Perawatan yang Perlu Dilakukan oleh Pengidap Kanker Laring

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kanker laring

Halodoc, Jakarta - Adanya pertumbuhan sel-sel abnormal pada kotak suara atau laring yang menjadi tumor ganas merupakan kondisi kesehatan terkait dengan kanker laring. Laring sendiri merupakan organ penting yang berperan dalam sistem pernapasan dan kemampuan berbicara manusia. Jika kanker laring terjadi, sejumlah komplikasi bisa menyerang pengidapnya.

Komplikasi yang bisa menyerang di antaranya adalah kehilangan suara, penurunan fungsi sistem imun, sesak napas, merasa kelelahan, kesulitan menelan, serta peradangan pada lapisan kerongkongan. Jika hal ini terjadi, berikut beberapa perawatan yang dapat dilakukan.

Baca juga: Bukan Cuma Menyanyi, Penyebab Laringitis Juga Bisa Bakteri

Perawatan yang Perlu Dilakukan oleh Pengidap Kanker Laring

Perawatan yang dilakukan akan sesuai dengan kondisi pengidap, serta keparahan kanker yang dialami. Biasanya, dokter akan terlebih dulu mengidentifikasi letak kanker yang tepat. Kemudian, dokter akan menentukan metode perawatan yang tepat untuk pengidap.

Seluruh perawatan yang dilakukan bertujuan untuk menghambat pertumbuhan kanker, menghancurkan, serta meredakan gejala yang muncul. Jika kondisi ini dideteksi sedini mungkin, harapan pengidap untuk sembuh secara total akan semakin tinggi. Beberapa perawatan yang perlu dilakukan untuk mencegah perkembangan kanker, antara lain:

Radioterapi

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan sinar radiasi untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, serta membunuhnya. Sayangnya, radioterapi hanya ampuh dilakukan pada kasus kanker laring yang masih tergolong ringan. Caranya adalah dengan memperkecil ukuran tumor, sehingga mudah diangkat. Selain itu, prosedur ini termasuk prosedur penunjang perawatan ketika pengidap selesai melakukan prosedur pengangkatan tumor.

Kemoterapi

Prosedur ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan khusus yang berguna untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, serta membunuhnya. Prosedur satu ini dilakukan ketika sel-sel kanker telah menyebar pada area sekitar kanker. Prosedur kemoterapi sendiri dilakukan dengan kombinasi prosedur radioterapi sebagai pengganti operasi guna menangani kanker.

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Tenggorokan

Operasi

Prosedur ini dilakukan untuk menangani kanker. Dalam menjalani prosedurnya, dokter akan menentukan tipe operasi yang dapat dilakukan. Tipe operasi yang dilakukan akan tergantung pada kondisi kesehatan pengidapnya. Beberapa prosedur operasi yang dimaksud, antara lain:

  • Reseksi endoskopi, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memotong tumor dengan alat berupa selang yang terdapat kamera dan alat potong khusus. Alat ini akan bekerja dari dalam kulit yang dimasukkan melalui mulut, sehingga tidak menimbulkan sayatan pada kulit bagian luar. Namun, prosedur ini hanya dilakukan jika tumor masih tergolong kecil.

  • Laringektomi parsial, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memotong bagian laring yang bermasalah. Bedanya, prosedur yang satu ini akan menimbulkan sayatan pada kulit bagian luar untuk mengangkat tumor. Kemudian, dokter akan meninggalkan lubang pada leher yang membantu peserta untuk berbicara dan bernapas, selama luka belum kering.

  • Laringektomi total, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memotong seluruh bagian laring. Prosedur ini dilakukan ketika kanker sudah masuk dalam stadium akhir. Karena kondisinya masuk dalam tahap yang sangat parah, peserta akan membutuhkan lubang pada leher untuk membantunya berbicara dan bernapas selamanya.

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Tenggorokan

Masing-masing prosedur yang dilakukan memiliki efek samping yang berbeda. Kembali lagi, efek samping yang ditimbulkan akan tergantung pada seberapa parah kondisi dan kesehatan peserta. Untuk lebih jelasnya, silahkan bertanya langsung pada dokter ahli di aplikasi Halodoc. Kanker laring yang dideteksi sedini mungkin dapat menghindarkan kamu dari komplikasi yang berbahaya.

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). Laryngeal Cancer.
NHS (Diakses pada 2019). Laryngeal (Larynx) Cancer.