• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Darah Menstruasi Hanya Sedikit

Penyebab Darah Menstruasi Hanya Sedikit

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Menstruasi adalah mekanisme ajaib dan unik tubuh wanita yang terjadi setiap bulannya. Disebut ajaib dan unik, lantaran setiap wanita mengalami menstruasi yang berbeda-beda. Mulai dari siklus, durasi, hingga volume darah yang dikeluarkan. Namun kali ini, pembahasan akan difokuskan pada volume darah menstruasi. 

Setiap wanita punya volume darah menstruasi yang berbeda-beda. Ada yang banyak dan selalu lancar, ada juga yang hanya sedikit dan cenderung tidak lancar. Mungkin banyak wanita yang masih bingung, mengapa darah menstruasi hanya sedikit. Apalagi jika sebelumnya relatif banyak dan lancar-lancar saja. Apa sih penyebabnya? 

Baca juga: Lebih Lengkap tentang Mitos & Fakta Menstruasi

Jika Darah Menstruasi Hanya Sedikit

Berbagai perubahan yang terjadi pada menstruasi memang sebaiknya tidak disepelekan. Termasuk jika tiba-tiba aliran darah menstruasi hanya sedikit atau tidak sebanyak biasanya. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut hypomenorrhea. Secara umum, kondisi ini disebabkan oleh masalah hormon.

Namun, lebih spesifik lagi, ada beberapa hal yang dapat memicu darah menstruasi hanya sedikit, yaitu:

1. Kehamilan dan Menyusui

Sebenarnya, ibu hamil tidak akan mengalami menstruasi pada normalnya. Namun, pada beberapa kasus, bisa saja ibu hamil mengalami keluar bercak darah yang dikira sebagai menstruasi dalam jumlah sedikit. Padahal sebenarnya, itu bukanlah darah menstruasi, melainkan tanda awal kehamilan (perdarahan implantasi) atau bisa juga mengindikasikan kehamilan ektopik.

Selain saat hamil, keluarnya darah menstruasi yang hanya sedikit juga bisa terjadi saat masa menyusui. Sebab, menyusui dapat membuat ovulasi tidak berfungsi optimal. Imbasnya, volume darah menstruasi bisa saja sedikit, atau bahkan tidak menstruasi selama beberapa bulan pertama setelah melahirkan, jika menyusui secara eksklusif. 

Hal ini karena ketika menyusui, tubuh akan memproduksi hormon prolaktin alfa-laktalbumin dan sintesis laktosa. Hormon tersebut dapat menekan hormon reproduksi yang memicu ovulasi. Hal ini membuat siklus menstruasi normal baru akan kembali setelah masa menyusui eksklusif selesai.

2. Stres

Stres dapat memicu peningkatan produksi hormon kortisol, yang dapat menghambat kinerja hormon-hormon lain dalam tubuh, termasuk hormon estrogen yang berperan dalam reproduksi. Jika kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun, siklus dan volume darah menstruasi bisa jadi sedikit atau bahkan tidak menstruasi sama sekali. 

Baca juga: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menstruasi

3. Hiperaktifnya Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif dan kadar hormonnya yang terlalu tinggi (hipertiroidisme), dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh. Hal ini juga dapat berdampak pada kelancaran menstruasi. Termasuk membuat darah haid jadi sedikit. 

4. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Ini adalah gangguan reproduksi yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Wanita yang mengidap sindrom ini biasanya mengalami ketidakseimbangan kadar hormon seks, yaitu estrogen dan progesteron. Di lain sisi juga mengalami kelebihan hormon androgen dan tumbuhnya kista kecil di ovarium.

Kombinasi dari semua itu dapat memengaruhi proses ovulasi, dan membuat aliran darah menstruasi hanya sedikit dan tidak lancar. Pada beberapa kasus, wanita dengan PCOS juga bisa tidak menstruasi sama sekali selama beberapa waktu. 

5. Penggunaan Kontrasepsi

Dr. Alyssa Dweck, spesialis kehamilan dan kandungan, yang juga penulis buku The Complete A to Z for Your V, mengungkapkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi dapat membuat volume darah menstruasi relatif hanya sedikit dan mempersingkat hari menstruasi. 

Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

Alat kontrasepsi yang dimaksud dapat berupa pil, spiral, atau kontrasepsi lainnya yang berisiko mengganggu kestabilan hormon dalam tubuh. Pada beberapa kasus, penggunaan alat kontrasepsi juga dapat membuat wanita tidak menstruasi sama sekali. 

Jika kamu merasa terganggu dengan efek penggunaan alat kontrasepsi ini, sebaiknya bicarakan dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat chat atau di rumah sakit, dengan buat janjinya terlebih dahulu. Dokter mungkin akan merekomendasikan jenis kontrasepsi lain yang cocok untuk kondisi tubuh kamu.

6. Efek Penuaan

Secara alami, seiring bertambahnya usia, wajar jika volume darah menstruasi semakin sedikit. Hal ini terutama jika sudah memasuki masa premenopause, yaitu masa transisi sebelum masa menopause dimulai. Di masa ini, tubuh mengalami perubahan hormon secara perlahan.

Masa premenopause ini biasanya terjadi di usia 40-50 tahun, selama sekitar 4-6 tahun, sebelum akhirnya benar-benar mengalami menopause dan tidak menstruasi lagi. Jadi, jangan khawatir jika darah menstruasi hanya sedikit di usia tersebut, karena hal ini wajar.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. 6 Common Reasons for Lighter Period. 
Prevention. Diakses pada 2020. 10 Reasons Your Period is Lighter Than Normal. 
Healthline. Diakses pada 2020. Should You Be Worried If Your Period is Light?