• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Kolesterol Tinggi pada Ibu Hamil

Penyebab Kolesterol Tinggi pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat kehamilan terjadi, ibu harus mengonsumsi masakan sehat untuk menjaga kesehatan diri dan janin yang dikandung. Salah satu jenis makanan yang perlu dibatasi konsumsinya adalah yang mengandung kolesterol tinggi. Saat kandungan kolesterol pada tubuh terlalu tinggi, timbunan lemak dapat terjadi di pembuluh darah yang menyebabkan beberapa gangguan berbahaya.

Maka dari itu, ibu hamil harus benar-benar membatasi makanan yang memiliki kandungan kolesterol tinggi agar tidak menimbulkan komplikasi yang berhubungan dengan persalinan. Selain makanan, terdapat beberapa penyebab lainnya yang dapat membuat kandungan kolesterol tinggi pada tubuh dari ibu hamil. Berikut ulasan lebih lengkapnya!

Baca juga: Kolesterol pada Ibu Hamil, Apa Bahayanya?

Hal yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi saat Hamil

Kolesterol adalah salah satu lemak tubuh yang diproduksi oleh hati karena memang dibutuhkan oleh tubuh. Kolesterol sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu kolesterol HDL dan LDL. Kolesterol jenis HDL dapat dikategorikan sebagai yang baik dan LDL disebut sebagai jenis yang buruk. Jika kadar kolesterol LDL terlalu tinggi di dalam tubuh, komplikasi berbahaya perlu diwaspadai.

Faktanya, kadar kolesterol yang tinggi selama kehamilan diperlukan untuk memproduksi hormon steroid, estrogen, dan progesteron, yang sangat penting untuk menjaga kehamilan tetap normal. Bayi yang sedang tumbuh dan berkembang di janin menggunakan kolesterol pada kadar yang tinggi agar pembentukan anggota tubuh dan otaknya tetap sehat.

Tingkat kolesterol dapat meningkat secara alami selama trimester kedua, yang dapat mencapai puncaknya pada trimester ketiga. Setelah itu, kadar kolesterol pada tubuh akan kembali normal sekitar empat minggu setelah melahirkan. Hal yang harus dipastikan adalah kadar LDL harus kurang dari 100 mg/dL dan kolesterol HDL harus lebih besar dari 60 mg/dL. Saat hamil, kadar kolesterol memang meningkat sekitar 25 hingga 50 persen. Peningkatan yang signifikan terjadi pada kadar kolesterol HDL.

Baca juga: Ibu Hamil Punya Kolesterol Tinggi, Apa Bahayanya?

Kolesterol jenis LDL yang terlalu tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan hipertensi yang dapat berdampak buruk pada kehamilan. Ibu hamil yang mengalaminya dapat menyebabkan kelainan yang dapat mengancam nyawa diri sendiri dan janin. Selain itu, kadar kolesterol yang terlalu rendah pada tubuh juga dapat menyebabkan persalinan prematur dan berat badan lahir rendah.

Jika ibu memiliki kolesterol tinggi bahkan sebelum hamil, pastikan untuk berdiskusi dengan dokter. Dengan begitu, ibu dapat mengetahui beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal tanpa mengonsumsi obat. Hal tersebut karena beberapa obat dapat menimbulkan efek samping pada janin. Berikut adalah beberapa cara untuk mengelola kolesterol pada tubuh:

  • Lebih banyak melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
  • Mengonsumsi lebih banyak serat.
  • Lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, seperti kacang dan alpukat.
  • Membatasi konsumsi makanan yang digoreng dan yang memiliki kandungan lemak dan gula tinggi.
  • Menambahkan makanan atau suplemen omega-3 pada pola diet yang dilakukan.

Baca juga: Benarkah Kolesterol Tinggi Membuat Sulit Hamil?

Jika seseorang yang sedang hamil dirawat karena kolesterol tinggi, dokter akan memastikan jika hal tersebut terjadi karena pengaruh kehamilan pada tubuh. Jika disebabkan oleh faktor lainnya, dokter akan menyarankan untuk menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, saat akan melakukan perubahan gaya hidup atau diet, sebaiknya meminta saran dari dokter. Ibu bisa mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc, lho. Tanpa perlu repot, komunikasi dengan dokter dapat dilakukan kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Parents. Diakses pada 2020. Is High Cholesterol During Pregnancy Normal?
Healthline. Diakses pada 2020. How to Manage Your Cholesterol Levels During Pregnancy.