• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perawatan Area Vulva yang Perlu Diketahui

Perawatan Area Vulva yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Perawatan Area Vulva yang Perlu Diketahui

“Bagi wanita, perawatan area vulva sangat penting. organ intim wanita ini cukup rentan mengalami berbagai masalah, seperti iritasi, hingga infeksi. Perawatan yang bisa dilakukan cukup mudah. Kuncinya adalah menjaga kebersihan area vulva dengan baik.”

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin familiar dengan sebutan vagina, Miss V, atau bagian dari organ intim wanita lainnya, tetapi bagaimana dengan vulva? Sebenarnya, vulva adalah seluruh area dari organ seksual wanita, yang terletak di luar vagina. Perawatan area vulva sangat penting agar terhindar dari gejala dan masalah kesehatan yang mengganggu.

Menjaga vulva tetap sehat akan membantu mencegah infeksi dan ketidaknyamanan. Perubahan yang tidak biasa pada keputihan adalah tanda bahwa mungkin ada masalah. Seperti apa perawatan yang diperlukan? Yuk, simak lebih lanjut!

Baca juga: Vulva Membengkak, Apa Penyebabnya?

Pentingnya Perawatan Area Vulva

Seperti dijelaskan tadi vulva adalah area organ intim wanita yang terletak di luar vagina. Organ-organ ini termasuk lipatan jaringan sensitif yang disebut labia, yang memiliki dua bagian. Lipatan terluar disebut labia mayora.

Seperangkat lipatan kedua, yang disebut labia minora, tertutup di dalam labia mayora. Vulva juga berisi daerah gundukan yang dibuat oleh tulang kemaluan (mons pubis), organ bulat kecil (klitoris), lubang vagina, dan saluran kemih (uretra).

Banyak yang mungkin menyangka vulva dan vagina itu sama, padahal keduanya berbeda. Vagina adalah bagian dari vulva, dimulai dari pembukaan, yang disebut introitus atau bagian dalam labia, dan berakhir di pembukaan rahim yang disebut serviks.

Perawatan area vulva sangat penting karena banyak wanita mengalami ketidaknyamanan, infeksi vagina (vaginitis) pada satu waktu atau yang lain. Area di sekitar pintu masuk vagina (vulva) juga bisa mengalami iritasi. Langkah-langkah dapat diambil untuk meredakan dan mencegah ketidaknyamanan vulva dan infeksi vagina. 

Tidak semua infeksi vagina sama dan perawatan di rumah dapat memperburuk beberapa jenis. Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kesehatan vulva, atau melihat perubahan yang tidak biasa pada keputihan, gunakan aplikasi Halodoc untuk bicara pada dokter dan beli obat yang diresepkan kapan saja.

Baca juga: Adakah Pencegahan Efektif dari Kanker Vulva?

Tips Perawatan yang Penting

Tujuan perawatan area vulva adalah menjaga vulva tetap kering dan bebas dari iritasi. Dengan cara ini, kamu dapat mencegah vulva menjadi merah, bengkak dan teriritasi. Berikut ini tips untuk memberikan dasar untuk perawatan vagina yang baik untuk dilakukan, yaitu: 

  • Gunakan air hangat untuk membasuh vulva. Kemudian, keringkan secara menyeluruh dengan handuk bersih. (Jika vulva teriritasi, kamu dapat mencoba mengeringkannya dengan pengering rambut yang disetel dingin).
  • Hindari menggunakan produk pembersih kewanitaan. Vagina membersihkan dirinya secara alami dalam bentuk keputihan yang normal. Jangan gunakan kecuali ditentukan oleh dokter. Produk-produk ini dapat mengganggu keseimbangan alami organisme di vagina.
  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun. Hindari memakai celana dalam berbahan nilon, asetat, atau serat buatan lainnya, terutama jika memiliki kulit halus atau rentan terhadap iritasi vulva.
  • Bilas pakaian dalam dengan hati-hati. Setelah dicuci, bilas pakaian dalam dengan baik atau bilas ganda. Hindari penggunaan detergen yang terlalu banyak.
  • Cuci pakaian dalam baru sebelum dipakai. Hindari langsung memakai celana dalam yang baru dibeli, tanpa mencucinya.
  • Gunakan sabun lembut untuk mencuci pakaian dalam. Hindari pelembut kain (termasuk lembaran pengering) dan deterjen dengan enzim (amilase, lipase, protease dan selulosa).
  • Gunakan tisu toilet yang lembut. Pada beberapa orang, tisu toilet tertentu bisa menyebabkan reaksi alergi dan iritasi. Ini juga perlu diperhatikan.
  • Lebih jaga kebersihan saat menstruasi. Ketika sedang menstruasi, area vulva bisa jadi lebih lembap dari biasanya. Cobalah lebih perhatikan kebersihan, dengan rutin mengganti pembalut dan memastikan area vulva tetap kering.
  • Hindari menggaruk. Cobalah basuh dengan air hangat ketika area vulva terasa gatal. Menggaruknya hanya akan meningkatkan risiko iritasi.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai perawatan area vulva. Mudah, bukan? Sebenarnya tidak butuh perawatan yang rumit. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan, dan memastikan area vulva tidak lembap. Sebab, area yang lembap bisa jadi sarang bakteri dan jamur penyebab iritasi.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Vulvar Care.
University of Iowa Hospitals and Clinic. Diakses pada 2021. Vulvar Skin Care Guidelines.