Perlu Diketahui, Inilah Gejala Ketika Alami Bakteremia

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
perlu-diketahui-inilah-gejala-ketika-alami-bakteremia

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami demam mendadak, menggigil, pusing, dan mengalami ruam di seluruh tubuh? Hmm, kalau iya bisa jadi kondisi ini menandai adanya bakteremia di dalam tubuh. Dalam dunia medis, bakteremia ini merupakan infeksi serius pada peredaran darah. 

Bakteremia ini terjadi ketika infeksi bakteri terjadi pada bagian tubuh lain. Contohnya, kulit atau para-paru, dan menyebar hingga peredaran darah. Awas, jangan-main dengan kondisi ini. Sebab, bakteremia dan racunnya bisa menyebar ke seluruh tubuh lewat peredaran darah. Dalam kasus yang gawat, kondisi ini bisa mengancam nyawa. Bikin ngeri, kan?

Lalu, seperti apa sih gejala bakteremia?

Baca juga: Sering Kemoterapi Bisa Kena Bakteremia, Apa Sebabnya?

Demam Mendadak hingga Rewel

Pada dasarnya, bakteremia yang terjadi sementara dan tak menimbulkan infeksi, serta tidak akan menimbulkan gejala. Biasanya hanya demam yang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, bisa muncul sederet gejala bila terjadi infeksi. Nah, berikut gejala-gejala yang mungkin dialami oleh pengidapnya. 

  • Demam mendadak;

  • Perubahan kesadaran, pingsan, atau kebingungan;

  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah 100 mm/Hg;

  • Laju pernapasan semakin meningkat dan tersengal-sengal;

  • Jantung berdebar;

  • Pusing;

  • Ruam di seluruh tubuh;

  • Menggigil;

  • Gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, mual, dan nyeri perut;

  • Tubuh terasa lemah; dan

  • Rewel dan sulit makan (pada anak-anak).

Nah, bila merasakan gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan dan saran yang tepat. Mudah kok caranya, kamu bisa bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

Gejalanya sudah, bagaimana dengan penyebabnya?

Baca juga: Pasien Kemoterapi Bisa Picu Bakteremia, Ketahui Penanganannya

Masuk Lewat Berbagai Cara

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh berbagai macam infeksi bakteri yang masuk hingga ke peredaran darah. Lalu, kondisi seperti apa sih yang bisa menyebabkan bakteremia? 

  • Pneumonia, yaitu penyakit peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri.

  • Infeksi pada organ pencernaan (seperti usus buntu atau infeksi lain di usus besar).

  • Infeksi pada organ saluran kemih, infeksi saluran kemih yang berlangsung lama dapat menyebabkan bakteremia.

Hal yang perlu digarisbawahi, bakteri ini bisa masuk ke aliran darah secara spontan dan lewat berbagai cara. Mulai dari sikat gigi, makanan, hingga minuman yang kita konsumsi. 

Tak cuma itu saja, bakteremia juga bisa terjadi akibat pemasangan alat medis di dalam tubuh. Contohnya, kateter urine atau prosedur operasi dan perawatan luka. 

Hal yang bikin resah, bakteremia ini bisa berkembang menjadi infeksi serius pada beberapa orang. Misalnya:

  • Orang yang mengidap penyakit kronis;

  • Pengidap luka bakar;

  • Bayi dan lansia;

  • Baru mengidap infeksi, seperti pneumonia;

  • Penyalahgunaan NAPZA dengan jarum suntik; dan

  • Memiliki sistem imun yang lemah, seperti menjalani kemoterapi atau mengidap penyakit kanker atau AIDS.

Pencegahan Bakteremia

Pencegahan terjadinya bakteremia perlu dilakukan, terutama untuk orang yang rentan mengalami infeksi akibat bakteremia. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah melalui:

  • Pemberian antibiotik sebelum operasi, atau sebelum dilakukan tindakan pada gigi.

  • Pemeliharaan kebersihan kateter.

  • Imunisasi, misalnya vaksin pneumonia atau influenza.

Ingat, jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut, sebab bakteremia yang tak diobati bisa menjadi sepsis (peradangan pada seluruh tubuh). Nantinya peradangan ini bisa menyebabkan pembekuan darah dan mencegah oksigen mencapai organ vital. Mau tahu akibatnya? Gagal ginjal. Tuh, tidak main-main bukan komplikasinya? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!