Perlu Tahu, Ada Penyakit yang Enggak Sepenuhnya Ditanggung BPJS

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perlu Tahu, Ada Penyakit yang Enggak Sepenuhnya Ditanggung BPJS

Halodoc, Jakarta – JKN - KIS adalah asuransi kesehatan yang wajib dimiliki warga negara Indonesia. Asuransi ini dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan terdiri dari tiga kelas perawatan. Setiap orang diharuskan membayar iuran sesuai kelas yang dipilih agar bisa mendapatkan perawatan kesehatan saat sakit.

Sayangnya, masih ada orang yang belum tahu jenis pelayanan kesehatan yang bisa diakses pakai BPJS. Ketidaktahuan ini menimbulkan salah paham yang berujung pada anggapan bahwa berobat pakai BPJS rumit dan dipersulit.

Baca Juga: Sakit, Pilih Asuransi atau Biaya Sendiri?

Penyebab Biaya Berobat Tidak Ditanggung BPJS

Ada banyak layanan kesehatan yang ditanggung BPJS dan bisa kamu akses seumur hidup. Namun, ada juga layanan kesehatan yang tidak ditanggung BPJS karena beberapa alasan, seperti:

  • Tidak mengikuti prosedur yang berlaku. Misalnya, pergi ke dokter spesialis atau rumah sakit (faskes 2) atas permintaan sendiri, berobat di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS (kecuali dalam kondisi darurat), dan berobat di luar negeri.

  • Pergi ke dokter bukan untuk berobat atau melakukan tindakan medis dengan tujuan estetika. Kasus ini banyak terjadi pada orang yang berkunjung ke dokter untuk memutihkan atau meratakan gigi, menghilangkan tahi lalat (tanpa alasan medis), dan operasi plastik.

  • Sakit karena penyalahgunaan obat, konsumsi alkohol berlebihan, menyakiti diri sendiri, dan melakukan hobi yang membahayakan kesehatan hingga nyawa.

  • Melakukan pengobatan alternatif yang belum terbukti secara medis, seperti akupuntur, sinshe, chiropractic (terapi untuk mengobati masalah tulang belakang), dan lainnya. Layanan kesehatan untuk mengatasi masalah infertilitas (seperti bayi tabung) dan pengobatan eksperimen juga tidak ditanggung BPJS.

  • Penyebab lainnya adalah belanja obat untuk perbekalan rumah tangga (termasuk alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu), biaya pelayanan yang tidak berhubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan, dan klaim perorangan.

Tidak Semua Penyakit Ditanggung Sepenuhnya oleh BPJS

Layanan kesehatan yang tidak ditanggung sepenuhnya oleh BPJS adalah pengobatan katarak, biaya persalinan, dan rehabilitasi medik. Hanya penyakit katarak prioritas yang dijamin BPJS, seperti pada kasus katarak dengan visus (lapang pandang penglihatan) yang memiliki indikasi medis. BPJS juga hanya menanggung 8 kali rehabilitasi medik per peserta tiap bulannya untuk semua jenis penyakit dan memisahkan biaya tagihan bayi baru lahir sehat atau bayi baru lahir dengan gangguan.

Ada juga informasi yang menyebutkan BPJS akan menetapkan cost – sharing pada pengobatan yang berkaitan dengan penyakit katastropik, seperti penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia, dan hemofilia.

Ini berarti penyakit katastropik hanya disubsidi sebagian dan ada beban biaya yang harus ditanggung peserta dengan persentase tertentu. Usul cost – sharing muncul karena pembiayaan pengobatan penyakit katastropik cukup besar, sekitar 29,67 persen dari total anggaran atau mencapai 16,9 triliun rupiah. Kabar baiknya, informasi ini masih sekadar wacana sehingga hingga saat ini, delapan penyakit katastropik tersebut masih mendapatkan jaminan utuh dari BPJS.

Baca Juga: Begini Cara Cek Kesehatan Pakai BPJS

Itulah beberapa penyakit yang tidak lagi ditanggung sepenuhnya oleh BPJS. Kalau sekarang kamu sedang sakit dan belum mau berobat ke faskes, bicara pada dokter Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!