• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Penyebab Tekanan Darah Rendah saat Buka Puasa

6 Penyebab Tekanan Darah Rendah saat Buka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa puasa mendatangkan berbagai manfaat kesehatan. Dilansir dari Cleveland Clinic, terdapat empat risiko utama penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan berat badan. Nah, melalui puasa, semua risiko-risiko tersebut dapat diminimalisir. 

Bagi pengidap tekanan darah tinggi, puasa membantu dalam menurunkan tekanan darah. Namun, bagaimana dengan seseorang yang punya riwayat tekanan darah rendah? Faktor apa saja yang memicu tekanan darah rendah saat puasa? Ini sejumlah hal yang perlu diketahui. 

Baca juga: Tekanan Darah Rendah atau Tinggi, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Penyebab Tekanan Darah Rendah saat Buka Puasa

Kambuhnya gejala tekanan darah rendah saat puasa berhubungan dengan gaya hidup yang dijalani selama menjalankan puasa. Berikut ini kebiasaan yang memicu tekanan darah rendah saat puasa:

  1. Melewatkan Sahur dan Menunda Buka Puasa

Sebelum menjalankan puasa, kamu harus makan sahur agar tubuh punya energi yang cukup untuk beraktivitas seharian. Ketika melewatkan sahur, tentunya kamu tidak punya cadangan energi untuk digunakan selama puasa. Hasilnya, tekanan darah menurun dan kamu merasa lemas selama berpuasa. Hal ini juga berlaku ketika kamu menunda-nunda berbuka puasa. Jadi, pastikan kamu tidak melewatkan sahur maupun menunda buka puasa.

  1. Konsumsi Makanan yang Kurang Tepat

Sebagian besar orang memilih menyajikan makanan yang praktis ketika sahur. Rasa kantuk saat bangun sahur sering menjadi alasan mengapa seseorang malas menyajikan makanan yang “layak”. Padahal, makanan sehat tidak harus yang ribet, lho!

Roti gandum, sereal dan pasta adalah pilihan yang tepat untuk mengontrol tekanan darah di angka yang normal. Alasannya makanan-makanan tersebut termasuk karbohidrat kompleks yang kaya serat, sehingga akan lebih lama untuk dicerna.

Selain itu karbohidrat kompleks, kamu bisa menambahkan kacang-kacang ke dalam menu sahur dan berbuka puasa, seperti kacang polong, kacang merah, dan kacang hijau. Kacang-kacangan telah terbukti ampuh dalam meningkatkan tekanan darah selama berpuasa. Selain mengontrol tekanan darah, makanan tinggi serat juga membuat kamu kenyang lebih lama saat puasa.

Baca juga: Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Kurang Darah & Darah Rendah

  1. Kurang Minum Air Putih

Selama berpuasa, kamu tidak bisa minum air putih sebebas hari-hari biasanya. Ketika kamu tidak minum air putih yang cukup tentunya kamu rentan mengalami dehidrasi. Selain dehidrasi, kurangnya kadar elektrolit dalam tubuh dapat menurunkan tekanan darah. Oleh sebab itu, pastikan untuk banyak minum air putih setelah berbuka dan saat sahur. Masuknya banyak cairan  membantu meningkatkan volume darah dalam arteri untuk mencegah tekanan darah rendah saat puasa.

  1. Stres

Percaya atau tidak, stres menjadi salah satu faktor menurunnya tekanan darah selama berpuasa. Untuk mengelolanya, kamu bisa melakukan meditasi, seperti teknik relaksasi, berolahraga seperti yoga atau pilates, membaca, mendengarkan musik dan melakukan aktivitas lain yang kamu senangi.

Kalau kamu masih kesulitan untuk mengelola stres, kamu mungkin perlu bicara dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui tips lain dalam mengelola stres. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

  1. Tidak Olahraga

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, olahraga adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengelola stres. Olahraga mengendalikan tekanan darah rendah yang otomatis dapat menurunkan kadar hormon stres dalam darah. Selama berpuasa, kamu dapat melakukan olahraga ringan seperti jogging atau jalan santai di sore hari. Pastikan kamu berolahraga sebanyak 2-4 kali seminggu selama 15-20 menit. 

Baca juga: 4 Panduan Aman Puasa untuk Pengidap Darah Rendah

  1. Kurang Istirahat

Kebiasaan begadang dan pola tidur yang buruk lainnya juga dapat membuat tekanan darah rendah. Perubahan pola tidur saat puasa dapat mengurangi waktu tidurmu secara drastis. Oleh karenanya, pastikan untuk tidak tidur terlalu larut dan pastikan mendapat waktu istirahat setidaknya delapan jam sehari agar tekanan darah tetap normal. 

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap mampu menjalankan puasa dengan baik meskipun memiliki tekanan darah rendah. Ingat, selalu utamakan kesehatan tubuhmu, ya!

Referensi :
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Fasting: How Does It Affect Your Heart and Blood Pressure?
Only My Health. Diakses pada 2020. What is the relationship between fasting and low blood pressure?