• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Rosacea Bisa Picu Risiko Alzheimer, Benarkah?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Rosacea Bisa Picu Risiko Alzheimer, Benarkah?

Penyakit Rosacea Bisa Picu Risiko Alzheimer, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 September 2021
Penyakit Rosacea Bisa Picu Risiko Alzheimer, Benarkah?

Kemungkinan ada mekanisme tertentu yang mendasari bahwa rosacea dan penyakit alzheimer tampaknya saling berkaitan. Pada sebuah penelitian di Denmark, ilmuwan menemukan bahwa pengidap rosacea mempunyai 7 persen risiko yang lebih tinggi untuk mengidap demensia dan 25 persen risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit Alzheimer. Namun, masih diperlukan banyak penelitian mengenai hubungan kedua penyakit ini.”

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu melihat seseorang yang kulit wajahnya kerap berwarna merah? Nah, mungkin saja ia mengidap rosacea, yaitu penyakit kulit yang menyerang wajah. Penyakit ini memiliki gejala yang dapat membuat kulit menjadi merah, serta muncul bisul yang berisi nanah dan pembuluh darah pada beberapa bagian wajah.

Selain itu, penyakit rosacea dapat menyebabkan pengidapnya merasakan matanya seperti terbakar. Hal ini biasanya menyerang wanita yang berusia di atas 30 tahun. Orang-orang kulit putih, terutama yang berasal dari Eropa, mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengidap rosacea. Hingga saat ini, penyakit rosacea tidak dapat disembuhkan. Namun, pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi gejala yang terjadi.

Gejala-gejala dari rosacea akan terlihat dan bertahan dalam hitungan minggu hingga bulan, setelah itu akan menghilang dengan sendirinya. Rosacea berbeda dengan kelainan-kelainan lain, seperti jerawat, alergi, dan masalah kulit lainnya. Apabila tidak mendapat penanganan segera, kondisi ini bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu.

Baca juga: Inilah Cara-cara Berinteraksi dan Merawat Pengidap Alzheimer

Berisiko Lebih Tinggi Mengidap Penyakit Alzheimer?

Pengidap rosacea mungkin mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengidap demensia dan penyakit Alzheimer di masa depan. Demensia mencakup bermacam-macam gejala yang berhubungan dengan kemampuan mental dan ingatan yang membuat pengidapnya kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, penyakit Alzheimer merupakan salah satu jenis penyakit yang paling umum terjadi karena demensia. Diperkirakan kondisi tersebut telah menyerang lebih dari lima juta orang di Amerika Serikat.

Disebut-sebut bahwa protein dengan jenis matriks metalloproteinase (MMP) dan peptida antimikroba (AMP), yang menjadi penyebab terjadinya demensia, sehingga orang tersebut mengidap penyakit Alzheimer. Protein ini terkandung pada semua hewan dan berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh bawaan. Lalu, peningkatan kadar dari protein MMP dan AMP juga terlibat pada beberapa penyakit inflamasi, seperti penyakit Parkinson. Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa protein tersebut dianggap sebagai penyebab potensial peradangan pada rosacea.

Pada sebuah penelitian di Denmark, ilmuwan tersebut menemukan bahwa pengidap rosacea mempunyai 7 persen risiko yang lebih tinggi untuk mengidap demensia dan 25 persen risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit Alzheimer. Selain itu, wanita dengan penyakit rosacea menunjukkan peningkatan risiko penyakit Alzheimer yang lebih besar dibandingkan dengan pria, yaitu 28 persen untuk wanita dan 16 persen untuk pria.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Obat untuk Meringankan Gejala Alzheimer

Lalu, pengidap rosacea yang berusia di atas 60 tahun mempunyai risiko 20 persen lebih besar untuk mengalami penyakit Alzheimer. Sementara pada orang-orang yang usianya lebih muda tidak menunjukkan peningkatan risiko yang signifikan. Walau begitu, pengidap penyakit rosacea harus berpikir positif apabila penyakitnya tidak selalu berkembang menjadi penyakit Alzheimer.

Pada penelitian tersebut, insiden demensia rata-rata dalam populasi yang diteliti hanya sekitar 1,5 orang tiap 1.000 orang, dan rata-rata kejadian penyakit Alzheimer kurang dari 0,5 orang per 1.000 orang. Kemudian, pada orang-orang yang mengidap rosacea risikonya meningkat dengan demensia 2 orang per 1.000 orang dan penyakit Alzheimer dengan 0,8 orang per 1.000 orang. Lalu, jika diurutkan berdasarkan usia, risiko untuk penyakit Alzheimer mengalami peningkatan secara signifikan untuk orang-orang yang berusia 60 tahun atau lebih tua dari itu.

Dugaan Hubungan Penyakit Rosacea dan Alzheimer

Kemungkinan ada mekanisme tertentu yang mendasari bahwa rosacea dan penyakit Alzheimer tampaknya saling berkaitan. Namun, belum diketahui dengan pasti apakah salah satunya menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan yang lain.

Studi lanjutan masih terus dilakukan untuk mencari gejala lain dari disfungsi kognitif pada pasien lansia yang mengidap rosacea, dan apakah pengobatan gangguan kulit dapat memodifikasi risiko pasien terkena demensia. Pasalnya, risiko penyakit Alzheimer meningkat secara signifikan pada orang-orang berusia 60 tahun ke atas.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa tidak semua lansia yang mengidap rosacea mengalami Alzheimer. Meski risiko pada pengidap rosacea sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal dan sehat lainnya, risiko absolut untuk seorang pengidap masih terbilang cukup rendah.

Baca juga: Belum Tentu Penyakit, Ini Alasan Manusia Mudah Lupa

Selain adanya dugaan hubungan penyakit rosacea dan Alzheimer, tidak ada salahnya untuk mengetahui faktor risiko seseorang bisa mengalami Alzheimer, antara lain:

  • Usia lebih dari 60 tahun.
  • Riwayat keluarga dan genetik.
  • Down syndrome.
  • Perempuan.
  • Gangguan kognitif ringan.
  • Riwayat trauma kepala.
  • Gaya hidup dan kesehatan jantung.
  • Obesitas.
  • Merokok.
  • Dyslipidemia.
  • Diabetes mellitus tipe 2.
  • Tingkat edukasi rendah.

Itulah penjelasan mengenai hubungan antara penyakit rosacea dengan penyakit Alzheimer. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit rosacea atau memiliki keluarga dengan alzheimer, tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc tentang perawatannya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

 This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Does Rosacea Boost Risk for Alzheimer's?
Medical News Today. Diakses pada 2021. Alzheimer's risk higher in people with rosacea