Perlu Diwaspadai, Inilah 3 Jenis Antraks yang Bisa Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Perlu Diwaspadai, Inilah 3 Jenis Antraks yang Bisa Menyerang

Halodoc, Jakarta - Populer dengan julukan ‘penyakit sapi gila’, antraks merupakan infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pada keadaan normal, bakteri ini menghasilkan spora yang tidak aktif dan banyak ditemukan di tanah. Namun, saat memasuki tubuh hewan atau manusia, spora dapat menjadi aktif, menghasilkan racun, dan menyebabkan infeksi serius. Ada 3 jenis antraks yang masing-masing menimbulkan gejala berbeda, yaitu:

1. Antraks Kulit

Jenis antraks ini menyerang kulit, yang terjadi ketika bakteri memasuki tubuh lewat luka terbuka. Gejala dapat muncul dalam 1-12 hari setelah terinfeksi, berupa benjolan merah kecoklatan yang terasa gatal, tetapi tidak nyeri. Benjolan ini umumnya muncul pada area wajah, leher, lengan, dan tangan.

Baca juga: Suka Makan Daging, Perlu Waspada Antraks

Lama-kelamaan, benjolan dapat membentuk lenting yang akhirnya pecah dan membentuk koreng dengan bengkak di sekitarnya. Jika benjolan muncul di dekat kelenjar getah bening, akan ada gejala pembesaran kelenjar, yang disertai nyeri otot, sakit kepala, demam, mual, dan muntah.

2. Antraks Inhalasi

Jenis antraks ini menyerang paru-paru dan memengaruhi pernapasan. Seseorang dapat mengalami antraks inhalasi jika bakteri masuk ke paru-paru saat menghirup spora. Jenis antraks ini memiliki gejala awal yang mirip dengan flu, tetapi dapat memburuk dengan cepat, seperti:

  • Demam dan menggigil;

  • Banyak berkeringat;

  • Nyeri otot;

  • Lelah berlebih;

  • Sakit kepala atau pusing;

  • Rasa tidak nyaman pada dada, seperti sesak dan batuk;

  • Mual, muntah atau nyeri perut.

Antraks jenis ini dapat berujung pada kondisi yang fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu!

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Antraks

3. Antraks Gastrointestinal

Antraks gastrointestinal merupakan jenis antraks yang terbilang jarang terjadi. Jenis antraks ini dapat menyerang sistem pencernaan, dan terjadi ketika seseorang makan daging yang terkontaminasi. 

Gejala umum dari antraks gastrointestinal adalah:

  • Leher atau kelenjar di leher membengkak;

  • Sakit tenggorokan;

  • Nyeri menelan;

  • Suara serak;

  • Mual dan muntah, khususnya muntah darah;

  • Diare atau BAB berdarah;

  • Nyeri perut;

  • Perut membesar.

Orang-Orang yang Berisiko Tinggi Terkena Antraks

Seperti telah disebutkan di awal, penyakit antraks terjadi karena adanya infeksi spora bakteri Bacillus anthracis. Spora tersebut umumnya hanya menjadi racun dan menyebar ke seluruh tubuh saat berkontak dengan hewan dan manusia. Dalam menginfeksi, spora bakteri antraks dapat memasuki tubuh melalui 3 cara, yaitu kontak kulit, inhalasi, dan mengonsumsi daging yang terkontaminasi.

Baca juga: Begini Penularan Antraks dari Hewan ke Manusia

Dari beberapa cara bakteri masuk ke tubuh itu, ada beberapa golongan orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena antraks, yaitu:

  • Orang yang mengolah produk hewan;

  • Dokter hewan yang bekerja dengan binatang yang terinfeksi;

  • Peternak yang bekerja dengan binatang terinfeksi;

  • Pelancong yang mengunjungi daerah berisiko tinggi;

  • Pekerja laboratorium yang bekerja dengan antraks;

  • Tukang pos, anggota militer, dan relawan;

  • Orang yang mengonsumsi daging mentah dari hewan yang terinfeksi

Referensi:

WHO. Diakses pada 2019. Anthrax

Medline Plus. Diakses pada 2019. Anthrax-Topic Overview

WebMD. Diakses pada 2019. Anthrax