• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Feokromositoma Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal

Penyebab Feokromositoma Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Feokromositoma sebenarnya adalah tumor yang jarang terjadi dialami orang. Tumor non-kanker ini berkembang di kelenjar adrenal. Setiap orang memiliki dua kelenjar adrenal, yang salah satunya terletak di bagian atas setiap ginjal. Biasanya feokromositoma berkembang hanya pada satu kelenjar adrena, tetapi tumor dapat berkembang pada keduanya. 

Apabila kamu memiliki feokromositoma, tumor tersebut melepaskan hormon yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, sakit kepala, berkeringat, dan gejala serangan panik. Jika kondisi ini tidak diobati, kerusakan parah dapat terjadi, termasuk terganggunya kesehatan ginjal dan sistem tubuh lainnya.

Baca juga: Kenali Penyebab Timbulnya Pheochromocytoma

Feokromositoma Menyebabkan Komplikasi pada Kesehatan Ginjal

Umumnya feokromositoma ditemukan pada orang yang berusia antara 20-50 tahun. Meski begitu, sebenarnya tumor ini bisa berkembang pada usia berapapun. Untuk mengobatinya perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat feokromositoma agar tekanan darah kembali menjadi normal dan sistem kerja tubuh lainnya pun bekerja optimal. 

Tekanan darah tinggi yang dibiarkan akan merusak banyak organ, terutama ginjal, jaringan sistem kardiovaskular, dan otak. Kerusakan ini dapat menyebabkan sejumlah kondisi kritis, termasuk gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, dan masalah pada saraf mata. 

Untungnya, sebagian besar tumor ini jinak dan bukan kanker. Kebanyakan feokromositoma yang sudah dihilangkan melalui operasi tidak akan kembali lagi. Jika tumor kembali atau menyebar ke area tubuh lain, kemungkinan itu adalah kanker.

Hal yang Menyebabkan Munculnya Feokromositoma

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kondisi ini. Tumor berkembang di sel-sel khusus yang disebut sel chromaffin, yang terletak di pusat kelenjar adrenal. Sel-sel ini melepaskan hormon tertentu, terutama adrenal (epinefrin) dan noradrenalin (norepinefrin), yang membantu mengendalikan banyak fungsi tubuh, seperti ginjal, detak jantung, tekanan darah, dan gula darah. 

Adrenalin dan noradrenalin memicu tubuh mempertahankan diri dari ancaman yang dirasakan. Hormon menyebabkan tekanan darah meningkat dan jantung berdetak lebih cepat. Jantung yang berdetak lebih kencang mempersiapkan sistem tubuh lain yang memungkinkan kamu bereaksi dengan cepat. Feokromositoma menyebabkan lebih banyak hormon dilepaskan. Mereka melepaskan hormon pada saat kamu tidak berada dalam situasi yang terancam. 

Baca juga: Adakah Cara Mencegah Pheochromocytoma?

Cara Mendiagnosis Feokromositoma

Kebanyak feokromositoma ditemukan secara kebetulan saat sedang melakukan beberapa jenis pemeriksaan (MRI atau CT Scan) untuk masalah kesehatan yang tidak berhubungan. Tumor yang ditemukan dengan cara ini biasanya terlihat seperti benjolan kecil di sekitar ginjal. Riwayat keluarga atau jenis gejala tertentu mungkin akan menunjukkan pada dokter bahkan kamu memiliki feokromositoma. 

Tumor ini berkaitan dengan kondisi genetik langka tertentu. Diagnosisnya biasanya melibatkan beberapa kadar hormon darah dalam periode waktu yang singkat (24 jam), serta mengambil gambar seluruh dada dan perut. Dokter terkadang perlu menyuntikkan suatu zat, lalu mengambil darah tersebut dan memeriksanya. Kemudian, dokter akan melihat apakah zat yang disuntikkan meningkatkan jumlah hormon lain dalam darah. 

Kondisi feokromositoma perlu mendapatkan penanganan pembedahan ataupun operasi. Meskipun tekanan darah bukan merupakan faktor dalam memutuskan apakah akan melakukan tindakan operasi atau tidak. Kondisi ini salah satu kasus yang jarang terjadi, ketika beberapa upaya dilakukan untuk mengurangi tekanan darah sebelum operasi dilakukan. Alasannya cukup rumit dan sulit.

Baca juga: 3 Tes untuk Deteksi Pheochromocytoma

Jika kamu mengetahui adanya gangguan feokromositoma, sebaiknya selalu diskusikan kondisi kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui perawatan yang tepat. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma.
Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma: An Adrenal Gland Tumor.