Perhatikan Gejala Lichen Planus yang Menyerang Kuku

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perhatikan Gejala Lichen Planus yang Menyerang Kuku

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit bernama lichen planus (LP)? Kalau belum, enggak sudah gerah, sebab penyakit ini memang terbilang langka. Angka kejadiannya sekitar 1 dari 5000 orang. 

Lichen planus merupakan peradangan pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendirnya. Nah, ketika menyerang kulit, lichen planus ini akan menimbulkan ruam dan rasa gatal. 

Sementara itu, bila lichen planus menyerang daerah mukosa (mulut atau vagina), penyakit ini bisa menimbulkan bercak putih yang kadang terasa nyeri. Hal yang perlu diingat, lichen planus bukanlah penyakit genetik, tetapi bukan pula penyakit infeksi atau penyakit menular.

Nah, karena bisa menyerang berbagai bagian tubuh, lantas seperti apa gejala ketika lichen planus menyerang kuku? 

Baca juga: Begini Pengobatan untuk Atasi Lichen Planus

Dari Lesi hingga Berujung Terlepas

Seseorang yang mengidap lichen planus bisa mengalami berbagai keluhan pada tubuhnya. Sebab, penyakit ini memang bisa menimbulkan serangkaian gejala pada pengidapnya. Nah, gejala lichen planus ini bervariasi, bergantung pada area atau daerah yang terkena. 

Kembali ke judul utama, seperti apa sih gejala lichen planus ketika menyerang kuku? 

Ketika seseorang mengidap lichen planus pada bagian kuku, umumnya akan timbul lesi berupa lekukan pada kuku. Di samping itu, biasanya kuku juga akan terbelah atau menipis. Dalam beberapa kasus, lichen planus pada kuku bisa menyebabkan kuku terlepas atau kehilangan kuku. Kehilangan kuku ini bisa sementara atau permanen. LP pada kuku biasanya hanya muncul pada beberapa kuku saja, tetapi pada kasus yang jarang dapat terjadi pada semua kuku tangan ataupun kaki. 

Selain kuku, lichen planus juga sering menyerang kulit. LP pada kulit gejalanya berbeda lagi. Bentuk lichen planus pada kulit bisa ditandai dengan ruam merah keunguan, benjolan kecil pada ruam kulit, mengkilap, dan terkadang terdapat garis-garis putih kecil yang menjalarinya.

Lokasi paling sering dari LP kulit adalah lengan bagian dalam, pergelangan tangan, pergelangan kaki, tetapi dapat muncul di bagian kulit mana saja, termasuk kulit kelamin. Pada kaki, warna lesi agak lebih gelap. Jika lesi terus muncul pada tempat yang sama, maka kulit akan terlihat lebih tebal, kasar, dan bersisik. 

Baca juga: Selain Kulit, Lichen Planus Bisa Serang 4 Anggota Tubuh Ini

Nah, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Penanganan yang cepat dan tepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Gejalanya sudah, bagaimana dengan penyebabnya? 

Autoimun Biang Keladinya

Sebenarnya hingga kini penyebab lichen planus belum diketahui pasti. Akan tetapi, ada dugaan kuat kalau lichen planus berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Sebab lichen planus merupakan penyakit autoimun, sel-sel kekebalan tubuh menyerang kulit dan selaput lendir menimbulkan reaksi peradangan. 

Namun, terdapat kecenderungan faktor genetik dan kondisi tertentu yang dapat memicu terjadinya lichen planus. Contohnya, hepatitis C, dan beberapa jenis obat-obatan tertentu walaupun mekanismenya masih belum jelas.

Selain hal-hal di atas, ada pula beberapa faktor yang diduga bisa memicu terjadi lichen planus. Misalnya: 

  • Paparan logam merkuri atau bahan kimia lainnya

  • Orang yang mendapatkan vaksin influenza

  • Faktor genetik, beberapa pengidap LP memiliki antigen leukosit manusia B7 (Human leukocyte Antigen B7 — HLA-B7

  • Penggunaan obat-obatan darah tinggi, obat anti-malaria (Hidroksiklorokuin dan klorokuin), obat golongan penghambat pompa proton untuk pengobatan gangguan lambung, anti-nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (ibuprofen).

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Lichen Planus
WebMD. Diakses pada 2019. Oral Lichen Planus: Symptomps, Causes, and Treatments.