15 January 2019

Mengenal Lebih Jauh Penyebab dan Pencegahan Penyakit Pruritus

pruritus, penyakit pruritus, infeksi jamur

Halodoc, Jakarta - Apabila muncul rasa gatal di tubuh kamu, sebaiknya jangan dibiarkan. Bisa jadi kamu sedang mengalami pruritus. Gangguan kulit pruritus merupakan rasa gatal yang dapat meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang. Gatal dapat disertai dengan ruam, terjadi singkat, tetapi dapat pula berat hingga sangat mengganggu pengidapnya.

Penyebab Pruritus

Pruritus biasanya disebabkan oleh kulit terlalu kering, gigitan serangga, hingga  penyakit gangguan sistemik seperti diabetes melitus. Penyebab lainnya yang umum terjadi di antaranya:

Baca juga:  Cara Mencegah dan Pengobatan Pruritus

  1. Kondisi Kulit

Beberapa gangguan kulit yang dapat berdampak pada kondisi kulit dan menimbulkan gatal antara lain eksim, urtikaria (biduran), dermatitis kontak alergi, psoriasis, folikulitis, ketombe, prurigo, dan inflamasi pada mukosa mulut atau lichen planus.

  1. Alergi Bereaksi pada Kulit

Benda-benda yang menempel di kulit seperti perhiasan yang mengandung nikel atau kobalt dapat memicu reaksi alergi gatal pada kulit. Karet, lateks, bahan tekstil, parfum, cat rambut, hingga tanaman seperti serbuk bunga dapat memicu pruritus. Begitu pula dengan obat-obatan, seperti aspirin. Paparan sinar ultra violet yang berlebihan, serta cuaca yang lembab atau panas pun bisa menyebabkan kondisi ini.

  1. Sengatan Serangga dan Parasit

Parasit seperti kutu rambut, cacing kremi, ngengat, kutu loncat, nyamuk, lebah, tawon, kutu busuk, hingga parasit trikomoniasis penyebab penyakit menular seksual juga bisa menjadi pemicu pruritus.

  1. Infeksi

Pada beberapa penyakit, pruritus adalah salah satu gejala yang mengindikasikan infeksi pada bagian tubuh yang terjangkit. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur kurap dapat memiliki gejala gatal, begitu pula penyakit cacar air. Infeksi jamur pada kaki atau kutu air, infeksi jamur pada area Miss V atau Mr. P juga dapat menyebabkan pruritus.

  1. Kehamilan dan Menopause

Ketidakseimbangan hormon yang dialami oleh perempuan yang sedang hamil atau memasuki masa menopause dapat menjadi penyebab munculnya pruritus. Pada perempuan hamil, pruritus umumnya menghilang setelah persalinan. Beberapa kondisi pemicu pruritus pada wanita hamil adalah pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (PUPPP) yang biasanya muncul pada area tangan, kaki, dan batang tubuh. Selain itu, obstetric cholestasis merupakan penyebab gatal tanpa ruam sebagai akibat kelainan yang berdampak kepada hati pengidap.

Baca juga: Inilah 6 Faktor Picu Pruritus

Langkah Pencegahan Pruritus

Pengidap pruritus dapat mencegah dan mengurangi gejala dengan melakukan perawatan sederhana di rumah. Gunakan bahan atau pakaian yang tidak menyebabkan iritasi kulit. Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat dan deterjen yang terlalu keras di kulit. Adapun cara lainnya yang bisa kamu lakukan yaitu seperti di berikut ini:

  1. Menghindari Zat Penyebab Alergi

Seseorang yang mengalami penyakit pruritus harus segera menghindari penyebab alergi. Namun, bagi kamu yang belum mengalami penyakit pruritus, maka sebaiknya hindari penyebab alergi yang menyebabkan kulit terinfeksi. Selain itu, hindari pemakaian berbagai zat yang dapat membuat kulit iritasi, seperti memakai perhiasan, produk kulit kecantikan yang mengandung pewangi kosmetik, dan juga parfum secara berlebihan.

  1.  Mengurangi Stres

Orang yang mengalami stres biasanya akan mengalami gatal yang berlebihan. Stres dapat menjadi salah satu penyebab semakin parahnya rasa gatal pada seseorang. Untuk menghindari rasa stres, kamu dapat melakukan relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau kegiatan lainnya yang membuat kamu lebih relaks.

  1. Mandi dengan Air Hangat

Salah satu cara untuk mencegah pruritus adalah dengan mandi air hangat. Untuk hasil yang maksimal, kamu dapat menambahkan baking soda atau oatmeal mentah pada air yang akan kamu gunakan untuk mandi atau berendam. Penggunaan air hangat dapat mengurangi atau pun mencegah terjadinya pruritus pada tubuh.

Baca juga: Agar Miss V Tak Mudah Gatal, Ini Dia Caranya

Itulah penyebab dan pencegahan gangguan kulit pruritus yang perlu kamu ketahui. Jika kamu mengalami gejala atau penyebab yang sama seperti di atas, segeralah diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!