• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Diare Mudah Menyerang saat Musim Hujan

Penyebab Diare Mudah Menyerang saat Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Penyebab Diare Mudah Menyerang saat Musim Hujan

Halodoc, Jakarta – Diare ditandai dengan meningkatnya intensitas BAB yang disertai dengan tinja yang encer. Meski diare termasuk keluhan kesehatan yang umum dialami oleh masyarakat Indonesia, diare tetap tidak boleh diabaikan karena bisa menyebabkan dehidrasi. Diare bisa disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. 

Selain batuk dan pilek, diare termasuk penyakit yang sering muncul pada saat musim penghujan. Nah, diare yang muncul saat musim hujan umumnya termasuk ke dalam jenis diare musiman. Ini alasan mengapa diare lebih rentan terjadi saat musim hujan. 

Baca juga: Diare Sering Kambuh pada Malam Hari, Apa Sebabnya?

Mengapa Diare Lebih Mudah Terjadi Saat Musim Hujan?

Melansir dari National Health Portal, diare musiman biasanya terjadi menjelang akhir musim panas dan awal musim hujan. Pada musim panas, diare lebih sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Sementara pada musim penghujan, diare umumnya disebabkan oleh rotavirus. Nah, penyebaran rotavirus selama musim penghujan ini dapat melalui sanitasi yang tidak higienis. Seperti yang kamu tahu, musim penghujan dapat memengaruhi kondisi air di beberapa wilayah tertentu. 

Ketika sanitasi tercemar oleh rotavirus, seseorang yang menggunakannya tentu berpotensi terserang diare. Jalur penularan ini umumnya disebut dengan feses-oral, di mana diare disebabkan oleh konsumsi air atau makanan yang telah terkontaminasi feses yang mengandung virus tersebut. 

Baca juga: Ini Makanan yang Harus Dihindari saat Diare

Tips Mencegah Diare saat Musim Hujan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, diare yang terjadi saat musim hujan sering kali disebabkan oleh sanitasi yang buruk. Maka dari itu, langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan cara berikut:

  • Pastikan kamu memasak makanan sampai matang dan konsumsi selagi hangat. Hindari mengonsumsi buah dan sayuran mentah, kecuali buah dan sayuran yang bisa dikupas. Hindari juga daging mentah atau setengah matang.
  • Hanya minum air yang sudah benar-benar matang. Hindari meminum air langsung dari ledeng atau air yang tidak direbus hingga matang terlebih dahulu. Lebih baik lagi jika kamu hanya meminum air kemasan yang sudah pasti terjaga kebersihannya. 
  • Pastikan kamu tidak sengaja menelan air saat mandi. 

Selain tips tersebut, cuci tangan juga menjadi langkah pencegahan diare yang paling penting. Tangan yang kotor bisa menjadi sarana penularan virus dan bakteri. Berikut cara mencuci tangan yang benar:

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Kamu wajib mencuci tangan setelah menyentuh daging mentah, menggunakan toilet, mengganti popok, bersin, batuk, dan membuang ingus.
  • Cuci tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik.
  • Gunakan pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) saat air tidak tersedia. Gunakan produk yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.

Baca juga: Perawatan Rumahan yang Ampuh Mengatasi Diare

Selain mengonsumsi makanan dan minuman yang matang serta rutin mencuci tangan, mendapatkan vaksin juga mampu mencegah kamu dari infeksi virus. Vaksin mungkin lebih diprioritaskan untuk bayi dan anak-anak mengingat sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang. Jika kamu butuh bertanya soal vaksin, tanyakan saja ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diarrhea. 
Engineering for Change. Diakses pada 2020. The Link Between Rain and Diarrhea.