• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Dalam: Tujuan, Jenis, dan Prosedur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Dalam: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Penyakit Dalam: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 Januari 2022
Penyakit Dalam: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

“Penyakit dalam termasuk salah satu yang dapat menimbulkan gangguan berbahaya jika dibiarkan. Maka dari itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan ke internis untuk memastikan tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit dalam.”

Penyakit dalam adalah salah satu spesialisasi medis yang berfokus pada berbagai penyakit atau masalah kesehatan pada organ-organ dalam orang dewasa. Spesialis ini juga dapat memastikan jenis penyakit yang menyerang hingga melakukan diagnosis yang berguna untuk memberikan pengobatan agar gangguan dapat teratasi. Dokter spesialis penyakit dalam disebut juga dengan internis.

Internis, atau dokter penyakit dalam, kerap melakukan banyak pekerjaan di rumah sakit, karena harus merawat banyak orang yang sakit parah atau memerlukan pemeriksaan yang rumit. Selain itu, dokter spesialis ini dapat mengambil peminatan sub-spesialisasi dalam penyakit yang memengaruhi organ atau sistem organ tertentu.

Tujuan Melakukan Pemeriksaan Penyakit Dalam

Ada berbagai macam tujuan saat akan mengunjungi internis, yaitu:

1. Menjaga atau Meningkatkan Kesehatan

Salah satu tujuan menemui internis adalah untuk mendapatkan berbagai pemeriksaan dan saran yang dapat membuat kualitas hidup menjadi lebih baik, serta mencegah terjadinya penyakit dalam. Internis dapat memantau segala kemungkinan penyakit akibat faktor genetik.

2. Memeriksa Gejala yang Dirasakan

Beberapa orang mungkin merasakan ketidaknyamanan di beberapa bagian dalam tubuh, terutama dada. Nah, internis dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab dari gejala tersebut. Dengan mendapatkan diagnosis dini dan tepat, pengobatan dapat langsung dilakukan.

3. Memberikan Perawatan Komprehensif

Internis dapat memberikan perawatan secara rutin pada seseorang yang mengidap penyakit dalam, baik dalam jangka panjang atau bahkan paliatif. Dengan begitu, kualitas hidup seseorang dapat menjadi lebih baik.

4. Menangani Masalah Kesehatan Mental

Internis juga dapat menangani masalah mental yang disebabkan oleh gangguan fisik, seperti adanya ketidaknormalan pada otak, alami gangguan yang tidak kunjung sembuh, hingga masalah ketidakseimbangan hormon.

Jenis Pemeriksaan Penyakit Dalam

Seperti yang disebutkan sebelumnya, dokter penyakit dalam mengkhususkan diri pada pencegahan, diagnosis, dan pengobatan semua penyakit dalam pada orang dewasa. Selain itu, internis juga menyediakan cakupan penuh pada perawatan kesehatan. Nah, pemeriksaan pada dokter penyakit dalam adalah mendiagnosis dan mendapatkan penanganan untuk beberapa jenis penyakit, seperti:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Gangguan ini menimbulkan masalah pada saluran pernapasan bagian atas atau bawah yang disebabkan oleh virus. Seseorang yang mengidap penyakit ini perlu mendapatkan pemeriksaan oleh dokter penyakit dalam dan diberikan antibiotik jika mengalami infeksi bakteri sekunder.

2. Asma

Asma adalah penyakit kronis yang memengaruhi saluran udara karena peradangan atau sensitif pada alergen. Penyakit ini perlu dikelola dengan benar agar gejala dan serangannya dapat dicegah dengan cara rutin memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam.

3. Bronkitis

Bronkitis adalah salah satu penyakit yang rentan untuk terjadi pada perokok. Perawatan untuk penyakit ini adalah dengan menggunakan obat-obatan inhalasi agar saluran udara terbuka dan lendir lebih bersih. Semua obat-obatan dan tindakan medis perlu dilakukan sesuai arahan dokter internis.

Nah, beberapa penyakit lainnya yang dapat diperiksa oleh dokter penyakit dalam adalah:

  • Penyakit dada.
  • Diabetes.
  • Perasaan lelah yang berlebih.
  • Kolesterol dan trigliserida yang tinggi.
  • Hipertensi.
  • Hipotiroidisme.
  • Menopause.
  • Migrain.
  • Osteoarthritis.
  • Osteoporosis.
  • Pneumonia.

Jenis Sub-spesialisasi Dokter Penyakit Dalam

Ada beberapa sub-spesialisasi yang merupakan turunan dari dokter penyakit dalam dan diakui oleh American Board of Internal Medicine, yaitu:

  • Dokter Khusus Remaja.
  • Spesialisasi Alergi, Asma, dan Imunologi.
  • Kardiologi.
  • Elektrofisiologi Jantung Klinis.
  • Endokrinologi.
  • Dokter Perawatan Kritis.
  • Gastroenterologi.
  • Hematologi.
  • Dokter Rumah Sakit.
  • Dokter Penyakit Menular.
  • Kardiologi Intervensi.
  • Onkologi Medis.
  • Nefrologi.
  • Pulmonologi.
  • Reumatologi.
  • Dokter Khusus untuk Masalah Tidur.
  • Dokter Khusus untuk Olahraga.
  • Hepatologi Transplantasi.

Persiapan sebelum Pemeriksaan Penyakit Dalam

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum bertemu dengan dokter spesialis penyakit dalam. Kebanyakan orang membuat janji temu karena mengalami keluhan atau gejala tertentu. Lalu, apa saja sih yang dibutuhkan sebelum bertemu dengan dokter spesialis ini? Berikut beberapa di antaranya:

  • Membawa hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan sebelumnya.
  • Mencari rumah sakit yang terdekat dari rumah agar dapat segera mendapatkan tindakan medis darurat jika terjadi sesuatu secara mendadak.
  • Minta rekomendasi dokter penyakit dalam dari orang-orang yang lebih paham.
  • Pilih tempat dengan fasilitas dan pelayanan yang baik, lengkap, dan ramah.
  • Apabila kamu ingin menggunakan BPJS, ada baiknya memastikannya terlebih dahulu ke rumah sakit yang dituju.

Prosedur selama Pemeriksaan Penyakit Dalam

Selama pemeriksaan dilakukan, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan, tanda-tanda vital, hingga konsumsi obat selama ini. Setelah itu, dokter akan bertanya terkait masalah dan gejala yang dirasakan untuk mencari tahu penyebabnya. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan postur tubuh dan cara tubuh kamu bergerak.
  • Pemeriksaan detak jantung.
  • Pemeriksaan pernapasan, apakah terjadi mengi atau sesak napas.
  • Pemeriksaan pada mata, telinga, hidung, mulut, dan tenggorokan.
  • Pemeriksaan pada kulit dan kuku.

Jika diperlukan, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti tes skrining, tes urine, hingga tes pencitraan. Setelah itu, dokter akan membuat janji temu kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Pemeriksaan Penyakit Dalam

Setelah melakukan pemeriksaan untuk penyakit dalam, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan, yaitu:

  • Mengonsumsi semua obat yang diberikan oleh dokter sesuai dengan rekomendasinya.
  • Menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara rutin.
  • Melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai dengan rekomendasi dari dokter.

Tentunya, kamu perlu memastikan semua hal yang dilakukan dapat membantu untuk kesembuhan dan/atau mencegah terjadinya masalah yang lebih besar. Pastikan untuk segera menemui dokter jika merasakan gejala yang sama atau bahkan lebih parah dari sebelumnya.