• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perawatan Kulit untuk Mencegah Pompholyx

Perawatan Kulit untuk Mencegah Pompholyx

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pompholyx atau yang dikenal juga sebagai dishidrotik eksema adalah jenis eksim yang menyebabkan lepuh di jari-jari, telapak tangan, dan kadang-kadang telapak kaki. Lepuh tersebut dapat berisi cairan dan terasa gatal, sehingga dapat membuat pengidapnya merasa tidak nyaman. 

Sayangnya, belum ada obat yang bisa menyembuhkan pompholyx sepenuhnya, sehingga lepuh dapat datang dan pergi seiring waktu. Karena itu, jangan sampai kamu mengalami penyakit kulit tersebut. Simak perawatan kulit yang dapat membantu mencegah pompholyx di bawah ini.

Baca juga: Eksim, Penyakit Kulit Menahun yang Ganggu Penampilan

Gejala Pompholyx yang Mengganggu

Gejala yang biasanya akan terjadi ketika mengalami pompholyx adalah munculnya lepuh kecil yang terasa gatal dan berisi cairan di jari-jari tangan, telapak tangan, dan kadang-kadang di telapak kaki. Dalam kasus yang parah, lepuh yang muncul mungkin berukuran cukup besar dan dapat menyebar ke punggung tangan, kaki, dan anggota badan. 

Kulit juga dapat terinfeksi. Tanda-tanda infeksi sudah terjadi adalah lepuh menjadi sangat menyakitkan dan mengeluarkan nanah atau tertutup oleh kerak. Namun, lepuh biasanya dapat sembuh dalam beberapa minggu. Kulit biasanya cenderung menjadi kering dan pecah-pecah atau mengelupas saat mulai sembuh.

Sebenarnya Apa yang Menjadi Penyebab Pompholyx?

Pompholyx adalah penyakit kulit yang paling sering terjadi pada orang dewasa yang berusia antara 20–40 tahun. Kamu juga lebih berisiko mengalami penyakit kulit ini bila memiliki alergi, seperti alergi serbuk bunga, adanya riwayat pompholyx dalam keluarga, atau bentuk eksim lainnya.

Penyebab pasti pompholyx masih belum diketahui sampai saat ini. Namun, ada berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya pompholyx atau memperparah kondisinya, antara lain: 

  • Infeksi kulit jamur, ini mungkin terjadi di tangan atau di lokasi yang jauh dari lepuh (seperti di antara jari kaki) dan perlu diobati.

  • Reaksi alergi terhadap sesuatu, seperti logam tertentu (terutama nikel), deterjen, bahan kimia rumah tangga, sabun, sampo, produk kosmetik atau parfum.

  • Stres.

  • Keringat. Pompholyx lebih sering terjadi pada musim semi dan musim panas, saat cuaca sedang panas, karena pada saat itulah, banyak orang biasanya mengalami keringat berlebihan atau hiperhidrosis.

Baca juga: Idap Penyakit Sinusitis Alergika Bisa Picu Pompholyx?

Cara Mengobati Pompholyx

Dalam kebanyakan kasus, pompholyx akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Kadang-kadang, penyakit kulit ini hanya terjadi sekali dan tidak pernah muncul kembali. Namun, pompholyx seringkali datang dan pergi selama beberapa bulan atau tahun. Pada beberapa kasus, pompholyx dapat bertahan lama dan sulit untuk diobati.

Untuk mengobati pompholyx, dokter biasanya dapat meresepkan salep atau krim yang mengandung steroid untuk mengurangi pembengkakan dan membantu menghilangkan lepuh. Kulit dapat menyerap obat lebih optimal bila kamu mengompresnya setelah menggunakan krim. Namun, bila kamu mengalami lepuh yang parah, kamu mungkin perlu mengonsumsi obat steroid, seperti prednisone yang berbentuk pil.

Obat antihistamin, seperti diphenhydramine atau loratadine juga dapat membantu mengatasi rasa gatal. Kamu juga bisa menempelkan kompres dingin dan basah pada lepuh selama 15 menit sebanyak beberapa kali dalam sehari untuk meredakan gatal.

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Atasi Pompholyx

Cara Mencegah Pompholyx

Sebenarnya, belum ada cara yang terbukti dapat mencegah atau mengendalikan penyakit pompholyx. Namun, melakukan perawatan kulit berikut setidaknya dapat membantu memperkuat kulit dan meminimalisir terjadinya pompholyx:

  • Menggunakan pelembab di tangan dan kaki setiap hari setiap selesai mandi. Oleskan pelembap pada saat kulit masih basah agar dapat menyerap lebih optimal. 

  • Menghindari pemicu pompholyx, seperti sabun dengan pewangi atau bahan pembersih yang keras.

  • Jagalah kelembapan kulit dari dalam dengan banyak minum air putih.

Itulah perawatan kulit yang dapat kamu lakukan untuk mencegah pompholyx. Bila kamu mengalami masalah kulit tertentu, gunakan saja Halodoc untuk berbicara pada dokter. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Dyshidrotic Eczema and Itchy Blisters.
Healthline. Diakses pada 2020. Dyshidrotic Eczema.