• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Infeksi Ginjal pada Orang Dewasa

Penyebab Infeksi Ginjal pada Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ginjal adalah salah satu organ yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup. Organ ini bertugas menyaring darah, mengatur sel darah merah, menyaring dan membuang limbah, hingga mengatur sel darah merah. Nah, sudah kebayang apa jadinya bila terjadi masalah pada ginjal?

Dari banyaknya masalah kesehatan yang bisa menghantui kesehatan organ ginjal, infeksi ginjal adalah salah satu kondisi yang perlu diwaspadai. Infeksi ginjal (pielonefritis) bisa menimbulkan beragam gejala, salah satunya kencing darah atau nanah pada urine.

Ingat, infeksi ginjal bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Pertanyaannya, apa sih penyebab infeksi ginjal pada orang dewasa? 

Baca juga: 3 Tes untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Penyebab Infeksi Ginjal

Sebagian besar infeksi ginjal dimulai sebagai infeksi kandung kemih yang bergerak ke hulu untuk menginfeksi salah satu atau kedua ginjal. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), paling sering infeksinya disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di usus tubuh.

Masih menurut NIDDK, dalam beberapa kasus darah dapat membawa bakteri atau virus dari bagian lain tubuh lainnya menuju ginjal sehingga menyebabkan infeksi.

Lantas, dari mana bakteri penyebab infeksi ginjal pada orang dewasa? Bakteri penyebab infeksi ginjal ini biasanya berasal dari saluran pencernaan yang keluar bersama tinja. Pada beberapa kasus, bakteri itu bisa masuk ke dalam lubang kencing dan berkembang biak di kandung kemih, serta kemudian menyebar ke organ ginjal.

Hal yang perlu ditegaskan, ada pula beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi ginjal. Contohnya:

  • Berjenis kelamin wanita. Uretra lebih pendek pada wanita daripada pada pria, yang memudahkan bakteri untuk berpindah dari luar tubuh (contohnya anus) ke kandung kemih. 
  • Memiliki penyumbatan saluran kemih.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (contohnya pengidap HIV atau AIDS, diabetes, dll).
  • Mengalami kerusakan saraf di sekitar kandung kemih.
  • Kehamilan.
  • Penggunaan kateter urine untuk jangka panjang.
  • Kelainan bentuk saluran kemih.

Nah, bagi dirimu yang memiliki faktor risiko di atas, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi ginjal.

Baca juga: Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih Sampai Tuntas

Dari Demam Sampai Halusinasi

Infeksi ginjal bisa menimbulkan darah atau pada pada urine. Hal yang perlu ditegaskan, infeksi ginjal ini sering kali terjadi akibat infeksi kandung kemih sebelumnya.

Biasanya seseorang akan mengalami keluhan seputar infeksi ginjal sekitar dua hari setelah infeksi terjadi. Nah, berikut ini gejala infeksi ginjal yang bisa dialami oleh pengidapnya:

  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Nyeri di punggung, pinggang, atau selangkangan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Urine berwarna keruh, gelap, berdarah, atau berbau tidak sedap.
  • Sering buang air kecil menyakitkan.

Sementara itu, seorang anak di bawah usia dua tahun yang mengalami infeksi ginjal mungkin hanya mengalami demam tinggi. Sedangkan lansia mungkin tidak memiliki gejala yang khas. Menurut NIDDK, lansia mungkin hanya mengalami masalah dengan pemikiran seperti kebingungan atau halusinasi. 

Baca Juga: Sakit Ginjal Tanpa Cuci Darah, Mungkinkah?

Jika kamu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu yang ingin membeli obat atau vitamin untuk mengatasi keluhan kesehatan, bisa kok menggunakan aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 

Referensi:
National Institute of Health - National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2021. Kidney Infection (Pyelonephritis)
Mayo Clinic. Diakses 2021. Kidney Infection 
NHS UK. Diakses 2021. Health A-Z. Kidney Infection.