Penyebab Terjadinya Kanker Mesothelioma yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Penyebab Terjadinya Kanker Mesothelioma yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Hampir setiap penyakit terjadi karena adanya suatu pemicu atau faktor yang dapat meningkatkan risiko. Penyakit kanker mesothelioma pun begitu. Meski penyebab pastinya belum diketahui, penyakit ini diduga terkait dengan paparan asbes atau asbestos, yaitu sejenis mineral yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. 

Lalu pertanyaannya, bagaimana paparan asbes bisa memicu kanker mesothelioma? Hal ini terjadi ketika asbes hancur dan menghasilkan serat atau debu halus, baik selama proses penambangan atau renovasi bangunan. Saking halusnya, serat atau debu tersebut dapat mudah terhirup, lalu masuk dan mengendap di paru-paru, kemudian memicu pertumbuhan sel kanker.

Baca juga: Gejala Mesothelioma Muncul secara Bertahap, Ini Penjelasannya

Berdasarkan penjelasan mengenai penyebab dari kanker mesothelioma tadi, dapat diketahui bahwa risiko kanker ini cukup tinggi pada orang-orang yang:

  • Memiliki lingkungan kerja yang rentan terpapar asbes, seperti tambang mineral, lokasi konstruksi, industri otomotif, pembangkit listrik, industri tekstil, dan pabrik baja.

  • Bertempat tinggal di bangunan tua atau lingkungan yang tanahnya mengandung asbes.

  • Memiliki anggota keluarga yang bekerja di lingkungan yang rentan paparan asbes. Karena serat asbes dapat menempel di kulit dan pakaian, dan terbawa ke dalam rumah atau lingkungan lain.

  • Memiliki riwayat mesothelioma atau kelainan genetika yang meningkatkan risiko kanker.

Selain asbes, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker mesothelioma, meskipun jarang terjadi. Di antaranya adalah paparan mineral erionite, paparan radiasi dari bahan kimia thorium dioksida yang digunakan dalam pemeriksaan foto Rontgen hingga tahun 1950-an, dan terinfeksi simian virus (SV40).

Gejala yang Berbeda tergantung Jenisnya

Gejala kanker mesothelioma dapat bervariasi, tergantung bagian tubuh mana yang dijangkiti sel kanker. Berdasarkan bagian tubuh yang terserang itu, kanker mesothelioma pun terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Mesothelioma Pleura (Pleural Mesothelioma)

Kanker mesothelioma jenis ini terjadi pada organ paru-paru, tepatnya pada selaput paru-paru yang bernama pleura. Dibandingkan jenis lainnya, kanker mesothelioma jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. 

Gejala yang umum dialami oleh pengidap kanker mesothelioma pleural adalah:

  • Demam disertai keringat, terutama pada malam hari.

  • Rasa lelah yang berlebihan.

  • Batuk disertai rasa nyeri yang tidak tertahankan.

  • Sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru, tepatnya di rongga pleura, yaitu ruangan antara kedua lapisan pleura yang melapisi paru-paru.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

  • Nyeri dada.

  • Pembengkakan dan perubahan bentuk pada ujung jari (jari tabuh).

  • Muncul benjolan pada jaringan di bawah permukaan kulit area dada.

Baca juga: Adakah Pencegahan Mesothelioma yang Bisa Dilakukan?

2. Mesothelioma Peritoneum (Peritoneal Mesothelioma)

Merupakan jenis kanker mesothelioma yang menyerang peritoneum atau selaput rongga perut. Gejala yang dialami oleh pengidap kanker mesothelioma jenis ini dapat berupa:

  • Hilangnya nafsu makan.

  • Berat badan menurun drastis.

  • Diare.

  • Konstipasi.

  • Nyeri di bagian perut.

  • Pembengkakan di area perut.

  • Muncul benjolan di perut.

  • Gangguan buang air besar dan buang air kecil.

3. Mesothelioma Perikardium (Pericardial Mesothelioma)

Adalah jenis kanker mesothelioma yang cukup jarang terjadi. Mesothelioma perikardium biasanya menimbulkan gejala berupa nyeri dada dan gangguan pernapasan.

4. Mesothelioma Testis (Testicular Mesothelioma) 

Sama seperti jenis perikardium, kanker mesothelioma testis juga terbilang jarang terjadi. Kanker mesothelioma jenis ini menyerang lapisan pelindung testis atau buah zakar. 

Semua gejala dari berbagai jenis kanker mesothelioma yang telah dipaparkan tadi umumnya berkembang secara bertahap dan biasanya membutuhkan waktu sekitar 20-30 tahun hingga muncul gejala. Pada stadium awal, pengidap kanker mesothelioma mungkin saja tidak merasakan adanya gejala. Namun seiring waktu, ketika sel kanker telah berkembang dan menyebar ke organ lainnya, berbagai gejala baru akan terasa.

Nah, jika kamu merasakan ada gejala yang tidak beres pada tubuhmu, apapun itu, jangan ragu untuk mendiskusikan kondisimu dengan dokter. Agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: 4 Pengobatan untuk Atasi Sindrom Mesothelioma

Rangkaian Pemeriksaan untuk Deteksi Kanker Mesothelioma

Ketika dokter mencurigai adanya kanker mesothelioma yang bersarang pada seseorang, beberapa pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk memastikan diagnosis. Berikut beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan:

  • Foto Rontgen, untuk mendeteksi adanya kelainan, seperti penebalan di lapisan paru, cairan di rongga pleura, atau perubahan bentuk paru.

  • CT scan, untuk memeriksa area dada dan perut, serta mendeteksi adanya tanda kanker, menentukan lokasi kanker, dan memeriksa apakah kanker telah menyebar ke organ tubuh lain.

  • PET (Positron Emission Tomography). Pemeriksaan dengan menggunakan senyawa yang mengandung atom radioaktif yang disuntikkan ke dalam tubuh untuk mendapatkan gambaran detail dari jaringan yang dicurigai terdapat sel kanker.

  • MRI, untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail dari jaringan menentukan lokasi tumor.

Nah, untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!