• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Susah Menelan yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Susah Menelan yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penyebab Susah Menelan yang Perlu Diwaspadai

“Ketika mengalami susah menelan atau disfagia, proses perjalanan makanan maupun minuman dari mulut hingga menuju ke lambung tentu membutuhkan waktu yang lebih lama dan usaha yang jauh lebih besar.”

Halodoc, Jakarta – Pengidap disfagia akan mengalami kesulitan saat menelan yang diikuti dengan rasa nyeri ketika menelan, batuk atau tersedak ketika makan maupun minum, dan nyeri pada ulu hati. Penyebab masalah kesehatan ini bisa banyak hal, misalnya ada masalah pada otot, sistem saraf, sumbatan pada bagian kerongkongan, hingga cacat kongenital atau bawaan. 

Secara sederhana, ada tiga tahapan dalam proses menelan makanan, yaitu:

  • Tahap oral. Fase ini berlangsung ketika makanan masih berada di dalam mulut. Saat berada pada fase ini, terjadi proses mengunyah makanan, lalu makanan dipindahkan dari depan ke bagian belakang mulut, dan mempersiapkan untuk menyalurkan makanan menuju ke faring dan bagian kerongkongan. 
  • Tahap faringeal. Fase ini memiliki dua proses inti, yaitu proses mendorong makanan dari mulut menuju ke esofagus dan fase perlindungan saluran napas dari masuknya makanan. Fase ini bisa dibilang berlangsung hanya selama beberapa detik. 
  • Tahap esofageal. Fase ini terjadi saat makanan telah sepenuhnya masuk ke dalam kerongkongan. Selanjutnya, makanan akan didorong dari esofagus bagian atas dengan gerakan yang mirip, seperti gelombang atau disebut dengan peristaltik. Gerakan ini dimiliki oleh saluran cerna untuk memudahkan makanan masuk ke lambung. 

Baca juga: 9 Penyebab Disfagia yang Perlu Diketahui

Apa Saja Penyebab Susah Menelan?

Susah menelan bisa terjadi karena banyak kondisi maupun gangguan kesehatan, misalnya masalah pada otot, sistem saraf, cacat bawaan, hingga terjadi penyumbatan pada bagian kerongkongan. Secara ringkas, berikut penjelasan dari keempat penyebab tersebut. 

  • Terjadi Penyempitan atau Penyumbatan pada Kerongkongan


Beberapa kondisi medis atau penyebab lain yang bisa memicu hal tersebut termasuk kanker tenggorokan, kanker mulut, masuknya benda asing, munculnya jaringan parut yang disebabkan karena GERD, gondok, esofagitis atau peradangan yang menyerang tenggorokan, hingga menjalani prosedur radioterapi. 

  • Masalah pada Kesehatan Otot


Kondisi yang bisa memicu masalah tersebut, yaitu penyakit akalasia (kondisi saat otot kerongkongan tidak lagi mampu mendorong minuman atau makanan untuk bisa menuju ke lambung). Lalu, ada pula penyakit skleroderma, gangguan autoimun yang menyerang jaringan ikat yang mengakibatkan jaringan mengalami pengerasan dan penebalan. 

Baca juga: Begini 4 Cara Mendeteksi Disfagia dengan Tepat

  • Kelainan Bawaan atau Kongenital


Kelainan bawaan atau kongenital juga bisa mengakibatkan susah menelan. Ini termasuk bibir sumbing dan cerebral palsy, yaitu kelumpuhan otak yang berujung pada masalah koordinasi dan gerakan tubuh.  

  • Masalah Kesehatan pada Sistem Saraf


terakhir adalah adanya gangguan pada sistem saraf, misalnya demensia, stroke, multiple sklerosis, miastenia gravis, penyakit parkinson, dan tumor otak. 

Kenali Gejala Susah Menelan

Ketika mengalami susah menelan atau disfagia, seseorang akan cenderung mengalami beberapa gejala, berikut ini beberapa di antaranya:

  • Kesulitan menelan makanan maupun minuman. 
  • Mengalami nyeri ketika menelan.
  • Makanan maupun minuman terasa seperti tersangkut pada bagian tenggorokan.
  • Sering batuk atau tersedak ketika sedang makan maupun minum.
  • Mengeluarkan air liur terus-menerus.
  • Kesulitan makan yang berujung pada penurunan berat badan.
  • Nyeri pada ulu hati.
  • Suara yang berubah menjadi serak.
  • Naiknya asam lambung ke tenggorokan.
  • Makanan yang telah ditelan akan kembali keluar.

Baca juga: 4 Gangguan Tenggorokan yang Bisa Diatasi Dokter THT

Semenrtara itu, apabila susah menelan terjadi pada anak-anak, gejala yang mungkin bisa terlihat antara lain:

  • Makanan maupun minuman akan sering keluar lagi dari mulut.
  • Sering muntah ketika sedang makan.
  • Menghindari atau tidak mau makan makanan tertentu.
  • Mengalami kesulitan bernapas ketika sedang makan.
  • Penurunan berat badan secara signifikan.

Segera lakukan pemeriksaan jika kamu mengalami susah menelan yang tidak kunjung membaik. Tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc langkah apa yang bisa kamu lakukan untuk menyembuhkan kondisi ini dan menghindari terjadinya komplikasi, seperti penurunan berat badan, dehidrasi, malnutrisi, hingga pneumonia. Download aplikasi Halodoc di ponselmu untuk memudahkan tanya jawab dengan dokter setiap saat. 

Referensi:

NHS UK. Diakses pada 2021. Dysphagia (Swallowing Problems).

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diseases & Conditions. Dysphagia.

Healthline. Diakses pada 2021. What Causes Difficulty in Swallowing?