• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Scleroderma Lebih Banyak Menyerang Wanita, Benarkah?

Penyakit Scleroderma Lebih Banyak Menyerang Wanita, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta – Scleroderma atau sklerosis sistemik adalah penyakit jaringan ikat kronis yang umumnya digolongkan sebagai salah satu penyakit rematik autoimun. Penyakit ini memang sangat berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan tubuh membuat terlalu banyak protein kolagen.  

Akibatnya, kulit menjadi tebal dan kencang termasuk pembuluh darah sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan dan tekanan darah tinggi. Wanita ternyata lebih berisiko mengidap penyakit scleroderma karena wanita memiliki kadar estrogen lebih banyak ketimbang pria. Kadar estrogen berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh yang memicu penyakit scleroderma.

Gejala Scleroderma

Ada beberapa gejala yang dapat kamu tandai ketika penyakit ini mulai menyerang bagian tubuhmu, seperti:

  1. Kulit mengeras atau menebal dan terlihat berkilau serta halus. Kondisi ini paling umum di tangan dan wajah.

  2. Jari atau jari kaki yang berubah warna menjadi merah, putih, atau biru.

  3. Terdapat bisul atau luka di ujung jari

  4. Terdapat bintik merah kecil di wajah dan dada. Ini adalah pembuluh darah terbuka yang disebut telangiektasis.

  5. Pembengkakan di jari tangan atau kaki dan terasa menyakitkan.

  6. Persendian nyeri dan bengkak

  7. Kelemahan otot

  8. Mata dan mulut kering

  9. Sesak napas

  10. Mulas

  11. Diare

  12. Penurunan berat badan

Perawatan Scleroderma

Tidak ada perawatan untuk scleroderma, tetapi kamu dapat mengelola gejalanya. Dokter akan fokus membantu kamu melakukan perawatan dengan cara berikut:

  1. NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen atau aspirin) untuk mengatasi bengkak dan rasa sakit.

  2. Steroid dan obat lain untuk mengontrol respons imun sehingga meringankan masalah otot, sendi, atau organ internal.

  3. Konsumsi obat-obatan yang meningkatkan aliran darah ke jari-jari

  4. Obat tekanan darah

  5. Obat-obatan yang membuka pembuluh darah di paru-paru atau mencegah jaringan dari jaringan parut

  6. Obat sakit mag

Ada beberapa latihan ataupun perawatan lain yang bisa kamu lakukan untuk meringankan gejala scleroderma, seperti:

  1. Terapi fisik

  2. Perawatan kulit, termasuk cahaya dan terapi laser

  3. Manajemen stres

  4. Jika kerusakan organ yang parah terjadi maka transplantasi organ perlu dilakukan

Komplikasi Scleroderma

Bila sudah pada tingkat parah maka komplikasi scleroderma bisa sangat memengaruhi kualitas hidupmu dengan penyebarannya ke bagian tubuh yang penting, seperti:

  1. Paru-paru

Timbulnya jaringan parut di paru (fibrosis paru) dapat menyebabkan berkurangnya fungsi paru-paru (kemampuan untuk bernapas). Selain itu, mengembangkan tekanan darah tinggi di arteri ke paru-paru (hipertensi pulmonal).

  1. Ginjal

Ketika scleroderma mempengaruhi ginjal kamu maka dapat mengembangkan tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar protein dalam urine. Efek yang lebih serius dari komplikasi ginjal mungkin termasuk krisis ginjal yang melibatkan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba dan gagal ginjal.

  1. Jantung

Bekas luka pada jaringan jantung meningkatkan risiko detak jantung yang tidak normal (aritmia) dan gagal jantung kongestif, sehingga menyebabkan radang selaput yang mengelilingi jantung (perikarditis). Scleroderma juga dapat meningkatkan tekanan di sisi kanan jantung yang menyebabkannya aus.

  1. Gigi

Pengencangan kulit wajah yang parah dapat menyebabkan mulut menjadi lebih kecil dan sempit. Kondisi ini sangat mungkin menyulitkan untuk menyikat gigi atau bahkan membersihkannya (scaling). Pengidap scleroderma sering tidak menghasilkan saliva dalam jumlah yang normal sehingga risiko kerusakan gigi semakin meningkat.

  1. Sistem pencernaan

Masalah pencernaan yang berhubungan dengan scleroderma dapat menyebabkan refluks asam dan kesulitan menelan. Beberapa situasi menggambarkan sensasi seolah-olah makanan terjebak di tengah kerongkongan serta serangan konstipasi bergantian dengan episode diare.

  1. Fungsi seksual

Pria yang memiliki scleroderma sering mengalami disfungsi ereksi demikian juga ke wanita dapat mengurangi lubrikasi seksual dan membatasi pembukaan Miss V.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyakit scleroderma serta perawatannya bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: