Perlu Tahu, Ini Penyebab Utama Terjadinya Anemia Hemolitik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Penyebab Utama Terjadinya Anemia Hemolitik

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan kondisi tubuh yang mengalami perubahan, seperti perut yang terasa tidak nyaman, jantung berdebar, pusing dan mengalami kondisi pucat. Kondisi tersebut bisa menjadi gejala dari penyakit anemia hemolitik.

Anemia hemolitik adalah penyakit yang berhubungan sel darah merah. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengalami kondisi kurang darah akibat proses penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dibandingkan proses pembentukan sel darah merah.

Baca juga: Kenali Gejala dari Penyakit Anemia Hemolitik

Pada tubuh yang sehat, sel darah merah memiliki usia 120 hari sebelum sel darah merah diganti dengan sel darah merah yang baru dan kaya oksigen secara alami. Namun, saat belum mencapai usia yang seharusnya dan sel darah merah sudah dihancurkan, kondisi ini menyebabkan sumsum tulang belakang bekerja lebih keras untuk menghasilkan sel darah merah yang baru. Jika berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sumsum tulang tidak dapat menghasilkan sel darah merah yang cukup dan terjadilah kondisi anemia hemolitik.

Inilah Penyebab Anemia Hemolitik

Tidak hanya pada orang dewasa, penyakit anemia hemolitik juga dapat dialami oleh bayi yang baru dilahirkan dan anak-anak. Kondisi anemia hemolitik bisa disebabkan karena faktor keturunan. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami anemia hemolitik yang diturunkan, seperti anemia sel sabit, sferositosis, ovalositosis, thalassemia, kekurangan enzim glukosa 6 fosfat dehydrogenase, dan kekurangan enzim piruvat kinase.

Tidak hanya masalah keturunan atau bawaan lahir, seseorang dalam mengalami kondisi anemia hemolitik karena disebabkan faktor pemicu dalam tubuhnya, seperti mengalami penyakit yang merupakan kondisi infeksi, seperti tipes, hepatitis atau paparan infeksi dari bakteri E.coli.

Memiliki penyakit autoimun juga meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi anemia hemolitik. Pengidap kanker darah berisiko mengalami anemia hemolitik. Gigitan ular berbisa, keracunan arsenik, reaksi tubuh akibat transplantasi organ menjadi penyebab seseorang alami anemia hemolitik.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Rentan Alami Anemia Hemolitik

Ketahui Gejala Anemia Hemolitik

Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika mengalami gejala yang menjadi tanda adanya kondisi anemia hemolitik dalam tubuh. Beberapa gejala yang umum dialami oleh pengidap anemia hemolitik adalah tubuh yang mengalami kondisi cepat lelah, pusing yang disertai kulit terlihat lebih pucat, demam, urine berwarna gelap, mengalami gejala penyakit kuning, perut yang terasa tidak nyaman karena adanya pembesaran bagian hati dan limpa serta jantung yang terus berdebar.

Bagi kamu pengidap kanker darah, autoimun atau mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin untuk menghindari penyakit anemia hemolitik. Penyakit anemia hemolitik juga dapat terjadi akibat efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.

Selain melakukan pemeriksaan fisik, ada pemeriksaan lain yang dilakukan dokter untuk memastikan kondisi anemia hemolitik. Penghitungan darah lengkap, pemeriksaan bilirubin, tes coombs dan aspirasi sumsum tulang dilakukan ketika seseorang dicurigai mengalami anemia hemolitik.

Baca juga: Ini Berbagai Faktor Risiko Anemia Hemolitik

Pengidap anemia hemolitik dapat melakukan pengobatan dengan beberapa cara, seperti mengonsumsi suplemen folat dan suplemen zat besi. Penggunaan obat imunosupresan juga dilakukan untuk menekan sistem imun tubuh agar sel darah merah tidak terlalu cepat dihancurkan. Melakukan suntik immunoglobulin dan transfusi darah dapat dilakukan sebagai pengobatan untuk mengatasi anemia hemolitik. Kondisi anemia hemolitik yang tidak segera diatasi bisa mengakibatkan komplikasi, seperti gangguan irama jantung, kelainan otot jantung dan gagal jantung. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Hemolytic Anemia
Web DM. Diakses pada 2019. What Causes Hemolytic Anemia?