Peran Tes Hematologi Lengkap dalam Mendiagnosis Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Peran Tes Hematologi Lengkap dalam Mendiagnosis Penyakit

Halodoc, Jakarta - Tes hematologi lengkap merupakan pemeriksaan darah lengkap yang meliputi banyak komponen. Mulai dari sel darah putih, sel darah merah, hingga platelet. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah yang dilakukan oleh perawat atau petugas laboratorium. Caranya dengan memasukkan jarum pada pembuluh darah lengah. Selanjutnya, sampel ini akan diperiksa untuk diteliti dan dievaluasi.

Dalam dunia kesehatan, hematologi ini mempelajari tentang darah dan gangguan darah yang terjadi. Anemia, penyakit infeksi, hemofilia, hingga leukemia merupakan beberapa penyakit yang diatasi oleh bidang kedokteran hematologi.

Baca juga: Trombosit dalam Darah Tinggi Bisa Menjadi Penyakit

Memiliki Berbagai Peran Penting

Tiap orang diperkirakan memiliki darah sebanyak 7 persen dari berat badannya. Contohnya, seseorang dengan bobot 65-80 kg memiliki sekitar 4,7-5,5 liter darah dalam tubuhnya. Cairan tubuh ini memiliki berbagai peran penting dalam tubuh. Mulai dari pengangkut zat makanan, oksigen, pengontrol suhu badan, hingga berfungsi dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Nah, sudah kebayangkan betapa pentingnya peran darah dalam tubuh?

Karena darah memiliki peran vital dalam tubuh, pemeriksaan hematologi pun memiliki peran penting, yaitu untuk menelisik penyebab dari gangguan darah. Lalu, seperti apa sih peran tes hematologi lengkap untuk kesehatan?

  • Menelisik kondisi kesehatan secara menyeluruh. Tes ini bisa mengetahui ada-tidaknya penyakit dari peningkatan atau penurunan kadar sel darah yang terlihat pada hasil tes.

  • Mendiagnosis penyebab gangguan kesehatan. Melalui tes hematologi dan gejala-gejala yang terlihat (demam, bengkak, lemas, atau perdarahan), dokter bisa mendiagnosis penyakit yang diidap seseorang.

  • Memantau kondisi seseorang yang sudah terdiagnosis penyakit yang memengaruhi kadar sel darah.

  • Tes hematologi juga berperan dalam memantau penanganan penyakit.

Baca juga: Ibu Hamil Wajib Lakukan Pemeriksaan Darah, Kenapa?

Jenis-Jenis Pemeriksaannya

Ada banyak jenis pemeriksaan hematologi yang dapat dilakukan. Salah satunya, yaitu tes hematologi lengkap. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai kondisi darah secara keseluruhan dan membantu diagnosis anemia, penyakit peradangan, memantau kehilangan darah, infeksi, bahkan mendeteksi kanker. Secara garis besar, pemeriksaan hematologi ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan secara umum dan infeksi serta berbagai penyakit.

Nah, tes hematologi lengkap ini meliputi:

1. Sel Darah Putih

Ada sel darah merah, ada pula sel darah putih. Sel darah putih punya peran penting dalam fungsi tubuh. Ia merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh untuk melawan berbagai penyakit infeksi.

Bila sel darah putih tidak normal, ada kemungkinan tubuh mengalami gejala infeksi, gangguan sistem imun, atau bahkan kanker darah. Maka dari  itu, untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tujuannya jelas, untuk mencari tahu jenis sel darah putih yang abnormal.

2. Sel Darah Merah

Cek hematologi lengkap pastinya juga melibatkan pemeriksaan sel darah merah. Fungsi komponen yang satu ini, yaitu membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Lalu, apa jadinya bila kadar sel darah merah enggak normal, seperti terlalu sedikit atau banyak? Tentunya, hal ini menjadi pertanda dari masalah kesehatan tertentu. Contohnya, perdarahan, kekurangan cairan atau dehidrasi, anemia, hingga penyakit lainnya.

3. Gula Darah

Sesuai namanya, cek darah yang satu ini bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah dalam darah. Gula darah ini sendiri amat berkaitan erat dengan diabetes. Sebab, kadar gula darah yang tinggi menandai kemungkinan dari penyakit tersebut. Ketika melakukan tes ini, biasanya dirimu akan diminta berpuasa selama beberapa waktu.

4. Hematokrit

Bila komponen ini terlalu tinggi dalam tubuh, bisa saja menandai kalau tubuh sedang mengalami dehidrasi. Namun, bila kadar hematokrit rendah, mungkin saja tubuh sedang mengalami kekurangan darah (anemia). Di samping itu, kadar hematokrit yang tak normal bisa saja menandakan adanya gangguan pada darah atau sumsum tulang. Nah, hematokrit ini sendiri merupakan jumlah persentase perbandingan sel darah merah terhadap volume darah.

5. Trombosit

Trombosit berperan dalam menutup atau menyembuhkan luka dan menghentikan perdarahan, dengan sifatnya yang membekukan darah. Nah, bila tingkat trombosit dalam tubuh normal, bisa saja menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah. Gangguannya bisa berupa dua macam. Pertama, terlalu banyak pembekuan sehingga menimbulkan gumpalan darah. Kedua, menimbulkan perdarahan karena kurangnya pembekuan.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!