• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Penyakit Sapi Gila yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Penyakit Sapi Gila yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit sapi gila atau yang juga disebut mad cow disease merupakan penyakit yang menginfeksi hewan dan manusia. Jika menginfeksi sapi, maka penyakit ini dikenal sebagai bovine spongiform encephalopathy (BSE), sedangkan pada manusia dikenal dengan variant Creutzfeldt-Jakob disease (vCJD). 

Penyakit sapi gila yang menginfeksi hewan dan manusia disebabkan oleh protein abnormal (prion) yang dapat merusak sistem saraf pusat. Sehingga manusia ataupun hewan yang terinfeksi akan mengalami kehilangan kendali atas otot di tubuhnya, seperti sulit berjalan atau berdiri. 

Baca juga: Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Penyakit Sapi Gila

Penyebab Penyakit Sapi Gila pada Manusia

Penyakit sapi gila yang menginfeksi manusia (Creutzfeldt-Jakob) termasuk dalam kelompok penyakit pada manusia dan hewan yang dikenal sebagai transmissible spongiform encephalopathies (TSE). Penyakit ini diduga disebabkan oleh jenis abnormal suatu protein yang disebut prion. 

Pada umumnya, protein ini tidak berbahaya. Hanya saja jika mengalami perubahan bentuk maka protein dapat menjadi infeksius yang mengganggu proses biologis norma pada tubuh. Perlu kamu waspadai bahwa penyakit ini tidak menular melalui batuk, bersin, sentuhan atau kontak seksual. Penularan penyakit sapi gila ini dapat terjadi dengan cara:

  • Sporadik. Sebagian orang dengan penyakit sapi gila yang klasik tidak diketahui penyebabnya secara jelas. 
  • Keturunan. Kira-kira 5 hingga 10 persen orang dengan penyakit sapi gila mempunyai keluarga dengan penyakit ini atau diketahui positif memiliki mutasi genetik yang berkaitan dengan penyakit ini. 
  • Kontaminasi. Sebagian kecil orang dengan penyakit sapi gila mengalami kondisi ini setelah terpapar jaringan manusia tertentu setelah tindakan medis, seperti transplantasi kornea atau kulit. 

Infeksi penyakit sapi gila pada manusia diduga berkaitan dengan infeksi sapi gila pada hewan ke manusia. Sapi gila yang menginfeksi hewan atau pun manusia merupakan penyakit yang disebabkan oleh prion yang dapat merusak saraf (neurodegenerative) sehingga dapat mengancam jiwa. 

Baca juga: Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Baik?

Gejala Penyakit Sapi Gila yang Menginfeksi Manusia

Penyakit sapi gila yang menginfeksi manusia berkembang setelah seseorang mendapatkan infeksi prion dari sapi atau hewan lainnya. Ini menyebabkan penyakit sapi gila dapat mematikan orang yang lebih muda. Walaupun begitu, perkembangan penyakit ini cukup lambat, yaitu 12-13 bulan sejak terinfeksi. Pengidap sapi gila akan mengalami gangguan mental, kelumpuhan gerak, dan penurunan atau hilangnya koordinasi dengan mata dan mulut. 

Pada empat bulan pertama perkembangan penyakit sapi gila, pengidap umumnya mengalami perkembangan gangguan mental dan kognitif yang ditandai dengan gejala seperti:

  • Gangguan psikotik;
  • Dementia (termasuk pada manusia);
  • Kemampuan berpikir dan mengingat menurun;
  • Insomnia;
  • Kecemasan;
  • Menarik diri dan tampak murung. 

Jika terjadi beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Nah, sebelumnya kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc

Terkadang gejala sulit dibedakan dengan pengidap Alzheimer atau penyakit huntington. Namun untuk membedakan, penyakit sapi gila akan sangat cepat menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Pada 13 bulan sejak gejala pertama, muncul rongga seperti spons pada otak pengidap yang menyebabkan kelumpuhan serius hingga akhirnya menyebabkan kematian.

Baca juga: 5 Trik Memasak Daging Kambing yang Sehat

Belum Ada Pengobatan yang Menyembuhkan

Hingga saat ini, belum ada pengobatan untuk menghentikan perkembangan penyakit sapi gila. Namun, umumnya dokter akan memberikan sejumlah obat untuk meredakan gejala yang dialami, yaitu berupa:

  • Obat pereda nyeri yang mengandung opioid.
  • Antidepresan untuk mengatasi cemas dan depresi. 
  • Clonazepam dan sodium valproate untuk meredakan myoclonus dan tremor.

Jika pengidap memasuki tahap akhir dari penyakit, maka dokter dapat memberikan asupan makanan dan cairan melalui infus. 

Perlu diketahui, pencegahan yang efektif yaitu dengan tidak mengonsumsi daging sapi yang berasal dari negara yang sedang mewabah penyakit sapi gila. Lakukan pula pencegahan yang sama saat kamu sedang berkunjung ke wilayah yang sedang terjangkit penyakit ini. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Creutzfeldt-Jakob Disease.
WebMD. Diakses pada 2020. The Basics of Mad Cow Disease.