• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Wanita Lebih Rentan Alami Gangguan Kecemasan

Penyebab Wanita Lebih Rentan Alami Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan kecemasan merupakan kondisi yang rentan terjadi pada wanita dan ditandai dengan rasa takut yang berlebihan dan gelisah. Saat gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, maka akan memicu munculnya risiko depresi hingga bunuh diri. Berikut alasan mengapa wanita rentan mengalami kecemasan!

Baca juga: Ini 3 Jenis Gangguan Kecemasan yang Umum

Ini Alasan Mengapa Wanita Rentan Mengalami Kecemasan 

Mengapa wanita rentan mengalami kecemasan? Menurut penelitian yang dilakukan, kondisi tersebut disebabkan oleh perbedaan otak dan hormon pada wanita yang terkait dengan proses reproduksi pada wanita, seperti menstruasi, kehamilan, serta menopause. Karena hal tersebut, wanita rentan mengalami kecemasan ketimbang pria. Saat hamil akan terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesteron, sehingga meningkatkan risiko gangguan otak.

Di samping faktor biologis yang dialami wanita, antara wanita dan laki-laki memiliki perbedaan dalam menanggapi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan mereka. Wanita lebih rentan mengalami stres, sehingga memicu munculnya rasa cemas berlebihan. Saat menghadapi stres, wanita juga lebih sulit untuk mencari jalan keluarnya.

Hal-hal tersebut yang membuat wanita rentan mengalami kecemasan ketimbang pria. Kondisi tersebut perlu disadari untuk mencegah kecemasan menjadi lebih kronis. Saat mengalami gejalanya, silahkan diskusikan dengan psikolog atau psikiater di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah penanganan yang harus kamu lakukan. Hal tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental.

Baca juga: Awas, 5 Kondisi Ini Berisiko Buat Gangguan Kecemasan Kambuh

Begini Langkah Mengatasi Gejala Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan sendiri memiliki beragam jenis, di antaranya adalah gangguan kecemasan menyeluruh, serangan panik, hingga fobia. Secara umum kondisi tersebut dapat ditangani dengan melakukan psikoterapi yang didukung dengan mengonsumsi obat-obatan.

Salah satu psikoterapi yang umum dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini akan mengarahkan cara berpikir pengidap, cara bereaksi, serta berperilaku saat gejala gangguan kecemasan muncul. Selain psikoterapi dan obat-obatan, berikut langkah mengatasi gejala gangguan kecemasan dengan langkah sederhana.

1.Menarik Napas Dalam

Menarik napas dalam dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks dan mengurangi aktivitas saraf di otak yang menyebabkan rasa cemas. Caranya dengan menarik napas dan tahan selama lima detik, lalu lepaskan kembali secara perlahan-lahan.

2.Hindari Kafein dan Alkohol

Jika dikonsumsi terlalu sering, alkohol justru dapat memicu gangguan cemas. Konsumsi kafein dalam bentuk kopi, cokelat, atau teh dapat memicu dan memperburuk gejala kecemasan.

3.Curhat dengan Orang Terdekat

Curhat menjadi salah satu cara mengatasi gejala gangguan kecemasan. Selain curhat dengan orang terdekat, kamu bisa mencari support group yang berisi orang-orang dengan keluhan yang serupa.

4.Me Time

Terkadang kecemasan disebabkan oleh meningkatnya hormon stres. Salah satu cara mengatasi gejala gangguan kecemasan adalah dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai, sehingga gejala cemas pun dapat mereda.

5.Cukup Makan dan Minum Air Putih

Ketika merasa cemas, seseorang cenderung melupakan waktu makan. Padaha,l kadar gula darah yang rendah karena terlambat makan dapat memicu seseorang menjadi mudah emosi dan cemas. Selain itu, kekurangan cairan atau dehidrasi dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan memperburuk gejala cemas yang muncul.

Baca juga: Gerakan Yoga untuk Mencegah Gangguan Kecemasan Umum

Keefektivitasan langkah mengatasi gejala gangguan cemas tersebut tidak akan memberikan dampak yang sama pada setiap orang dengan gangguan kecemasan. Hal terpenting untuk mengatasi gejala gangguan kecemasan yang muncul adalah mengetahui penyebab rasa cemas yang muncul, kemudian menentukan cara yang tepat untuk meredakannya.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Women are more likely to suffer from anxiety than men.
Healthline. Diakses pada 2020. When in Doubt, Shout It Out! 8 Drug-Free Ways to Battle Anxiety.