Inilah yang Perlu Diketahui tentang Anemia Hemolitik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Anemia Hemolitik

Halodoc, Jakarta - Anemia hemolitik merupakan penyakit yang terjadi ketika tubuh kekurangan darah akibat kehancuran sel darah merah yang lebih cepat dibanding dengan pembentukannya. Penyakit yang satu ini merupakan penyakit berbahaya, karena dapat menimbulkan komplikasi, seperti gagal jantung dan gangguan irama jantung. Apa yang jadi penyebabnya?

Baca juga: Kenali Gejala dari Penyakit Anemia Hemolitik 

Penyebab yang Mendasari Terjadinya Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik merupakan kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam darah tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh tingginya tingkat kerusakan sel darah merah. Kerusakan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor pemicu, beberapa di antaranya:

  1. Mengidap tipes, yaitu penyakit yang terjadi karena adanya infeksi bakteri Salmonella typhi

  2. Mengidap hepatitis, yaitu penyakit peradangan yang terjadi di hati

  3. Mengidap infeksi virus Epstein-Barr, yaitu infeksi virus yang terjadi melalui cairan tubuh, terutama air liur. 

  4. Mengidap anemia hemolitik autoimun (AIHA), yaitu penyakit kelainan sel darah.

  5. Mengidap lupus, yaitu penyakit peradangan kronis karena sistem imun yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri.

  6. Mengidap rheumatoid arthritis, yaitu peradangan sendi karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. 

  7. Mengidap kolitis ulseratif, yaitu peradangan kronis yang terjadi pada usus besar.

  8. Mengidap kanker darah.

  9. Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu.

  10. Keracunan zat berbahaya, seperti arsenik atau timah.

  11. Menjalani transfusi darah dari orang dengan golongan darah yang berbeda.

Untuk menghindari terjadinya anemia hemolitik yang semakin parah, jika kamu memiliki sejumlah faktor risikonya, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan.

Baca juga: Ini Berbagai Faktor Risiko Anemia Hemolitik

Gejala yang Muncul pada Pengidap Anemia Hemolitik

Gejala yang muncul di tahap awal perkembangan anemia hemolitik biasanya akan ringan. Namun, gejala akan bertambah parah secara perlahan atau tiba-tiba. Gejala yang dialami pada masing-masing pengidapnya pun akan berbeda-beda. Gejala-gejalanya meliputi:

  • Kulit pucat.

  • Pusing.

  • Tubuh cepat lelah.

  • Demam.

  • Urine berwarna gelap.

  • Penyakit kuning.

  • Jantung berdebar.

Jika kamu mengalami sejumlah gejala, segera periksakan diri ke dokter, terutama jika kamu mengalami penyakit kuning dan jantung berdebar. Ingat, penanganan yang tepat akan menghindarimu dari komplikasi yang dapat membahayakan nyawamu.

Baca juga: Begini Diagnosis Anemia Hemolitik yang Tepat

Langkah Pencegahan Anemia Hemolitik

Pencegahan yang dilakukan pada pengidap anemia hemolitik akan tergantung pada penyebab yang mendasari. Pengidap anemia hemolitik yang disebabkan oleh efek samping obat-obatan dapat mencegah dengan berhenti mengonsumsi obat dapat menimbulkan anemia hemolitik.

Pada pengidap anemia hemolitik yang memiliki infeksi, pencegahan dapat dilakukan dengan langkah berikut ini:

  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang terkena infeksi.

  • Hindari tempat-tempat dengan kerumunan orang banyak.

  • Jangan lupa mencuci tangan dan menggosok gigi secara rutin untuk menghindari penyebaran virus dan bakteri.

  • Hindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang.

  • Lakukan vaksinasi flu setiap tahun.

Anemia hemolitik yang dipicu oleh sejumlah faktor risiko yang telah disebutkan tersebut masih bisa ditangani dengan terlebih dulu mengatasi apa yang menjadi penyebab. Sedangkan anemia hemolitik yang disebabkan oleh faktor keturunan tidak dapat dicegah. Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan menjalani konsultasi genetik guna mengetahui seberapa besar peluang penyakit ini diturunkan ke anak.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What Causes Hemolytic Anemia?
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2019. Hemolytic Anemia.