• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Infeksi Cacing Kremi pada Miss V
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Infeksi Cacing Kremi pada Miss V

Penyebab Infeksi Cacing Kremi pada Miss V

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 17 Januari 2022

“Kebersihan vagina yang tidak dijaga dengan baik bisa menjadi sarang parasit untuk hidup. Parasit yang mungkin menginfeksi miss V adalah cacing kremi. Infeksi cacing kremi sebenarnya paling sering terjadi di saluran pencernaan, tapi parasit ini juga bisa berpindah dan menetap di vagina.”

Penyebab Infeksi Cacing Kremi pada Miss VPenyebab Infeksi Cacing Kremi pada Miss V

Halodoc, Jakarta – Video belatung muncul di vagina yang sedang marak baru-baru ini menarik perhatian para ahli. Pasalnya, menurut para ahli, larva yang sering ditemukan pada barang-barang yang membusuk ini mustahil bisa berkembang di jaringan sehat dalam tubuh, seperti di dalam vagina.

Melansir salah satu media daring nasional, dokter kandungan dari Morula IVF Tanggerang, dr Wisnu Setyawan, SpOG(K) mengungkapkan bahwa belatung hanya hidup di jaringan mati. Kalaupun ada hewan hidup di vagina, yang lebih mungkin adalah cacing kremi. Namun, hal itu jarang dan biasanya terjadi bila kebersihan vagina sangat tidak baik. 

Terlepas dari kontroversi video viral belatung di vagina, wanita perlu memperhatikan kebersihan organ intimnya. Mengingat masih ada infeksi cacing kremi yang bisa terjadi bila kebersihan vagina tidak terjaga. 

Lantas, bagaimana cacing kremi bisa menginfeksi vagina? Ketahui penyebab infeksi cacing kremi pada miss V di sini agar kamu bisa mewaspadainya.

Bagaimana Infeksi Cacing Kremi Bisa Terjadi pada Vagina?

Infeksi cacing kremi sebenarnya paling sering terjadi di saluran pencernaan atau usus. Namun, parasit tipis berwarna putih ini juga bisa berpindah-pindah tempat di dalam tubuh manusia.

Infeksi cacing kremi bisa terjadi ketika telur cacing kremi yang berukuran sangat kecil masuk ke dalam tubuh kamu melalui mulut atau hidung. Telur ini kemudian berjalan melalui sistem pencernaan dan menetas di usus. Setelah menetas dan menjadi dewasa, cacing kremi betina akan menuju ke anus untuk bertelur yang bisa memicu rasa gatal di area tersebut.

Nah, dalam proses perpindahan tersebut, cacing dewasa bisa tersesat lalu bersarang di bagian-bagian tubuh yang tidak seharusnya, salah satunya adalah vagina. 

Sebelum video belatung di vagina viral, pernah terjadi kasus pada September 2014, di mana seorang gadis berusia 3 tahun mengalami gatal yang parah di daerah intimnya saat ia tidur di malam hari. Ketika ibunya memeriksanya, ditemukan cacing hidup yang bergerak di bagian depan vaginanya. Setelah dokter melakukan pemeriksaan, akhirnya cacing tersebut diidentifikasi sebagai E. vermicularis atau cacing kremi betina dewasa.

Melansir dari The Pediatrics Infectious Disease Journal, para ahli yang meneliti kasus tersebut menduga bahwa ada kemungkinan cacing kremi bermigrasi dari anus ke dalam vagina, dan menetap untuk beberapa waktu.

Tidak hanya menimbulkan rasa gatal yang parah, infeksi cacing kremi pada vagina juga bisa ditandai dengan gejala berupa keputihan. Kondisi ini sebaiknya jangan dibiarkan, karena infeksi cacing kremi pada vagina juga bisa memicu peradangan. Bahkan, pada kasus yang parah bisa mengganggu sistem reproduksi.

Penyebab Infeksi Cacing Kremi

Tidak sengaja menelan atau menghirup telur cacing kremi merupakan penyebab infeksi cacing kremi. Telur berukuran mikroskopis ini bisa tertelan ketika kamu mengonsumsi makanan atau minuman, atau menghisap jari yang terkontaminasi. Infeksi cacing kremi juga bisa menular dari satu orang ke orang lain.

Selain itu, berikut beberapa cara penularan infeksi cacing kremi lainnya:

  • Berbagi Perlengkapan Pribadi dengan Orang yang Terinfeksi

Telur cacing kremi juga bisa menyebar melalui kontak dengan seprai, handuk, atau pakaian dalam yang terkontaminasi dari orang yang terinfeksi.

  • Terhirup

Karena telur sangat kecil, mereka bisa terbang di udara dan terhirup. 

  • Anjing dan Kucing

Walaupun infeksi cacing kremi biasanya ditularkan dari antara orang ke orang, anjing dan kucing juga bisa membawa telur cacing di bulu mereka dan menularkannya ke manusia.

Itulah penjelasan mengenai penyebab cacing kremi pada vagina. Bila kamu mengalami gejala-gejala seperti keputihan dan rasa gatal yang parah pada vagina, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kamu bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit pilihan kamu dengan buat janji melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Detik Health. Diakses pada 2022. Mustahil Belatung Hidup di Miss V, Cacing Kremi Kok Bisa? Ini Penjelasannya.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Pinworms,
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Pinworm infection.
The Pediatrics Infectious Disease Journal. Diakses pada 2022. Successful Resolution of Recurrent Vaginal Pinworm Infection With Intermittent Albendazole Administration