Penyakit Jantung Koroner Rawan Dialami Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penyakit Jantung Koroner Rawan Dialami Lansia

Halodoc, Jakarta – Menurut American College of Cardiology, penyakit jantung koroner adalah kondisi yang paling sering dialami oleh para lansia, umumnya mereka yang berusia di atas 75 tahun. Sejatinya penuaan, alias pertambahan usia menyebabkan jantung dan pembuluh darah menjadi kaku. 

Denyut jantung yang menurun karena perubahan kemampuan jantung untuk memompa, diiringi fungsi dan mobilitas yang berkurang membuat otot para lansia melemah. Apalagi bila di usia mudanya tidak membiasakan diri untuk hidup sehat melalui pola makan dan olahraga. Ingin tahu lebih detail mengenai hal ini, baca lebih lanjut di sini!

Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner

Pertambahan Usia dan Menurunnya Fungsi Tubuh

Seiring dengan pertambahan usia maka terjadi perubahan pada komponen struktural di arteri. Ini termasuk juga berkurangnya elastisitas pada arteri. Pembuluh darah yang sudah bertambah tua ini juga mengalami penurunan dalam hal menampung pompaan darah dari jantung. 

Pertambahan usia memang menjadi salah satu faktor risiko dari penyakit jantung koroner. Namun, ini tidak menjadi satu-satunya faktor, melainkan ada juga pemicu lain, seperti kolesterol LDL yang tinggi, kolesterol HDL rendah, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, diabetes, merokok, dan obesitas.

Bisa jadi malah, penyakit jantung koroner ini dimulai dari masa kanak-kanak yang pada akhirnya dirasakan seiring dengan pertambahan usia. Gaya hidup menyumbang peranan besar dalam perkembangan penyakit jantung koroner. 

Menjalani gaya hidup sehat yang mengombinasikan antara konsumsi nutrisi baik, manajemen berat badan, dan menjadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas dapat memainkan peran besar dalam menghindari penyakit jantung koroner.

Baca juga: 3 Pilihan Pengobatan untuk Atasi Penyakit Jantung Koroner

Perubahan untuk Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Merokok adalah faktor risiko utama penyakit jantung, terutama aterosklerosis. Berhenti adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan komplikasinya. Ada baiknya ketika kamu tahu kamu memiliki risiko penyakit jantung koroner, lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin. Tekanan darah yang normal setidaknya optimal kurang dari 120/80 Hg. 

Nah, mengapa praktisi kesehatan selalu menyarankan untuk senantiasa olahraga tentu ada alasannya. Olahraga membantu kamu mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat dan mengendalikan diabetes, peningkatan kolesterol dan tekanan darah tinggi serta semua faktor risiko penyakit jantung lainnya. 

Ini termasuk juga konsumsi makanan sehat. Diet yang sehat seperti konsumsi buah-buahan, sayuran biji-bijian rendah lemak jenuh, kolesterol, natrium, dan gula tambahan sangat dapat membantu kamu mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kolesterol.

Kurangi stres sebanyak mungkin. Berlatihlah teknik untuk mengelola stres, seperti relaksasi otot dan pernapasan dalam. Depresi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan. Kalau kamu merasa kondisi emosional tidak stabil, diskusikan saja langsung ke Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan rekomendasi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Bingung memulai menu makanan sehat untuk penyakit jantung koroner? Kamu bisa mengikuti panduan yang ada di sini:

Sarapan

  • Semangkok bubur gandum yang dimasak dan ditaburi dengan 1 sendok makan kenari cincang dan sesendok teh kayu manis

  • Pisang

  • Secangkir susu skim

Makan siang

  • Secangkir yogurt rendah lemak yang ditambahi kacang kenari

  • 1/2 cangkir persik roti bakar Melba

  • Satu brokoli yang direbus

  • Dua sendok makan keju krim rendah lemak tanpa rasa

Makan malam

  • 4 ons salmon

  • Setengah cangkir kacang hijau dengan sesendok makan almond panggang

  • Dua cangkir sayuran salad campuran

  • Dua sendok makan saus salad rendah lemak

  • Jeruk

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to know about coronary heart disease
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Menus for heart-healthy eating
Cardio Smart. Diakses pada 2019. Older Adults and Heart Disease
American Heart Disease. Diakses pada 2019. Coronary Artery Disease