulitan mengejan. 

Baca juga: Jangan Sepelekan Cakaran Kucing, Ini Dampaknya

Itulah tadi beberapa penyakit berbahaya yang bisa terjadi pada kucing obesitas. Jadi, tidak hanya kebersihan tubuhnya, kamu juga harus selalu menjaga kesehatan kucing kesayangan kamu. Hindari memberikan makan berlebih dan tidak karena bisa menjadi pemicu kegemukan paling utama. 

Jangan lupa, tanyakan langsung pada dokter hewan jika kucing kamu mengalami penurunan kesehatan atau gejala yang tidak biasa pada tubuhnya. Agar lebih mudah, kamu bisa langsung tanya jawab dengan dokter hewan melalui aplikasi Halodoc



Referensi: 
ProPlan. Diakses pada 2020. Obesitas pada Kucing Kesayanganmu Memicu 7 Penyakit Berbahaya Ini.