• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perceraian Tidak Selalu Membuat Anak Jadi Bermasalah

Perceraian Tidak Selalu Membuat Anak Jadi Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Anak-anak memang paling sering disebut sebagai korban dari perceraian yang dialami orangtua. Namun, benarkah pasti akan seperti itu? Nyatanya, perceraian tidak selalu buruk untuk Si Kecil dan tidak selalu membuat anak jadi bermasalah. Sebab, terkadang keputusan orangtua untuk berpisah jauh lebih baik daripada mempertahankan rumah tangga yang dipenuhi konflik. 

Belum lagi, jika masalah yang ada membuat ayah dan ibu tidak segan untuk mengeluarkan emosi negatif, bahkan di depan anak. Kalau sudah begitu, anak-anak malah rentan mengalami kesulitan, bahkan menjadi bermasalah. Jika sudah tidak ada jalan keluar dan hubungan tidak mungkin dipertahankan, maka cara yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan pengertian pada anak bahwa bercerai adalah pilihan terbaik. 

Baca juga: 6 Cara Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak

Memilih Perceraian yang Baik Dibanding Rumah Tangga yang Kacau

Orangtua yang berpisah memang akan memberi dampak pada anak. Pasalnya, hal-hal yang biasanya dilakukan bersama dengan kedua orangtua, mungkin tidak lagi bisa sering dilakukan. Selain itu, hal ini juga disebut bisa memengaruhi psikologis dan menyebabkan anak menjadi bermasalah. Namun, hal itu ternyata tidak sepenuhnya benar. 

Pada beberapa kasus, perceraian yang baik nyatanya lebih disarankan daripada mempertahankan rumah tangga yang buruk, misalnya dipenuhi konflik, kekerasan, hingga mengabaikan sang buah hati karena masalah yang dialami. Selain itu, ada berbagai “hal baik” lain yang bisa didapat dari perceraian, di antaranya: 

1.Sedikit Konflik

Dengan berpisah, orangtua akan hidup masing-masing dengan bergantian mengurus anak. Jika selama ini masalah muncul karena ayah dan ibu yang selalu bertengkar dan tidak akur, hidup terpisah disebut bisa membantu meredakan hal itu. Dengan demikian, Si Kecil tidak perlu selalu mendapat “pemandangan” emosi negatif yang malah bisa memengaruhi kesehatan mentalnya. 

Baca juga: Perceraian Bisa Picu Gangguan Mental, Benarkah?

2.Pola Asuh Terbaik 

Jika selama hidup bersama ayah dan ibu terlalu sibuk bertengkar, bisa jadi setelah berpisah hal itu akan berubah. Perceraian nyatanya bisa saja membuat orangtua menjadi lebih fokus mengurus anak dan memberikan pola asuh terbaik. Namun perlu diingat, hindari memengaruhi anak untuk berbalik memusuhi salah satu orangtua.

3.Anak Belajar Kompromi

Menyaksikan orangtua bercerai mungkin akan menyakitkan bagi anak. Namun, jika itu adalah pilihan terbaik anak mungkin akan bisa belajar, bahwa dalam hidup terkadang dibutuhkan kompromi. Sebelum memutuskan bercerai, tentu ayah dan ibu sudah memikirkan masak-masak, tetapi beberapa hal memang tidak bisa lagi dipaksakan dan perpisahan menjadi keputusan bersama. 

4.Orangtua Lebih Bahagia 

Tidak hanya memengaruhi anak, perceraian nyatanya juga akan memengaruhi orangtua. Akan tetapi, pada beberapa kasus perpisahan adalah jalan terbaik dan bisa membuat orangtua menemukan kebahagiaan masing-masing. Saat orangtua berbahagia, tentu pola asuh dan energi yang dibagi pada Si Kecil juga sama. 

Baca juga: 5 Tips Untuk Tetap Bahagia Usai Perceraian

Anak yang tumbuh dengan kasih sayang dan rasa bahagia tentu akan mengembangkan kesehatan mental yang lebih baik. Sebaliknya, mempertahankan hubungan rumah tangga yang beracun malah akan membuat suasana tidak nyaman dan semua orang menjadi tertekan, bahkan bermasalah

Punya masalah kesehatan dan butuh saran psikolog segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 



Referensi:
Huffpost. Diakses pada 2020. Why a Good Divorce Is Better Than a Bad Marriage for Kids.
Web MD. Diakses pada 2020. Is Divorce Always Bad for the Kids?