• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Peranan Keluarga dalam Mendampingi Pengidap Skizofrenia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Peranan Keluarga dalam Mendampingi Pengidap Skizofrenia

Peranan Keluarga dalam Mendampingi Pengidap Skizofrenia

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 31 Januari 2022

“Peran keluarga sebagai pendamping sangat penting dalam memaksimalkan proses pemulihan pengidap skizofrenia. Sebab, menelantarkan pengidap skizofrenia hanya membuat gejala semakin parah. Keluarga perlu menjamin akses ke perawatan dan memberikan dukungan tambahan yang diperlukan untuk meringankan beban pengidapnya.”

Peranan Keluarga dalam Mendampingi Pengidap Skizofrenia

Halodoc, Jakarta – Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang memengaruhi kemampuan pengidapnya untuk berpikir, berkomunikasi, merasakan, dan berperilaku dengan baik. Akibatnya, pengidap skizofrenia cenderung mengalami delusi atau halusinasi, sehingga menarik diri dari pergaulan. Meski skizofrenia tidak benar-benar dapat disembuhkan, kabar baiknya  gejalanya bisa dikendalikan melalui pengobatan dan terapi. 

Kendati demikian, bukan hanya pengobatan semata yang dibutuhkan oleh para pengidapnya. Mereka membutuhkan dukungan dan peranan keluarga untuk mendampingi. Namun, apa alasan yang mendasari pernyataan tersebut? Yuk, ketahui penjelasannya di sini! 

Baca juga: Benarkah Stigma Negatif Tentang Skizofrenia Bisa Memperburuk Kondisi?

Alasan Pendampingan dari Keluarga Sangat Penting 

Tingkat keparahan gejala pengidap skizofrenia dapat dikendalikan melalui pengobatan seumur hidup. Sayangnya, pengidap kondisi kejiwaan tertentu sering kali diperlakukan tidak adil. Mereka kerap dianggap orang yang berbahaya dan tidak stabil, bahkan oleh keluarganya sendiri. 

Hal ini berkaitan dengan stigma yang beredar di masyarakat bahwa pengidap skizofrenia tidak akan bisa hidup normal. Padahal, pengidap skizofrenia tetap dapat memiliki kualitas hidup yang baik melalui pengobatan dan dukungan keluarga. Perlu diketahui bahwa tindakan penelantaran hanya akan membuat gejala pengidap skizofrenia semakin parah.

Nah, itulah alasan peranan keluarga sebagai pendamping sangatlah penting bagi pengidap kondisi tersebut. Sebab, pendampingan berperan dalam menjamin akses ke perawatan dan memberikan dukungan tambahan yang diperlukan untuk meringankan beban pengidap skizofrenia. Tujuannya agar proses pemulihan pengidap skizofrenia berjalan secara maksimal, sehingga dirinya memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Oleh karena itu, jika kamu adalah seorang pendamping, pastikan bahwa kamu sudah siap untuk menjalani peranmu. Pasalnya, merawat dan mendukung orang yang dicintai dengan skizofrenia bisa sangat menantang. 

Baca juga: Skizofrenia Dialami Bumil, Ternyata Ini Dampaknya

Apa Saja yang Perlu Dilakukan Pendamping Pengidap Skizofrenia?

Tugas utama pendamping pengidap skizofrenia adalah mengurangi kekambuhan gejala pasca perawatan yang dilakukan di rumah sakit jiwa. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mendampingi pengidap skizofrenia, antara lain:

1. Memenuhi Kebutuhan Dasar Sehari-Hari

Sebagai pendamping, kamu memiliki kewajiban untuk mengatur dan memenuhi berbagai kebutuhan dan aktivitas pengidap skizofrenia. Nah, kamu mungkin perlu membantu dengan hal-hal seperti menyajikan dan menyuapi makanan, membuat janji bertemu dokter, hingga menemani perjalanannya. 

