Perlu Ketahui, Penyebab Penyakit Wilson

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 penyakit Wilson

Halodoc, Jakarta - Ketika seseorang mengidap penyakit Wilson, organ hati akan mengalami kerusakan, karena tidak mampu membuang kelebihan tembaga pada tubuh. Jika hal tersebut terjadi, tembaga akan menumpuk pada hati, mata, dan otak. Sebenarnya, kondisi apa yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit Wilson?

Jika penyakit ini tidak segera didiagnosis, perkembangan penyakit akan menjadi semakin parah. Ketika hal ini terjadi, tubuh akan mengalami kerusakan otak, gagal hati, bahkan kematian. Transplantasi hati merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan bagi pengidap penyakit Wilson.

Baca juga: Kenali Gangguan Hati karena Penyakit Wilson

Perlu Ketahui, Ini yang Menjadi Penyebab Penyakit Wilson

Adanya perubahan pada mutasi gen yang mengatur fungsi hati untuk mengeluarkan kelebihan tembaga dalam tubuh merupakan penyebab utama terjadinya penyakit Wilson. Perubahan mutasi ini akan menyebabkan adanya penumpukan tembaga pada organ hati. Ketika hal ini terjadi, tembaga akan masuk ke aliran darah dan menyebabkan menumpuknya tembaga pada organ-organ lain seperti otak dan mata.

Sebenarnya, penyakit ini tidak bisa dicegah, karena merupakan penyakit warisan yang diturunkan dari kedua orangtua yang memiliki gen yang tidak normal. Namun, jika hanya salah satu orangtua yang terkena, anak hanya memiliki potensi untuk menurunkannya kembali pada anaknya kelak. Kelainan yang satu ini dikenal dengan autosomal resesif.

Baca juga: Organ Hati Rusak, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

Penyakit Wilson Muncul dengan Beberapa Gejala

Gejala yang muncul akan tergantung pada organ yang terkena. Jika penyakit ini muncul pada organ hati, gejala dapat meliputi mudah lelah, mengalami penurunan berat badan, mual, muntah, gatal, penyakit kuning, perut terasa begah, kram otot, serta munculnya garis-garis merah pada kulit.

Penumpukan tembaga juga dapat terjadi pada organ otak. Jika hal ini terjadi, gejala-gejalanya meliputi gangguan ingatan, gangguan bicara, gangguan penglihatan, sakit kepala migrain, cara berjalan yang tidak normal, sering meneteskan air liur, depresi, perubahan mood, perubahan kepribadian, kaku pada otot, serta nyeri otot saat bergerak.

Selain organ hati dan otak, penyakit Wilson juga dapat muncul pada organ lain dalam tubuh. Dalam hal ini, gejala dapat meliputi warna kebiruan pada kuku, mengalami batu ginjal, menstruasi yang tidak teratur, mengalami osteoporosis dini, penyakit arthritis, serta mengalami tekanan darah rendah.

Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut, tidak ada salahnya untuk berdiskusi langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah yang harus dilakukan. Tindakan pencegahan lebih baik dilakukan sedini mungkin, karena penyakit ini termasuk dalam penyakit yang berbahaya dan berakibat fatal bagi pengidapnya.

Baca juga: Bisa Merusak Fungsi Hati, Hindari 4 Kebiasaan Ini

Penanganan Dini Akan Mencegah Komplikasi Berikut

Penyakit Wilson yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat akan menimbulkan sejumlah komplikasi berikut:

  • Gangguan saraf permanen.

  • Sirosis, yaitu kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut di dalamnya. 

  • Penyakit ginjal, termasuk batu ginjal dan gagal ginjal.

  • Anemia hemolitik, yaitu kondisi saat hancurnya sel darah merah lebih cepat dibandingkan pembentukannya.

  • Gangguan kejiwaan, seperti depresi, gangguan kepribadian, serta bipolar.

Karena penyakit Wilson bukanlah penyakit yang dapat dicegah karena disebabkan oleh mutasi genetik, pengobatan dini dapat dilakukan guna memperlambat progres penyakit yang satu ini. Jadi, jaga selalu kesehatan kamu, ya!

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). Wilson’s Disease. 
NIH (Diakses pada 2019). Wilson Disease.