• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Lansia Rentan Alami Kanker Kelenjar Air Liur

Penyebab Lansia Rentan Alami Kanker Kelenjar Air Liur

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kata “kanker” sering kali membuat sebagian orang merasa ngeri ketika mendengarnya. Alasannya simpel, penyakit ini tergolong ganas dan mematikan. Kanker sendiri terdiri dari beragam jenis, salah satunya kanker kelenjar air liur.

Kanker jenis memang tidak sepopuler kanker payudara atau pula kanker paru-paru. Akan tetapi, jangan sekali-kali menganggap remeh kanker kelenjar air liur. Kanker ini merupakan tumor ganas yang bermula pada salah kelenjar ludah. 

Serupa dengan kanker jenis lainnya, kanker kelenjar ludah yang tak diobati juga bisa menyebar ke organ atau jaringan lain. Bahkan, bisa pula menyebabkan rasa sakit pada wajah. Tuh, seram kan?

Lantas, apa sih penyebab kanker kelenjar ludah? Benarkah lansia lebih rentan mengalami kanker ini? Simak penjelasannya di bawah ini!

Baca juga: Adakah Pilihan Pengobatan Kanker Kelenjar Air Liur?

Penyebab Kanker Kelenjar Air Liur

Penyebab kanker kelenjar air liur tidak jelas. Kanker dapat disebabkan oleh perubahan DNA yang mengaktifkan onkogen (gen untuk pertumbuhan sel berlebih) atau mematikan gen supresor tumor (gen pengendali pertumbuhan sel berlebih).

Pada kebanyakan kasus, penyakit ini lebih umum terdiagnosis pada laki-laki, orang yang lebih tua, dan orang dengan riwayat keluarga memiliki kanker kelenjar air liur. Hal yang perlu digarisbawahi, ada beragam faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya kanker kelenjar air liur. Contohnya:

  • Paparan zat tertentu, seseorang yang bekerja dengan zat-zat kimia tertentu memiliki risiko untuk terserang kanker kelenjar air liur.

  • Paparan radiasi, radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker kepala juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini.

  • Usia, meski bisa terjadi pada usia berapa pun, kanker ini umumnya didiagnosis pada lansia.

Ada pula faktor risiko lainnya yang perlu diwaspadai. Sebut saja  merokok, minum alkohol, jarang makan sayur, terlalu banyak mengonsumsi lemak hewani, sering menggunakan ponsel genggam, dan paparan virus

Lalu, apa alasannya lansia lebih rentan terserang penyakit ini?  

Baca juga: Cara Mencegah Kanker Kelenjar Air Liur

Kanker dan Lansia, Apa Hubungannya? 

Hubungan antara usia dan risiko kanker masuk akal dalam beberapa hal. Menurut para ahli, seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung memiliki lebih banyak potensi paparan (faktor risiko yang memicu kanker) atau kebiasaan yang tidak sehat.

Sebut saja paparan racun, atau paparan sinar matahari dari waktu ke waktu. Ada juga kebiasaan merokok, pola makan yang tidak tepat, dan faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Nah, paparan ini dapat menyebabkan mutasi pada sel yang dapat menghindari sistem kekebalan tubuh dan berkembang menjadi kanker. 

Jangan salah, seseorang bisa saja mengembangkan sel-sel prakanker sepanjang hidupnya. Namun, ketika masih muda, sistem kekebalan tubuh masih sangat kuat, dan mampu menargetkan sel-sel itu dan membunuh mereka.

Akan tetapi, ketika usia makin bertambah lain lagi ceritanya. Sistem kekebalan tubuh kita melemah dan mungkin gagal menargetkan beberapa sel pra-kanker itu.

Baca juga: Awas, Komplikasi Akibat Kanker Kelenjar Air Liur

Keterkaitan kanker dan lansia tak hanya itu saja. Menurut ahli di National Institutes of Health (NIH) ada faktor lain yang juga berkaitan. Salah satunya metilasi DNA, suatu proses yang dapat mengganggu aktivasi gen tertentu. Jika sebuah sel tidak lagi dapat mengaktifkan program perkembangan kritis, mungkin lebih mudah baginya untuk menjadi sel kanker. Hal yang perlu ditegaskan, seiring bertambahnya usia, risiko metilasi DNA pun akan meningkat. 

Kesimpulannya, usia lanjut memiliki keterkaitan dengan risiko kanker. Namun, tak semua lansia memiliki potensi untuk mengembangkan kanker, baik kanker kelenjar ludah, payudara, hingga paru-paru. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Age and Cancer Risk.
Cancer Treatment Centers of America. Diakses pada 2020. Why does cancer risk increase as we get older?
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Salivary Gland Cancer. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Salivary Gland Tumors.