• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Gangguan pada Proses Pembekuan Darah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Gangguan pada Proses Pembekuan Darah

Penyebab Gangguan pada Proses Pembekuan Darah

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 13 Januari 2022

Proses pembekuan darah yang normal merupakan hal yang penting untuk mencegah perdarahan berlebih. Namun, ada kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan pada pembekuan darah, sehingga perdarahan menjadi sulit berhenti atau berlangsung dalam waktu lama. Salah satu penyebab kondisi ini adalah penyakit hemofilia.

Penyebab Gangguan pada Proses Pembekuan Darah

Halodoc, Jakarta – Proses pembekuan darah di dalam tubuh bisa mengalami gangguan. Kondisi ini tidak boleh diabaikan begitu saja, karena gangguan pada proses pembekuan darah bisa menyebabkan seseorang mengalami perdarahan berlebihan atau darah sulit berhenti. Hal ini terjadi karena komponen yang berperan dalam pembekuan darah mengalami gangguan. 

Lantas, apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami gangguan pada proses ini? Salah satunya adalah riwayat penyakit tertentu, yaitu hemofilia. Faktanya, kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab darah sulit membeku. Biar lebih jelas, simak fakta-fakta terkait hemofilia di artikel berikut ini!

Gangguan Proses Pembekuan Darah akibat Hemofilia 

Hemofilia adalah penyakit yang menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan pada proses pembekuan darah. Kondisi ini terjadi secara genetik alias merupakan jenis penyakit keturunan. Faktor utama dari kondisi ini adalah terjadi mutasi genetik yang menyebabkan darah memiliki jumlah protein pembentuk pembekuan lebih rendah dari seharusnya. 

Alhasil, kekurangan faktor pembekuan ini memicu darah sulit untuk membeku. Apa dampaknya? Pengidap hemofilia bisa mengalami perdarahan yang sulit berhenti atau berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama. Seperti dikatakan sebelumnya, kondisi ini terjadi akibat kurangnya protein faktor pembekuan darah. 

Hingga kini, belum ditemukan cara untuk menyembuhkan hemofilia. Artinya, orang dengan penyakit ini akan mengalami gangguan pada proses pembekuan darah seumur hidup. Kabar baiknya, pengidap hemofilia masih bisa hidup secara normal. Hal yang perlu diperhatikan adalah mencegah hal-hal yang bisa memicu luka atau perdarahan. Pastikan juga untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Jika pengidap hemofilia mengalami gejala penyakit atau membutuhkan saran dokter, bisa menggunakan aplikasi Halodoc sebagai pertolongan pertama. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami dan dapatkan rekomendasi terbaik dari ahlinya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Waspadai Gejala Penyakit Hemofilia 

Gejala utama dari penyakit ini adalah gangguan pada proses pembekuan darah, sehingga menyebabkan perdarahan sulit berhenti. Selain itu, kondisi ini juga bisa ditandai dengan:

  • Mengalami mimisan atau perdarahan pada hidung yang sukar berhenti, 
  • Jika terluka, tubuh bisa mengeluarkan darah tanpa henti atau dalam waktu lama,
  • Perdarahan terjadi pada gusi, 
  • Keluar darah saat buang air besar atau buang air kecil, 
  • Mudah muncul memar di permukaan kulit, 
  • Bengkak dan nyeri pada sendi siku dan lutut yang disebabkan oleh perdarahan. 

Namun, pengidap hemofilia mungkin akan mengalami gejala yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahannya. Pada penyakit ini, tingkat keparahan tergantung pada jumlah faktor pembekuan dalam darah. Semakin sedikit jumlah faktor pembekuan darah, maka akan semakin sulit perdarahan berhenti atau bisa berlangsung dalam waktu yang lebih lama. 

Penting untuk mengetahui cara penanganan perdarahan pada pengidap hemofilia atau segera bawa ke rumah sakit. Sebab, ada komplikasi yang bisa muncul jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik. Jika perdarahan dibiarkan terus terjadi, pengidap penyakit ini bisa mengalami syok hipovolemik. Kondisi tersebut menyebabkan organ tubuh gagal berfungsi akibat kehilangan darah dalam jumlah banyak. Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah perdarahan pada otot, sendi, dan organ lainnya. 

Referensi:
American Society of Hematology. Diakses pada 202. Understanding Hemophilia.
NHS UK. Diakses pada 2022. Hemophilia.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hemophilia.