• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyesuaian Gaya Hidup untuk Pengidap Gagal Ginjal
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyesuaian Gaya Hidup untuk Pengidap Gagal Ginjal

Penyesuaian Gaya Hidup untuk Pengidap Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 April 2021
Penyesuaian Gaya Hidup untuk Pengidap Gagal Ginjal

Halodoc, Jakarta - Gagal ginjal terjadi ketika organ tersebut mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa lagi menjalankan fungsinya. Selain rutin menjalani cuci darah, pengidap gagal ginjal perlu melakukan penyesuaian gaya hidup. Dengan begitu, kualitas hidup bisa meningkat, dan terhindar dari risiko komplikasi akibat gagal ginjal. 

Namun, apa saja penyesuaian gaya hidup yang perlu dilakukan oleh seseorang setelah didiagnosis gagal ginjal? Simak lebih lanjut dalam pembahasan berikut ini!

Baca juga: Mana yang Berbahaya, Gagal Ginjal Akut atau Gagal Ginjal Kronis?

Begini Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Gagal Ginjal

Saat didiagnosis gagal ginjal, ada beberapa perubahan atau penyesuaian gaya hidup yang perlu dilakukan, yaitu:

1.Batasi Asupan Garam dari Makanan

Salah satu perubahan pertama yang harus dilakukan oleh seseorang yang didiagnosis gagal ginjal adalah pada pola makan. Secara umum, pola makan yang lebih sehat dan seimbang membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Untuk pengidap gagal ginjal, kamu harus mengubah pola makan dengan mengurangi asupan garam atau natrium. Ketika ginjal tidak lagi berfungsi, natrium dan cairan ekstra dapat menumpuk di tubuh. Hal ini dapat menyebabkan edema atau pembengkakan pada berbagai bagian tubuh dan peningkatan tekanan darah.

2.Pantau Asupan Mineral

Pengidap gagal ginjal juga perlu mengurangi asupan mineral, termasuk fosfor dan kalium. Sebab, kelebihan fosfor dapat menumpuk di tubuh. Penumpukan tersebut dapat mengurangi jumlah kalsium dalam tulang, melemahkannya dan membuatnya lebih mudah patah. 

Sementara itu, kalium membantu mengatur detak jantung. Namun, jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, kalium dapat menumpuk di dalam tubuh dan meningkatkan risiko detak jantung tidak teratur (aritmia) atau serangan jantung. 

Baca juga: Anak-Anak Juga Bisa Terkena Gagal Ginjal Akut

3.Capai Berat Badan yang Sehat

Pengidap gagal ginjal juga perlu melakukan perubahan gaya hidup untuk membantu menurunkan tekanan darah. Sebab, tekanan darah tinggi, atau hipertensi, dapat berkontribusi pada perkembangan gagal ginjal. Itulah sebabnya bisa dirasa perlu, dokter akan menyarankan untuk menurunkan berat badan yang lebih sehat.

Salah satu cara mencapainya adalah dengan melakukan olahraga rutin. Meski begitu, jika berat badan sudah dinilai ideal, olahraga rutin tetap diperlukan untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Cobalah olahraga ringan secara rutin, setidaknya 30 menit setiap harinya.

4.Berhenti atau Hindari Merokok

Pengidap gagal ginjal yang juga merupakan perokok, harus menghentikan kebiasaannya. Rokok dapat membuat aliran darah ke ginjal menjadi terhambat, serta memperburuk gagal ginjal yang diidap.

Baca juga: Begini Prosedur Cuci Darah Ketika Mengalami Gagal Ginjal

Itulah beberapa penyesuaian gaya hidup yang perlu dilakukan pengidap gagal ginjal. Kepatuhan terhadap gaya hidup tersebut dapat menurunkan risiko kematian pada pengidap gagal ginjal, menurut sebuah studi baru di American Journal of Kidney Diseases dari National Kidney Foundation .

Studi tersebut menemukan bahwa pengidap gagal ginjal yang tidak merokok, aktif secara fisik, makan makanan yang sehat (terdiri dari lebih banyak buah-buahan, sayuran dan biji-bijian serta lebih sedikit daging merah dan gula) dan memiliki indeks massa tubuh antara 20-25, mengurangi risiko kematian sebesar 68 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gaya hidup seperti itu.

Jadi, jika kamu mengidap gagal ginjal, selain mematuhi jadwal cuci darah yang ditentukan dokter, penting untuk melakukan penyesuaian gaya hidup seperti yang dijelaskan tadi. Selain itu, lakukan juga pemeriksaan tekanan darah secara rutin, untuk memantau status kesehatan yang dimiliki.

Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Jika ingin melakukannya di rumah, kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk memesan layanan pemeriksaan laboratorium.

Referensi:
National Kidney Foundation. Diakses pada 2021. Lifestyle Modifications Improve CKD Patient Outcomes.
Dispatch Health. Diakses pada 2021. 5 Important Lifestyle Changes to Make When Diagnosed With Chronic Kidney Disease.