Ini Pentingnya Periksa Kesehatan Setelah Lebaran

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
hidup sehat

Halodoc, Jakarta - Secara kesehatan, bulan puasa adalah saat yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh apabila dijalani dengan pola makan dan tidur yang teratur. Sayangnya, saat lebaran tidak sedikit orang yang lepas kontrol dalam menikmati santapan Hari Raya. Karenanya, pola makan sehat yang sudah dijaga saat sebulan puasa menjadi sia-sia atau rusak kembali.

Ketika lebaran tiba, tubuh dikagetkan dengan banyaknya asupan gula, kolesterol, dan garam. Inilah yang akan memicu kambuh dan munculnya penyakit-penyakit.

Tidak heran jika banyak yang mengalami rasa sakit atau tidak enak badan setelah lebaran. Untuk berjaga-jaga, kamu perlu melakukan periksa kesehatan setelah lebaran. Sebaiknya pemeriksaan kesehatan setelah lebaran tidak perlu menunggu adanya gejala penyakit yang muncul. Lakukan pemeriksaan segera setelah kecenderungan pola makan kamu di saat lebaran tidak sehat. Apalagi latihan fisik atau olahraga yang kamu lakukan juga sangat minim.

Baca Juga: 5 Tips Lebaran Sehat

Banyaknya makanan berlemak, bersantan, dan serba manis saat lebaran menjadi pemicu munculnya penyakit setelah lebaran. Sedangkan hidangan sayuran dan buah-buahan justru minim dihidangkan. Untuk itu, kamu perlu konsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung serat dan mikronutrien.

Serat pada sayuran dan buah-buahan dapat membantu mengikat lemak supaya tidak mudah diserap oleh tubuh dan dikeluarkan bersama feses. Dengan begitu, timbunan lemak di tubuh dapat berkurang. Setidaknya kamu perlu mengonsumsi lima mangkuk sayuran dan buah-buahan per harinya.

Selain memperhatikan asupan makanan dan minuman, serta mengurangi makanan digoreng yang akan mengiritasi saluran pernapasan, terdapat beberapa tips sehat yang bisa kamu terapkan selama lebaran dan sesudahnya. Berikut 8 tips sehat untuk mengantisipasi penyakit setelah lebaran yaitu:

Baca Juga: Kadar Kolesterol Baik di Dalam Tubuh Rendah, Apa Bahayanya?

  1. Perhatikan kualitas makanan dan minuman yang kamu santap.

  2. Perhatikan jumlah kalorinya. Sekecil apapun cemilan manis yang kamu makan, pasti mengandung kalori.

  3. Usahakan hanya mengonsumsi satu macam lauk saja apabila merasa telah mengonsumsi kue lebaran cukup banyak. Kurangi juga nasi saat makan besar.

  4. Hindari camilan yang mengandung coklat, keju, dan berlemak. Kalori yang ada di lemak jumlahnya dua kali lebih besar dari karbohidrat.

  5. Perbanyak minum lebih dari dua liter per hari.

  6. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran-sayuran. Usahakan lima porsi saat makan pagi, siang, malam, dan di sela-sela waktu makan tersebut.

  7. Tetap melakukan aktivitas fisik dan bergerak. Apabila jarak untuk silaturahmi bisa dilakukan dengan berjalan, usahakan berjalan kaki.

  8. Usahakan tidur malam minimal enam jam.

Lepasnya kontrol diri terhadap konsumsi makanan (apalagi jika ada pantangan makanan) ditambah dengan banyak tersedianya makanan berlemak membuat seseorang jadi rentan mengalami penyakit metabolik untuk jangka panjang, bisa berupa diabetes, tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol, serangan jantung mendadak, dan gangguan ginjal.

Baca Juga: Puasa Menurunkan Kolesterol Tubuh, Benarkah?

Itulah pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan setelah lebaran. Kamu juga bisa berdiskusi terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai gangguan kesehatan yang kamu alami. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google.