• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Paget Sebabkan Sakit Tulang pada Lansia

Penyakit Paget Sebabkan Sakit Tulang pada Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Penyakit paget dapat memengaruhi bagian tulang mana pun. Penyakit ini paling sering menyerang tulang belakang, panggul, tulang panjang anggota badan, dan tengkorak. 

Penyakit paget tidak hanya menyerang satu bagian tulang, tetapi juga beberapa bagian tulang. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons, disebutkan kalau penyakit paget paling sering terjadi pada lansia. Informasi selengkapnya mengenai penyakit paget bisa dibaca di bawah ini!

Kenapa Risiko Lansia Lebih Besar?

Seiring pertambahan usia, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan. Kita mungkin bergerak lebih lambat karena sakit punggung kronis, nyeri sendi, atau otot yang melemah. Mobilitas di usia lansia juga kerap dialami yang salah satunya dikarenakan penyakit paget.

Penyakit paget adalah penyakit tulang yang paling umum terjadi pada lansia yang memengaruhi pembentukan tulang dalam tubuh. Pada tulang yang sehat proses remodeling (menghilangkan potongan-potongan tulang lama) dan menggantikannya dengan tulang baru berjalan sebagaimana mestinya. 

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Penyakit Paget

Penyakit paget menyebabkan proses ini bergeser tidak seimbang, menghasilkan tulang baru dengan bentuk tidak normal, lemah, dan rapuh. Penyakit paget paling sering menyerang orang lanjut usia, terjadi pada sekitar 2 hingga 3 persen populasi di atas usia 55 tahun.

Pertumbuhan tidak sempurna ini menyebabkan tulang baru terlalu lunak atau cacat yang memicu rasa sakit, bahkan patah. Penanganan kondisi ini umumnya adalah dengan cara operasi ataupun konsumsi obat anti-inflamasi. 

Penyebab penyakit paget belum diketahui, tetapi sejauh ini dokter mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang membuat seseorang lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit tersebut. Salah satunya adalah faktor genetik di mana sebanyak 25 hingga 40 persen kasus paget terjadi pada orang dengan riwayat keluarga juga memiliki penyakit paget.

Komplikasi Penyakit Paget

Komplikasi penyakit paget bisa mencakup patah tulang karena rapuh, kelainan bentuk tulang, termasuk membungkuknya tulang yang terkena serangan paget, artritis lanjut pada sendi di dekat tulang yang terkena, kompresi pada saraf tetangga dari tulang yang membesar sehingga menyebabkan hilangnya sensasi atau gerakan.

Gejala juga dapat timbul dari efek penyakit pada kadar kalsium dalam aliran darah. Ketika penyakit paget menyerang beberapa tulang, osteoklas yang terlalu aktif dapat melepaskan kalsium dari tulang sehingga memicu peningkatan kadar kalsium dalam darah. 

Komplikasi langka ini dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk tubuh melemah dan merasa lelah, kehilangan selera makan, sakit perut, dan sembelit. Kondisi yang sangat jarang tetapi bisa saja terjadi, ketika penyakit paget berkembang menjadi sejenis kanker tulang yang disebut sarkoma paget. 

Baca juga: Makanan Sehat untuk Bantu Proses Pengobatan Penyakit Paget

Ketika ini terjadi, gejala mungkin termasuk rasa sakit yang parah dan tak henti-hentinya di daerah yang terkena penyakit paget. Sarkoma paget hanya terjadi pada sekitar 1 persen pasien dengan penyakit paget. 

Pasien-pasien ini biasanya berusia lebih dari 70 tahun. Jenis tumor tulang ganas ini sangat agresif dan memiliki prognosis yang buruk. Tak satupun dari perawatan medis untuk penyakit paget diketahui menurunkan risiko pengembangan sarkoma paget.

Jika kamu butuh saran dan informasi lebih detail mengenai penyakit paget bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Referensi:
Clear Care Online. Diakses pada 2020. Bone Diseases in the Elderly.
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2020. Paget's Disease of Bone.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Paget’s Disease of Bone.