Perjuangan Jonatan Christie, Kram di Akhir Gim yang Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
jonatan christie, anthony ginting, kram otot, asian games

Halodoc, Jakarta – Pada laga final bulutangkis beregu putra kemarin (22/08/2018), dua atlet Indonesia sempat mengalami kram otot. Kedua atlet tersebut adalah Anthony Ginting dan Jonatan Christie. Meski tak separah Anthony Ginting, kram otot yang dialami Jonatan Christie di set terakhir pertandingan juga sempat menghambatnya meraih poin.

Kram otot sebenarnya bukan hanya dialami oleh para atlet, melainkan bisa dialami siapapun. Umumnya, kram otot terjadi saat berolahraga atau di malam hari. American Academy of Family Physicians bahkan menemukan bahwa sebagian besar orang dewasa pernah mengalami kram otot di malam hari.

Baca juga: Penyebab Kaki Kram saat Tidur

Kram Otot yang Perlu Diwaspadai

Meskipun kram otot umum terjadi, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan. Sebab pada kasus yang parah, kram otot bisa menyebabkan kerusakan otot hingga kematian mendadak. Lantas, apa saja tanda-tanda kram otot yang perlu diwaspadai?

1. Kram Otot Terus-Menerus Saat Olahraga

Kram otot biasanya terjadi saat kamu tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga, atau mengalami dehidrasi saat berolahraga. Pada kasus yang jarang, kram otot saat olahraga bisa disebabkan oleh sindrom kompartemen. Ini adalah kondisi di mana otot menjadi kaku akibat cedera atau olahraga berlebihan. Jika tidak segera ditangani, sindrom ini bisa menyebabkan pembengkakan otot, merusak saraf yang menjadi bagian kompartemen, hingga merusak dan mematikan jaringan (nekrosis) secara permanen.

2. Perubahan Fisik pada Kaki yang Kram

Pada kasus yang parah, kram otot bisa menyebabkan pembengkakan pada kaki. Ini terjadi akibat adanya penggumpalan darah dalam tubuh. Meski umumnya tak berbahaya, gumpalan darah bisa saja pecah dan menimbulkan kondisi seperti stroke dan serangan jantung.

3. Kram Otot Berlangsung Lama  

Kram otot biasanya hanya berlangsung beberapa menit. Namun, pada kondisi tertentu, kram otot bisa berlangsung lebih lama. Jika ini terjadi, kram otot bukan hanya menyebabkan nyeri pada kaki, melainkan juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kram otot yang berlangsung lama biasanya terjadi akibat terganggunya suplai darah ke bagian tubuh yang mengalami kram. Penyebabnya bisa karena kolesterol tinggi atau saraf terjepit.

4. Disertai Gejala Fisik

Misalnya, mual, demam, dan muntah. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi. Untuk mengatasinya, kamu perlu segera minum air untuk memenuhi cairan tubuh. Gejala fisik lain adalah munculnya rasa terbakar dan kesemutan. Ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami hernia disk, yaitu kondisi di mana terdapat piringan yang terselip sepanjang tali tulang belakang. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengoleskan krim hangat pada bagian tubuh yang kram untuk melemaskan otot.

Baca juga: Cegah Kram Otot saat Olahraga

Cara Mencegah Kram Otot

  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh, yaitu dengan minum air putih minimal 8 gelas per hari.
  • Rutin berolahraga, setidaknya 10–20 menit per hari.
  • Lakukan peregangan tubuh sebentar sebelum tidur untuk mencegah kram di malam hari.
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh sebelum, saat, dan setelah berolahraga.
  • Konsumsi cairan dan makanan yang mengandung elektrolit sebelum dan sesudah berolahraga.
  • Hindari berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berlebihan saat cuaca panas.

Baca juga: Setelah Berolahraga, Berapa Banyak Air yang Mesti Diminum?

Itulah tanda-tanda kram otot yang perlu diwaspadai. Kalau kamu sering mengalami kram otot, jangan ragu untuk berbicara pada dokter Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa bertanya pada dokter tepercaya kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!