Perkembangan Bayi 23 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perkembangan Bayi 23 Bulan

Halodoc, Jakarta – Orang tua perlu terlibat aktif dalam tiap tahap perkembangan sebagai langkah mempersiapkan kesejahteraan masa depan anak. Penelitian neurologis menunjukkan bahwa tahun-tahun awal memainkan peran penting dalam perkembangan otak anak.

Bayi mulai belajar tentang dunia di sekitar sejak usia sangat dini, termasuk selama prenatal, perinatal. Pengalaman ini akan memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, emosi dan sosialnya. Mengoptimalkan tahun-tahun awal kehidupan anak adalah investasi terbaik. Ini adalah tahap perkembangan bayi 23 bulan.

Berbicara, Berjalan, Perkembangan Ingatan Anak

Ketika di usia 22 bulan anak mulai terlibat interaksi sosial yang intens, memulai pertemanan, dan mengeksplorasi hal-hal baru. Tidak jauh berbeda dengan usia 22 bulan, di usia 23 bulan anak juga akan melakukan hal yang sama, tetapi lebih lincah lagi.

Orang tua perlu ekstra hati-hati dan awas saat mengawasi anak. Jangan sampai anak menyakiti dirinya. Satu hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengalihkan energi dan rasa ingin tahu yang begitu aktif dari anak adalah dengan cara melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan orang tua. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 6 Bulan

Seperti mengajak anak mengganti seprei bersama, ajak anak untuk mengganti sarung bantal dan  mengatur mainannya lebih rapi. Antara usia 18 bulan dan 3 tahun adalah momen yang pas buat orang tua mengajarkan anak tidur sendiri.  Ini termasuk juga melatih anak lebih intens untuk ke toilet sendiri. 

Mengajarkan kemandirian kepada anak sejak dini akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri ketika dewasa kelak. Namun, tentu saja ini diajarkan perlahan-lahan. Orang tua perlu menjadi role model untuk anak saat sedang mengajarkan sesuatu. Ini juga termasuk saat mengajarkan anak ke toilet. 

Cobalah untuk melakukan buang air kecil bersama Si Kecil, supaya anak bisa meniru apa yang dilakukan orang tua. Pun tentang tidur sendirian, bicarakan baik-baik dengan anak dan jelaskan kenapa anak harus tidur sendirian. 

Saat membiasakan anak untuk tidur sendirian, lakukan perubahan dengan mengajak anak mulai dari pemilihan tempat tidur, lemari, hiasan, bantal, dan hal-hal yang sebenarnya biasa saja, tetapi bisa membuat anak jadi excited.

Kalau ingin tahu saran ahli mengenai bagaimana harus memulai mengajarkan sesuatu yang baru kepada anak tanyakan saja langsung ke Halodoc. Dokter dan psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orang tua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Mengawasi Perkembangannya

Selain perkembangan psikisnya, perlu juga buat orang tua mengawasi perkembangan fisik anak, termasuk berat badan dan tinggi anak. Biasanya anak dengan usia 23 bulan akan berada pada kisaran berat 11 kilogram dengan tinggi 83 sentimeter.

Keterampilan motoriknya juga mulai seimbang dan kokoh. Jumlah kata yang diucapkannya juga sudah banyak dari 50–100 kata. Anak sudah bisa mengucapkan kalimat panjang dan mempelajari 10 kata baru setiap hari.

Baca juga: 5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan Bayi

Pertumbuhan giginya juga sudah mulai banyak, geraham bawah dan geraham atasnya muncul yang bisa jadi menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman pada gigi. Seiring bertambahnya usia anak, anak akan mulai sering mengamuk alias marah-marah.  

Di usia ini jugalah saatnya orang tua memperkenalkan beragam makanan dan camilan. Tidak hanya supaya anak mendapatkan pemenuhan kebutuhan gizi tetapi juga meragamkan varian makanannya. 

Referensi:

Encyclopedia on Early Childhood Development. Diakses pada 2019. Importance of early childhood development.
The Bump.com. Diakses pada 2019. Toddle Month by Month.