Pergaulan Masa Kini Buat Anak Muda Lebih Sering Kesepian?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pergaulan Masa Kini Buat Anak Muda Lebih Sering Kesepian?

Halodoc, Jakarta – Merasa kesepian di tengah keramaian, memandang hujan di balik jendela kafe yang hingar binger, tetapi hati tetap merasa sendu? Ini bukan lirik lagu, apalagi adegan salah satu film. Ini adalah realita yang dialami oleh kaum urban, terkhusus anak mudanya. 

Faktanya, berdasarkan data yang dipublikasikan di YouGov, media sosial menjadi penyebab balada kesepian yang dialami anak muda. Terlalu sering berinteraksi di media sosial bisa membuat anak muda menjadi gagap ketika berinteraksi secara realita. Sulit membedakan mana yang real dan mana yang palsu.

Baca juga: Kesepian Bisa Menurunkan Kesehatan, Kok Bisa?

Media Sosial Membuat Segala Sesuatu menjadi Ambigu

Platform media sosial telah mengeksploitasi sisi-sisi humanisme manusia dan mengganggu keseimbangan psikologi pengguna supaya tetap terpaku pada layar gadget. Media sosial telah menciptakan ilusi di mana penggunanya merasakan koneksi perasaan dengan lawan bicaranya ataupun di forum. Padahal, itu sesuatu yang tidak nyata dan belum tentu benar. 

Ketergantungan pada media sosial membuat seseorang kehilangan sensasi berkomunikasi secara tatap muka. Keterbiasaan untuk bercakap-cakap melalui platform media sosial membuat orang menjadi kesulitan untuk mengatasi obrolan tatap muka. 

Kenapa kecenderungan ini lebih sering terjadi pada anak muda? Karena mau tak mau harus diakui kalau anak muda adalah pengguna terbesar dari media sosial. Karena itu, dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan dapat lebih ditemukan pada anak muda.

Sebenarnya, media sosial bukan menjadi satu-satunya penjelasan kenapa anak muda lebih sering mengalami kesepian. Faktor psikologi, seperti tekanan pergaulan pada rekan sebaya, penghargaan pada diri sendiri, dan pengakuan untuk dianggap “ada” membuat anak muda lebih cenderung merasa kesepian ketika lingkungan yang diharapkannya untuk menerima dirinya sebagai anggota memberi penolakan.

Baca juga: Tanpa Disadari, Pikiran Ini Memicu Rasa Kesepian

Kembali ke Realita

Menjalin hubungan yang nyata dan detoks digital adalah hal-hal yang perlu dilakukan oleh anak muda yang kerap merasa kesepian di tengah suasana ramai. Meningkatkan kualitas pertemanan tatap muka bisa menjadi upaya lain untuk menemukan pola pertemanan sehat. 

Berikut ini rekomendasi yang bisa kamu lakukan untuk membina hubungan yang sehat dengan teman-teman sepergaulan:

  1. Jangan terlalu sering mengakses gadget

Cobalah untuk menjauhkan diri dari gadget dan lakukan interaksi langsung. Coba bayangkan situasi di mana kamu dan teman-teman berkumpul di sebuah kafe, tetapi tangan masing-masing sibuk dengan gadget-nya. Pertemuan bisa diakhiri dengan melakukan selfie atau wefie, lalu dipajang di media sosial masing.masing.

Orang-orang yang melihat postingan tersebut akan menyangka kalian menikmati momen yang berkualitas, padahal ketika pertemuan, kalian justru lebih banyak menghabiskan waktu scrolling media sosial. 

Nah, lain kali ketika kamu hangout dengan teman-teman, simpanlah gadget di dalam tas dan nikmati percakapan langsung. 

  1. Temukan hobimu

Terkadang sangat sulit menemukan lingkungan pertemanan yang menerima kamu apa adanya. Bisa jadi kamu minder, menganggap tidak cukup keren untuk bergaul dengan sebuah kelompok pertemanan, serta alasan-alasan lain yang membuatmu sulit menemukan teman yang cocok.

Baca juga: Ancaman Kesepian, Depresi hingga Memperpendek Usia

Ketimbang kamu stres sendiri, mencari teman yang mau memahamimu paling baik adalah fokus melakukan hobi dan berprestasi di situ. Seiring berjalannya waktu, pasti, suatu saat kamu akan menemukan lingkaran yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan.

Kalau kamu punya pertanyaan seputar masalah psikologis remaja ataupun anak muda, coba deh tanyakan langsung di Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk kamu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:

YouGov. Diakses pada 2019. Millennials are the loneliest generation.
The Guardian. Diakses pada 2019. We millennials have more ‘friends’ than ever. So why are we so lonely?
World Economic Forum. Diakses pada 2019. Loneliness has become a global epidemic among young people today.