• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Peran Keluarga dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak

Peran Keluarga dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Peran Keluarga dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak

“Bukan hanya kesehatan fisik, kesehatan mental anak juga penting untuk dijaga. Sebab dengan kesehatan mental yang baik, anak mampu berkembang di lingkungan sosial dengan lebih baik. Oleh sebab itu, jika anak menunjukkan gejala gangguan kesehatan mental, maka keluarga juga perlu mewaspadainya dan mengajaknya ke psikolog untuk dilakukan evaluasi dan perawatan yang mungkin dibutuhkan.”

Halodoc, Jakarta – Bagi orangtua, akan sangat mudah bagi mereka untuk mengidentifikasi kebutuhan fisik anak mereka. Mulai dari makanan bergizi, pakaian hangat saat cuaca dingin, dan waktu tidur pada jam yang wajar. Namun, kebutuhan mental dan emosional anak mungkin tidak begitu jelas. Padahal kesehatan mental anak juga memainkan peran yang penting. 

Saat kesehatan mental anak terjaga dengan baik, maka ini akan memungkinkan anak untuk berpikir jernih, memiliki perkembangan sosial yang baik, dan mempelajari keterampilan baru. Selain itu, menemani anak dan memberikan kata-kata penyemangat dari orang dewasa juga penting untuk membantu anak-anak mengembangkan kepercayaan diri, harga diri yang tinggi, dan pandangan emosional yang sehat tentang kehidupan.

Baca juga: Ini Tips Mendidik Anak Agar Sehat Secara Mental 

Yang Bisa Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Mental Anak

Ada beberapa hal yang semua anggota keluarga bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental anak. Beberapa di antaranya yaitu:

Berikan Anak Pujian 

Mendorong langkah pertama anak-anak atau kemampuan mereka untuk mempelajari permainan baru, dapat membantu mereka mengembangkan keinginan untuk mengeksplorasi dan belajar tentang lingkungan mereka. Biarkan anak-anak bereksplorasi dan bermain di tempat yang aman. Yakinkan mereka dengan tersenyum dan seringlah berbicara dengan mereka. Jadilah peserta aktif dalam setiap kegiatan mereka. Perhatian dari keluarga akan membantu membangun kepercayaan diri dan harga diri anak.

Tetapkan Tujuan Realistis

Anak kecil membutuhkan tujuan realistis yang sesuai dengan ambisi mereka dan kemampuan mereka. Dengan bantuan keluarga, anak yang lebih besar dapat memilih kegiatan yang menguji kemampuan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Jujur

Jangan sembunyikan kegagalan yang anggota keluarga alami dari anak-anak. Penting bagi mereka untuk mengetahui bahwa semua orang pasti membuat kesalahan. Dengan mengetahui bahwa orang dewasa tidak sempurna bisa membantu mereka memahami kehidupan. 

Hindari Komentar Sarkastik

Jika seorang anak kalah dalam permainan atau gagal dalam ujian, cari tahu bagaimana perasaannya tentang situasi tersebut. Anak-anak mungkin berkecil hati dan membutuhkan obrolan yang menyegarkan. Kemudian, ketika mereka siap, bicaralah kepada mereka. Menerima kegagalan atau kekalahan adalah salah satu cara terbaik untuk menguatkan kesehatan mental anak.

Menyemangati Anak-Anak

Jangan hanya meminta anak untuk berusaha melakukan yang terbaik, tetapi minta mereka untuk menikmati prosesnya juga. Mencoba aktivitas baru akan mengajarkan anak-anak tentang kerja tim, harga diri, dan keterampilan baru.

Baca juga: Deteksi Dini Gangguan Mental pada Anak 

Kapan Perlu Mengajak Anak ke Psikolog?

Ada banyak cara untuk membantu mencapai kesehatan mental anak yang baik. Berbagi kekhawatiran dengan psikolog adalah salah satunya. Bicaralah dengan psikolog atau dokter anak jika: 

  • Anak memiliki perilaku yang tidak biasa untuk sementara waktu, atau jika perilaku tersebut mengganggu kemampuan anak untuk beraktivitas, belajar, atau bahkan untuk istirahat.
  • Anak memiliki kekhawatiran tentang kesehatan emosional dan mental mereka. 

Sementara itu, ada juga tanda-tanda gangguan kesehatan mental anak yang mungkin menunjukkan bahwa anak perlu bantuan atau evaluasi profesional:

  • Menurunnya prestasi sekolah.
  • Nilai buruk meskipun sudah belajar.
  • Kekhawatiran atau kecemasan.
  • Penolakan berulang kali untuk pergi ke sekolah atau ikut serta dalam kegiatan anak-anak.
  • Hiperaktif atau gelisah.
  • Mimpi buruk yang terus-menerus.
  • Ketidaktaatan atau agresi yang terus-menerus.
  • Sering marah-marah.
  • Depresi, kesedihan atau lekas marah.

Baca juga: Inilah Hubungan Kesehatan Mental Orangtua Terhadap Anak

Selain kesehatan mental anak yang diperhatikan, orangtua juga tetap perlu menjaga kesehatan fisik anak. Salah satu caranya adalah dengan memberikan asupan suplemen atau vitamin untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak. Apalagi kini kamu bisa beli suplemen atau vitamin anak di Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan juga akan segera tiba kurang dari satu jam. Praktis bukan? Yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Caring for Kids. Diakses pada 2021. Your Child’s Mental Health.
Mental Health America. Diakses pada 2021. What Every Child Needs For Good Mental Health.
Very Well Family. Diakses pada 2021. How to Improve Your Child’s Mental Health.