2. Memastikan Pengobatan Berjalan Lancar

Sebagai pendamping, tentunya kamu harus memastikan bahwa pengobatan skizofrenia berjalan lancar. Nah, berikut ini penjabaran akan kewajiban yang perlu kamu lakukan, berdasarkan jenis perawatan skizofrenia, yaitu:

  • Obat-obatan

Biasanya dokter akan meresepkan obat antipsikotik untuk menangani skizofrenia. Sebagai pendamping kamu perlu memastikan agar pengobatan berjalan efektif dengan cara melakukan beberapa hal. Misalnya seperti mengambil obat ke apotek sesuai resep, mengawasi penggunaan obat, serta memastikan bahwa orang yang kamu dampingi mengonsumsi obat sesuai resep. Selain itu, pastikan untuk selalu mencatat dan mengawasi efek samping apa saja yang timbul obat-obatan yang diresepkan. 

  • Terapi

Sebagian besar pengidap skizofrenia umumnya memerlukan psikoterapi tertentu yang bertujuan untuk mengendalikan gejalanya. Misalnya seperti terapi kelompok, terapi perilaku kognitif, hingga pelatihan keterampilan hidup dan sosial. 

Nah, sebagai pendamping yang baik, kamu perlu membantu mengantar anggota keluarga pengidap skizofrenia untuk menjalani terapi tersebut.

3. Dukungan Sosial

Salah satu hal terpenting dari pendampingan pengidap skizofrenia adalah memberikan dukungan sosial yang memadai. Sebab, pengidapnya seringkali mengalami paranoid atau delusi di mana dirinya mencurigai seseorang ingin menyakitinya, atau mendengar suara yang hanya didengarnya. Jika hal tersebut terjadi, kamu bisa bertanya tentang ketakutan yang dialami pengidap skizofrenia dengan intonasi yang lembut. 

Pastikan memberikannya ruang pribadi yang cukup sehingga dia tidak merasa terjebak atau dikelilingi. Tetap bersama pengidapnya, tetapi pada jarak yang nyaman baginya. Selanjutnya, kamu dapat menenangkan dirinya dengan cara meyakinkannya bahwa kamu akan menemaninya. 

Namun, perlu diingat bahwa dalam menghadapi pengidap skizofrenia yang menunjukkan gejala delusi atau paranoid, kamu tidak boleh mengajaknya berdebat. Di samping itu, pastikan untuk tidak meragukan delusi yang dialami pengidapnya dengan berkata bahwa hal tersebut tidaklah nyata. 

Baca juga: Kapan Ciri-Ciri Skizofrenia Mulai Muncul pada Seseorang?

Nah, itulah penjelasan mengenai peranan keluarga dalam mendampingi pengidap skizofrenia. Peran keluarga sebagai pendamping sangatlah penting dalam memaksimalkan proses pemulihan pengidap skizofrenia. Maka dari itu, jika kamu seorang pendamping, pastikan untuk memberikan dukungan sosial dan tenaga secara maksimal.

Jika kamu memiliki banyak pertanyaan seputar skizofrenia, tidak ada salahnya untuk menghubungi psikiater. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa menghubungi psikiater terpercaya lewat fitur chat/video call secara langsung. Nantinya, psikiater terpercaya akan memberikan saran dan anjuran yang tepat. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi:

Verywell Mind. Diakses pada 2021. Caregiving for Schizophrenia 
NCBI. Diakses pada 2021. Quality of life in caregivers of patients with schizophrenia: A literature review
Jurnal Psikologi Udayana. Diakses pada 2021. Dukungan Sosial Keluarga terhadap Pemulihan Orang dengan Skizofrenia (ODS) di Bali. Kadek Yah Eni dan Yohanes Kartika Herdiyanto
Pustaka Universitas Padjadjaran. Diakses pada 2021. Caring for a Family Member With Schizophrenia: The Experience of Family Carers in Indonesia. (Suryani) 
World Journal of Psychiatry. Diakses pada 2021. Positive aspects of caregiving in schizophrenia: A review 
U.S. Department of Veteran Affairs. Diakses pada 2021. Session Four – Schizophrenia and its Impact on the Family. 
University of Michigan Health. Diakses pada 2021. Schizophrenia: Helping Someone Who Is Paranoid
Journals LWW. Diakses pada 2021. Caregivers of individuals with schizophrenia: who are they and what are their challenges?