• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perempuan Lebih Tinggi Risiko Terkena Aneurisma Otak

Perempuan Lebih Tinggi Risiko Terkena Aneurisma Otak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Aneurisma otak adalah suatu kondisi yang terjadi di otak yang dapat mengancam nyawa. Meskipun dapat terjadi pada siapa saja dari segala usia, tetapi perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit otak ini. Yuk, ketahui faktor risiko aneurisma otak lebih lanjut di bawah ini. 

Apa Itu Aneurisma Otak?

Aneurisma otak adalah benjolan atau seperti gelembung yang ada di pembuluh darah di otak. Gelembung ini sering terlihat seperti buah beri yang menggantung pada batang. 

Aneurisma otak dapat bocor atau pecah dan menyebabkan perdarahan ke otak (stroke hemoragik). Pecahnya aneurisma otak seringkali terjadi di ruang antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak. Jenis stroke hemoragik ini disebut juga perdarahan subarachnoid.

Aneurisma yang pecah dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan medis yang cepat. Namun, sebagian besar aneurisma otak tidak pecah atau menimbulkan masalah kesehatan, bahkan seringkali tidak menimbulkan gejala. Itulah mengapa aneurisma paling sering terdeteksi saat pengidap sedang menjalani tes untuk kondisi lain.

Baca juga: Ini Gejala Aneurisma Otak yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Aneurisma Otak

Perkembangan atau pecahnya aneurisma di otak bisa dipicu oleh beberapa kondisi. Menurut sebuah studi dalam jurnal American Heart Association Stroke, berikut ini beberapa faktor yang dapat memicu pecahnya aneurisma:

  • Olahraga yang berlebihan

  • Konsumsi kopi atau soda.

  • Mengejan saat buang air besar.

  • Kemarahan yang sangat kuat.

  • Hubungan seksual.

Aneurisma dapat berkembang sepanjang hidup seseorang, beberapa diwarisi, sedangkan beberapa lainnya disebabkan oleh cedera otak.

Penyakit ginjal polikistik dominan autosomal (ADPKD) adalah penyakit ginjal yang juga dapat menghasilkan kantong-kantong di jaringan otak. Kondisi ini melemahkan pembuluh darah di otak dan di tempat lain di tubuh dengan cara meningkatkan tekanan darah.

Sindrom Marfan merupakan penyakit turunan yang memengaruhi gen yang mengendalikan pembentukan jaringan ikat tubuh. Nah, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada struktur arteri, sehingga akhirnya melemah dan berujung pada aneurisma otak.

Cedera otak traumatis dapat merobek jaringan dan menyebabkan apa yang dikenal sebagai aneurisma pembedahan. Infeksi serius dalam tubuh juga dapat mengakibatkan aneurisma bila infeksi tersebut merusak arteri. Merokok dan tekanan darah tinggi kronis juga merupakan sumber dari banyak aneurisma otak.

Faktor Risiko Aneurisma Otak

Aneurisma otak dapat terjadi pada siapa saja, tetapi perempuan lebih mungkin terserang penyakit ini daripada pria karena rendahnya kadar estrogen setelah menopause. The Brain Aneurysm Foundation juga mengungkapkan bahwa aneurisma otak paling sering terjadi pada orang yang berusia antara 35–60 tahun. Selain itu, bila kamu memiliki riwayat keluarga yang mengalami aneurisma otak, kamu juga berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit tersebut.

Baca juga: Kenapa Lansia Rentan Alami Aneurisma Otak?

Faktor risiko aneurisma otak lainnya adalah:

  • Usia yang sudah tua.

  • Penyalahgunaan narkoba, terutama kokain.

  • Penyalahgunaan alkohol.

  • Masalah bawaan yang memengaruhi dinding arteri, seperti sindrom Ehlers-Danlos.

  • Cedera kepala

  • Malformasi arteriovenosa serebral.

  • Penyempitan bawaan dari aorta yang dikenal sebagai koarktasio.

  • Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah).

Jadi, buat kamu para wanita, waspadalah penyakit otak ini. Bila kamu mengalami gejala-gejala aneurisma otak, seperti sakit kepala atau sakit di belakang atau di atas mata yang ringan atau parah, serta penglihatan menjadi kabur, dan juga pusing, segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Begini Tahapan Diagnosis untuk DeteksiAneurisma Otak

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Brain Aneurysm.
Healthline. Diakses pada 2020. Brain Aneurysm.