• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Ibu Hamil Rentan Alami Hipotensi Ortostatik

Penyebab Ibu Hamil Rentan Alami Hipotensi Ortostatik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Terdapat beberapa gangguan yang dapat dialami oleh ibu hamil. Salah satu gangguan yang cukup umum adalah hipotensi ortostatik. Kondisi ini menyebabkan ibu hamil yang mengidapnya merasa pusing saat beranjak dari duduk atau berbaring. Hal ini dapat terjadi akibat turunnya tekanan darah, sementara respon alami tubuh berfungsi untuk mengembalikan tekanan darah jadi normal.


Jika ibu hamil mengalami hipotensi ortostatik dalam kadar yang ringan, biasanya hanya berlangsung dalam beberapa menit. Jangan sepelekan kondisi ini jika terjadi dalam durasi yang lebih lama. Kondisi ini bisa menjadi gejala gangguan medis lain. Tanda pusing yang terjadi dalam durasi lama kemungkinan berkaitan dengan gangguan kesehatan jantung. Apabila dibiarkan, hal ini dapat memicu terjadinya stroke dan gagal jantung. 


Baca Juga: Perlu Tahu, Pemeriksaan untuk Diagnosis Hipotensi Ortostatik



Disebabkan Tekanan Darah Rendah dan Kehamilan


Umumnya, kehamilan dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh wanita, salah satunya perubahan tekanan darah. Ibu hamil kebanyakan pasti pernah mengalami perubahan tekanan darah, entah itu naik ataupun turun. Kondisi ini normal terjadi.


Naik atau turunnya tekanan darah terjadi karena sirkulasi darah yang meluas selama kehamilan dan perubahan hormonal, yang mengakibatkan pembuluh darah melebar dan tekanan darah menurun. Walaupun begitu, kondisi ini sebaiknya tidak disepelekan. Apalagi jika terjadi pada trimester pertama dan kedua kehamilan. 


Hipotensi ortostatik lebih rentan dialami oleh orang yang memiliki kelainan fungsi jantung, gangguan kelenjar endokrin, gangguan sistem saraf, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Gangguan ini juga sering dialami orang yang berusia di atas 65 tahun, tidak bergerak secara aktif, dan sering mengonsumsi alkohol. 


Pada kasus tertentu, tekanan darah rendah pada ibu hamil kemungkinan sebagai gejala komplikasi di awal kehamilan. Itulah pentingnya bagi ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan kehamilan rutin, terutama jika mengalami gejala menyerupai hipotensi ortostatik. 


Gejala utama dari hipotensi ortostatik adalah munculnya rasa pusing saat bangkit dari duduk atau berbaring. Pengidap juga mungkin mengalami gejala lain seperti mual, gangguan penglihatan, badan terasa lemas, linglung, atau kehilangan kesadaran alias pingsan. 


Baca Juga: Wanita Hamil Rentan Alami Hipotensi Ortostatik, Ini Alasannya


Hal yang dikhawatirkan terjadi adalah pusing yang dialami ibu hamil saat mengalami hipotensi ortostatik mengakibatkan terjatuh saat berdiri. Kondisi ini dapat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Untuk menghindarinya, sebaiknya ibu tidak berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring. 


Ibu hamil juga sebaiknya menghindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat, sehingga aliran darah tidak terganggu. Perbanyaklah konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi tinggi, cukupi pula kebutuhan air putih untuk membantu mencegah hal yang tidak diinginkan saat terjadi tekanan darah rendah.



Faktor Risiko Hipotensi pada Ibu Hamil


Tekanan darah pada ibu hamil normalnya berada di 120/80 mmHg. Apabila kurang dari itu, maka ibu hamil positif mengalami tekanan darah rendah. Kondisi ini normal jika terjadi pada 24 minggu pertama kehamilan karena aliran darah mengalir menuju plasenta. Hipotensi pada ibu hamil bisa terjadi saat tekanan darah pada angka kurang dari 90/60 mmHg. Inilah sejumlah faktornya:



  • Infeksi;
  • Anemia;
  • Dehidrasi;
  • Perdarahan;
  • Reaksi alergi;
  • Gangguan jantung;
  • Hormon kehamilan;
  • Bedrest yang terlalu lama;
  • Konsumsi obat-obatan;
  • Kekurangan nutrisi.


Baca Juga: Selain Penurunan Tekanan Darah, 5 Penyebab Hipotensi Ortostatik


Jika dibiarkan begitu saja, sejumlah kondisi tersebut dapat memicu terjadinya tekanan darah yang sangat rendah, sehingga kegagalan organ atau syok pada ibu hamil bisa saja terjadi. Sedangkan efeknya pada janin adalah berat badan rendah saat lahir. Oleh karena itu, komplikasi yang bisa membahayakan, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc jika merasakan gejalanya, ya. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!





Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Orthostatic hypotension (postural hypotension)
Healthline. Diakses pada 2020. Is It Dangerous to Have Low Blood Pressure During Pregnancy?