Perdarahan Postpartum Dapat Sebabkan Sindrom Sheehan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perdarahan Postpartum Dapat Sebabkan Sindrom Sheehan?

Halodoc, Jakarta – Sindrom sheehan adalah suatu kondisi yang terjadi ketika kelenjar pituitari rusak saat melahirkan. Ini disebabkan oleh kehilangan darah yang berlebihan (perdarahan) atau tekanan darah yang sangat rendah selama atau setelah persalinan. Kekurangan darah membuat hipofisis oksigen tidak perlu berfungsi dengan baik.

Perdarahan postpartum dapat juga disebabkan oleh sindrom Sheehan. Adapun perdarahan postpartum ditandai dengan lebih banyak pendarahan daripada biasanya setelah kelahiran bayi. Sekitar 1 dari 100 hingga 5 dari 100 wanita mengalami perdarahan postpartum. Ini lebih mungkin terjadi saat dengan kelahiran sesar. Baca informasi jelasnya di sini!

Perdarahan Postpartum dan Sindrom Sheehan

Setelah bayi dilahirkan, rahim biasanya berkontraksi dan mendorong keluar plasenta. Setelah plasenta keluar, kontraksi akan membantu menekan pembuluh darah yang berdarah di daerah tempat plasenta menempel. 

Baca juga: Ibu dengan Epilepsi Bisa Ganggu Kehamilan

Jika rahim tidak berkontraksi cukup kuat, pembuluh darah akan pecah, ini adalah penyebab paling umum dari perdarahan postpartum. Jika potongan kecil plasenta tetap menempel, perdarahan juga mungkin terjadi.

Perdarahan postpartum juga dapat disebabkan oleh robek di leher rahim atau jaringan vagina, robek di pembuluh darah di rahim, dan pendarahan ke area jaringan tersembunyi atau ruang di panggul. 

Kelenjar pituitari berada di dasar otak yang menghasilkan hormon yang mengawasi fungsi kelenjar lain tubuh. Ini alasan kenapa kelenjar ini mendapat julukan sebagai "kelenjar utama." Kelenjar ini lebih rentan terhadap cedera saat persalinan, karena tumbuh lebih besar selama kehamilan.

Gejala-gejala sindrom sheehan kadang-kadang mulai terjadi setelah melahirkan atau bisa juga muncul bertahap, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian. Wanita yang mengalami kerusakan sangat kecil pada kelenjar pituitarinya mungkin tidak mengalami gejala selama beberapa tahun.

Gejala sindrom Sheehan meliputi:

  1. Kesulitan menyusui atau ketidakmampuan untuk menyusui.

  2. Periode menstruasi yang tidak teratur (oligomenore) atau tidak menstruasi (amenore).

  3. Pertambahan berat badan.

  4. Intoleransi terhadap dingin.

  5. Melambatkan fungsi mental.

  6. Hilangnya rambut kemaluan dan ketiak.

  7. Kelelahan.

  8. Kerutan halus di sekitar mata dan bibir.

  9. Penyusutan payudara.

  10. Kulit kering.

  11. Nyeri sendi.

  12. Gairah seks menurun.

  13. Gula darah rendah.

  14. Tekanan darah rendah.

  15. Detak jantung tak teratur.

Kekurangan oksigen ke kelenjar pituitari saat melahirkan menyebabkan sindrom sheehan. Kehilangan darah yang berlebihan atau tekanan darah yang sangat rendah saat persalinan dapat menghilangkan hipofisis oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi.

Baca juga: Jangan Salah, Ini 4 Mitos Penyebab Hamil

Faktor-faktor yang membuat ibu hamil lebih mungkin mengalami kehilangan darah yang parah meliputi:

  1. Solusio plasenta, ketika plasenta yang memberi makan bayi yang belum lahir terlepas dari rahim.

  2. Plasenta previa, ketika plasenta sebagian atau seluruhnya menutupi serviks (bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina).

  3. Melahirkan bayi besar yang beratnya lebih dari 4 kilogram atau memiliki kelipatan, seperti kembar.

  4. Preeklampsia, tekanan darah tinggi selama kehamilan.

  5. Persalinan dengan bantuan vakum.

Jika punya pertanyaan seputar kehamilan dan isu perkembangan kehamilan tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orang tua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Perawatan medis yang baik selama persalinan dapat mencegah perdarahan hebat dan tekanan darah rendah. Begitu perdarahan hebat terjadi, sindrom sheehan tidak dapat dicegah. Komplikasi sindrom sheehan meliputi:

  1. Krisis adrenal, kondisi yang mengancam jiwa di mana kelenjar adrenalin tidak menghasilkan cukup hormon stress; kortisol.

  2. Tekanan darah rendah.

  3. Penurunan berat badan yang tak terduga.

  4. Periode menstruasi tidak teratur.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Sheehan Syndrome
Stanford. Diakses pada 2019. Postpartum Hemorrhage