• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Diwaspadai Gejala Tipes pada Anak

Perlu Diwaspadai Gejala Tipes pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tipes, atau dikenal juga dengan nama demam tifoid, adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Seseorang dapat mengidap tipes ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut. Selain pada orang dewasa, tipes juga dapat terjadi pada anak-anak. Lalu, bagaimana gejala tipes pada anak?

Gejala tipes pada anak bisa datang secara tiba-tiba, atau bertahap dalam kurun waktu beberapa minggu. Jika tidak diwaspadai, gejala tipes pada anak dapat memburuk seiring waktu. Memburuknya gejala tipes yang tidak diobati biasanya akan disertai juga dengan kemunculan ruam berbintik merah di dada, berat badan menurun, serta perut kembung.

Baca juga: Gejala Mirip Tipes, Meningitis Bisa Sebabkan Koma

Begini Gejala Tipes pada Anak

Gejala tipes pada anak sebenarnya sama seperti pada orang dewasa, baik dalam hal durasi berlangsungnya demam, tanda-tanda, maupun cara penanganannya. Gejala tipes yang muncul bisa ringan maupun berat, tergantung kepada kondisi kesehatan, usia, serta sejarah vaksinasi Si Kecil.

Biasanya, gejala-gejala umum yang muncul ketika anak terserang tipes adalah:

  • Demam tinggi.
  • Sakit perut, kadang disertai dengan diare.
  • Merasa lemah, lelah, dan tubuh pegal-pegal.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Sembelit.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pembesaran hati dan limfa.
  • Munculnya lapisan putih di lidah.

Gejala tipes pada anak tergolong jarang menyebabkan komplikasi serius. Kalaupun berujung pada komplikasi, biasanya berupa masalah pencernaan, yaitu adanya lubang pada usus. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit secepatnya. Oleh karena itu, agar komplikasi serius tipes pada anak tidak terjadi, orangtua perlu waspada.

Baca juga: Kena Tifus, Bolehkah Tetap Beraktivitas Berat?

Jika anak mengalami berbagai gejala tipes seperti yang disebutkan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter. Kalau dokter mencurigai adanya gejala tipes pada anak dan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, kamu bisa buat janji dengan dokter anak di rumah sakit, agar lebih cepat dan tidak perlu lama mengantri.

Penanganan untuk Gejala Tipes pada Anak

Jika gejala tipes pada anak telah muncul, bersiaplah untuk segera memerangi penyakit ini. Langkah-langkah penanganan untuk pengidap tipes biasanya dijalani melalui dua tahap. Langkah pertama, Si Kecil harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Setelah itu, langkah kedua, disarankan untuk melanjutkan perawatan di rumah. Lebih jelasnya, berikut dijelaskan satu persatu:

1. Pengobatan Medis

Pengobatan untuk tipes pada anak secara medis dilakukan di rumah sakit. Pengidap biasanya akan mendapatkan perawatan berupa:

  • Pemberian antibiotik. Ketika gejala tipes pada anak datang, dokter akan memberikan antibiotik untuk 1-2 minggu. Antibiotik merupakan pengobatan umum untuk tipes pada tahap awal. Jenis antibiotik yang diberikan dokter dapat berbeda-beda, tergantung kepada kondisi anak. Setelah antibiotik habis, pastikan untuk kembali ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.
  • Rawat inap di rumah sakit. Jika anak mengalami gejala berat seperti demam hingga 40 derajat Celsius atau lebih, diare berat, perut bengkak, atau muntah terus-menerus, segera hubungi dokter agar anak mendapatkan perawatan di rumah sakit. Biasanya, pengidap akan pulih setelah menjalani perawatan selama 3-5 hari. 

Baca juga: Sudah Sembuh, Gejala Tipes Bisa Datang Lagi?

2. Perawatan di Rumah

Selain menjalani perawatan di rumah sakit, lakukan juga perawatan tambahan di rumah, misalnya:

  • Banyak mengonsumsi cairan. Berikan air putih, jus buah, atau air kelapa untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi. Diare dan demam tinggi yang dialami anak dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
  • Perhatikan asupan makanan. Tipes dapat membuat anak mengalami kekurangan gizi. Oleh karena itu, penuhilah kebutuhan gizinya dengan memberikan makanan yang bernutrisi seimbang, tetapi mudah dicerna. Nasi, roti, dan pisang adalah beberapa jenis makanan yang mudah dicerna di perut, sekaligus bisa meredakan mual serta diare. Selain itu, buah-buahan dan sayur-sayuran juga dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin.
  • Tambahkan madu. Campurkan 1-2 sendok madu ke dalam teh hangat, lalu berikan pada anak. Minuman ini dapat membantu pemulihan gejala tipes pada anak. Namun, jangan memberikan madu pada anak usia di bawah satu tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.

Jika tidak ada masalah kesehatan lain, gejala tipes pada anak umumnya akan sembuh pada minggu ketiga atau keempat. Meski sudah sembuh, penyakit ini bisa datang lagi kapan saja. Oleh karena itu, selalu awasi kebersihan makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi Si Kecil. Jika gejala tipes pada anak muncul lagi, segera berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan yang tepat.

Referensi:
NCBI - Lancet. 1999. 354(9180), pp. 734-7. Diakses pada 2020. Typhoid fever in children aged less than 5 years. 
Kids Health. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
WebMD. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.