• Home
  • /
  • 4 Penyebab Trigger Finger yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Trigger Finger yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
4 Penyebab Trigger Finger yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami jari kaku saat sedang mengetik di komputer atau ketika menggunakan ponsel? Jika iya, bisa jadi kamu mengalami kondisi yang bernama trigger finger, yaitu kondisi ketika jari terkunci atau kaku pada posisi menekuk atau meregang. Trigger finger terjadi ketika selubung pelindung yang mengelilingi tendon jari mengalami peradangan, sehingga tendon tidak bisa bergerak secara leluasa dan jari tangan kaku dalam satu posisi.

Meski belum diketahui secara pasti penyebab munculnya trigger finger, ada beberapa hal yang diduga dapat memicu kondisi ini, yaitu:

  1. Melakukan aktivitas yang membuat ibu jari atau jari-jari lainnya mendapat tekanan kuat.

  2. Menggenggam suatu benda dengan sangat kuat dalam waktu lama.

  3. Pernah mengalami cedera di bagian telapak tangan atau pangkal jari.

  4. Mengidap kondisi medis tertentu, seperti rheumatoid arthritis, diabetes, dan asam urat.

Baca juga: 4 Cara untuk Meredakan Trigger Finger Ringan

Bagaimana Mengatasi Trigger Finger?

Biasanya, orang yang mengalami trigger finger akan merasakan nyeri di pangkal jarinya, terutama ketika menekuk atau meluruskan jari. Namun selain rasa nyeri, trigger finger juga akan menyebabkan munculnya gejala lain, seperti benjolan di pangkal jari dan terdengar bunyi ketika jari ditekuk atau diluruskan. Jika kamu mengalaminya, jangan ragu untuk bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc ya, yang bisa kamu hubungi lewat chat, kapan dan di mana saja.

Untuk pengobatannya, sebenarnya sangat bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan lamanya kondisi terjadi. Secara umum, berikut beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi trigger finger:

1. Istirahat

Langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah mengistirahatkan jari-jari dari kegiatan yang sifatnya berulang, seperti menggenggam ponsel atau mengetik. Hal ini bertujuan untuk meredakan peradangan pada selubung tendon jari. Setidaknya, batasi kegiatan seperti itu selama 3-4 minggu.

2. Kompres Dingin

Untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul dan benjolan di pangkal jari, kamu bisa mengompresnya dengan menggunakan air dingin setiap hari, selama 10-15 menit. Selain itu, kamu juga dapat merendam jari yang terkena trigger finger ke dalam air hangat untuk mengurangi kekakuannya.

Baca juga: Jari Tangan Membengkak? Ini Penyebabnya

3. Hand Splint

Hand splint adalah alat yang dapat digunakan untuk menjaga jemari yang mengalami trigger finger, agar tidak menekuk ketika kamu sedang tidur. Selain itu, penggunaan hand splint juga bertujuan untuk mengistirahatkan selubung tendon jari yang meradang agar cepat kembali normal. Penggunaan hand splint ini biasanya dapat dilakukan selama 6 minggu.

4. Obat Pereda Nyeri dan radang

Sebagai solusi jangka pendek untuk meredakan gejala nyeri, mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, bisa dilakukan. Bicarakanlah pada dokter tentang obat seperti apa yang bisa dikonsumsi. Jika mendapatkan resep dari dokter, kamu bisa membeli obatnya lewat aplikasi Halodoc, lho. Tak perlu pergi ke apotik, obatnya akan diantar ke alamatmu dalam 1 jam.

5. Obat Steroid Suntik

Penyuntikan obat steroid ke selubung tendon juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi trigger finger. Biasanya diperlukan hingga dua kali suntikan untuk mengurangi peradangan di selubung tendon jari.

Baca juga: Jari Sering Kesemutan atau Mati Rasa? Awas Terserang CTS Carpal tunnel syndrome

6. Operasi

Jika cara-cara sebelumnya tidak juga efektif untuk mengatasi trigger finger, kemungkinan dokter akan menyarankan tindakan pembedahan. Secara umum, ada dua jenis pembedahan yang bisa dilakukan, yaitu bedah terbuka dan bedah perkutaneus. Bedah terbuka dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada bagian pangkal jari dan memotong secara terbuka bagian selubung tendon yang mengalami peradangan. 

Sementara itu, bedah perkutaneus dilakukan dengan cara memasukkan jarum ke dalam jaringan di sekitar tendon yang meradang dan menggerakkannya untuk menghentikan penyempitan.

Itulah beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi trigger finger. Mulai dari sekarang, agar kamu tidak mudah terkena trigger finger, lakukanlah peregangan jari sebelum memulai kegiatan yang banyak menggunakan tangan dan jari, apalagi yang berulang. Bila perlu, segera kunjungi dokter ortopedi jika pengobatan secara mandiri di rumah tidak bisa mengurangi gejala yang dialami.

Referensi:
American Academy of Ortopaedic Surgeons Orthoinfo. Diakses pada 2020. Trigger Finger.
National Health Services. Diakses pada 2020. Trigger Finger.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Trigger Finger & De Quervain's Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020.Trigger Finger.
Harvard Medical School. Diakses pada 2020. Trigger Finger.
Healthline. Diakses pada 2020. Trigger Finger.
WebMD. Diakses pada 2020. Trigger Finger.