• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Epiglotitis Sebabkan Sumbatan Pernapasan

Penyebab Epiglotitis Sebabkan Sumbatan Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Epiglotitis adalah peradangan yang terjadi pada epiglotitis, yaitu katup yang menutup saluran pernapasan ketika kita makan atau minum. Peradangan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri atau cedera pada tenggorokan. Jika dibiarkan saja, bisa terjadi sumbatan pernapasan yang berpotensi mengancam jiwa. 

Epiglotitis adalah kondisi yang terjadi ketika epiglotitis, sebuah ‘tulang rawan’ kecil yang menutupi batang tenggorokan, membengkak, dan menghalangi aliran udara ke paru-paru. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan pembengkakan epiglotitis, seperti luka bakar akibat mengonsumsi minuman panas, cedera langsung pada tenggorokan, dan berbagai infeksi.

Epiglotitis bisa terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak. Penyebab epiglotitis yang paling umum pada anak-anak adalah infeksi Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Bakteri ini juga yang menjadi penyebab pneumonia, meningitis, dan infeksi dalam aliran darah.

Baca juga: Siapa Saja Orang yang Rentan Terserang Epiglotitis?

Mengapa Epiglotitis Dapat Menyebabkan Sumbatan Pernapasan?

Epiglotitis adalah katup kecil yang bisa berpindah di atas laring yang mencegah makanan dan minuman masuk ke tenggorokan. Jika epiglotitis membengkak, baik karena infeksi atau cedera, maka jalan napas menjadi sempit, bahkan mungkin tersumbat sepenuhnya.

Hal ini yang menyebabkan kegagalan pernapasan, kondisi yang mengancam jiwa di mana tingkat oksigen dalam darah turun menjadi sangat rendah atau tingkat karbon dioksida menjadi sangat tinggi.

Selain menyebabkan sumbatan pernapasan, terkadang bakteri yang menyebabkan epiglotitis dapat menyebar dan menyebabkan infeksi di tempat lain di tubuh, seperti pneumonia, meningitis, atau infeksi aliran darah.

Baca juga: Harus Tahu Vaksin untuk Mencegah Epiglotitis

Cara Mengobati Epiglotitis

Pengobatan epiglotitis yang paling pertama dilakukan adalah memastikan bahwa pengidapnya dapat bernapas, kemudian baru mengobati infeksi yang teridentifikasi.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu untuk kamu menerima udara yang cukup, yaitu:

  • Mengenakan Masker Oksigen. Fungsinya untuk memberikan oksigen ke paru-paru.
  • Memasang tabung pernapasan yang ditempatkan ke tenggorokan melalui hidung atau mulut (intubasi). Tabung harus berada di tempatnya sampai pembengkakan di tenggorokan berkurang, kadang-kadang bisa sampai beberapa hari.
  • Memasukkan jarum ke dalam trakea (jarum cricothyroidotomy). Dalam kasus yang ekstrem atau bila tindakan konservatif di atas gagal, dokter mungkin perlu membuat jalan napas darurat dengan memasukkan jarum langsung ke area tulang rawan dalam trakea. Prosedur ini memungkinkan udara masuk ke paru-paru sambil melewati laring.

Jika epiglotitis disebabkan oleh infeksi, maka kamu akan diberikan antibiotik melalui injeksi melalui intravena:

  • Antibiotik spektrum luas. Infeksi yang menyebabkan epiglotitis perlu diobati dengan cepat. Karena itu, kamu atau anak kamu mungkin akan menerima obat spektrum luas segera, daripada harus menunggu dokter terlebih dulu menerima hasil kultur dan jaringan.
  • Antibiotik yang Lebih Tertarget. Obat awal yang diberikan dapat diubah kemudian, sesuai dengan pada penyebab epiglotitis.

Itulah penjelasan mengenai mengapa epiglotitis dapat menyebabkan sumbatan pernapasan. Bila kamu mengalami gejala-gejala epiglotitis, seperti demam, sakit tenggorokan yang parah, suara serak dan sulit bernapas, segera kunjungi dokter.

Baca juga: Kenali 9 Tanda dan Gejala Epiglotis, Penyakit yang Sebabkan Sesak Napas

Kamu juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dengan langsung membuat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Epiglottitis