• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Darah Menstruasi Hanya Sedikit

Penyebab Darah Menstruasi Hanya Sedikit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penyebab Darah Menstruasi Hanya Sedikit

“Menstruasi merupakan suatu proses yang terjadi pada tubuh wanita yang bisa dikatakan unik. Bukan tanpa alasan, setiap wanita mengalami haid yang berbeda, baik itu siklus, volume darah haid, hingga durasinya.”

Halodoc, Jakarta - Beberapa wanita bisa mengalami haid dengan volume darah yang normal, banyak seperti perdarahan, dan sedikit. Sebenarnya, adakah hal yang menyebabkan darah haid menjadi lebih sedikit? Lalu, apakah kondisi ini bisa disebut normal jika sebelumnya volume darah haid terbilang normal?

Baca juga: Lebih Lengkap tentang Mitos & Fakta Menstruasi

Penyebab Darah Menstruasi Sedikit

Adanya perubahan yang terjadi saat menstruasi sebaiknya tidak dianggap sepele. Termasuk apabila volume darah haid menjadi sedikit atau berbeda dari biasanya. Disebut sebagai hypomenorrhea, darah haid sedikit biasanya terjadi karena masalah hormonal. 

Meski begitu, ada beberapa penyebab spesifik yang bisa memengaruhi volume darah saat menstruasi, yaitu: 

  • Sedang Hamil dan Menyusui

Normalnya, ibu hamil cenderung tidak akan mengalami menstruasi. Akan tetapi, di beberapa kondisi, ibu hamil bisa saja mengeluarkan bercak darah yang terkadang dianggap sebagai menstruasi meski jumlahnya sedikit. Padahal, darah tersebut bisa dikatakan sebagai tanda awal kehamilan atau perdarahan implantasi, atau bisa jadi menandakan gejala kehamilan ektopik.

Tak hanya saat hamil, darah menstruasi yang sedikit juga umum terjadi selama ibu menyusui. Ini karena menyusui akan membuat proses ovulasi tak bisa berfungsi optimal. Dampaknya, volume darah saat haid bisa jadi lebih sedikit atau bahkan ibu tidak haid selama beberapa bulan jika memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. 

Ketika menyusui, tubuh ibu akan membuat hormon sintesis laktosa dan prolaktin alfa-laktalbumin. Kedua jenis hormon tadi bisa mengakibatkan hormon reproduksi yang memicu terjadi ovulasi menjadi terhambat. Akibatnya, siklus menstruasi bisa dikatakan normal kembali setelah ibu selesai menyusui secara eksklusif.

  • Stres

Selain itu, menstruasi dengan volume darah sedikit juga bisa disebabkan karena stres. Pasalnya, saat kamu sedang stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol yang menghambat kerja hormon lain di dalam tubuh, termasuk hormon estrogen yang bertugas dalam masalah reproduksi. Apabila terjadi penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh, siklus menstruasi dan volume darah yang keluar bisa jadi lebih sedikit. Bahkan, kamu pun bisa tidak mengalami menstruasi. 

Baca juga: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menstruasi

  • Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif

Kelenjar tiroid terlalu aktif yang diikuti dengan kadar hormon yang terlalu tinggi atau hipertiroidisme sangat berpengaruh terhadap tubuh. Tidak terkecuali lancarnya menstruasi dan membuat darah haid menjadi lebih sedikit. 

  • PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

PCOS merupakan masalah kesehatan reproduksi yang terjadi karena hormon dalam tubuh yang tidak seimbang. Wanita yang mengalami masalah kesehatan ini umumnya mengalami ketidakseimbangan kadar hormon seks, yaitu estrogen dan progesteron. Namun, kadar hormon androgen justru berlebih dan rentan mengalami kista pada ovarium.

Perpaduan dari semua hal tersebut dapat berpengaruh pada proses ovulasi sehingga mengakibatkan darah haid menjadi lebih sedikit dan haid pun menjadi tidak lancar. Beberapa kasus bahkan menunjukkan wanita dengan PCOS juga bisa tidak menstruasi dalam waktu lama. 

  • Penggunaan Alat Kontrasepsi

Siapa sangka, ternyata menggunakan alat kontrasepsi tertentu juga berdampak pada volume darah haid yang keluar saat menstruasi. Tak hanya itu, alat kontrasepsi juga diduga membuat durasi haid menjadi lebih singkat.

Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

  • Efek Penuaan

Seiring dengan usia yang semakin bertambah, merupakan hal yang wajar apabila volume darah menstruasi yang keluar semakin sedikit. Hal ini terutama terjadi saat wanita telah memasuki masa premenopause, masa transisi yang terjadi sebelum menopause. Memasuki masa ini, tubuh akan mengalami penurunan produksi hormon secara perlahan.

Masa premenopause biasanya terjadi saat wanita berusia 40–50 tahun selama kurang lebih antara 4–6 tahun sebelum akhirnya mengalami menopause dan tidak bisa menstruasi. 

Jadi, langsung tanyakan pada dokter jika kamu mengalami masalah menstruasi sehingga bisa segera tertangani. Pakai aplikasi Halodoc sehingga tanya jawab dengan dokter jadi lebih mudah. 

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. 6 Common Reasons for Lighter Period. 
Prevention. Diakses pada 2021. 10 Reasons Your Period is Lighter Than Normal. 
Healthline. Diakses pada 2021. Should You Be Worried If Your Period is Light?