Perlu Tahu Bahaya Terlalu Sering Ngemil Permen

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   01 Agustus 2018
Perlu Tahu Bahaya Terlalu Sering Ngemil PermenPerlu Tahu Bahaya Terlalu Sering Ngemil Permen

Halodoc, Jakarta – Permen memang bisa jadi camilan menyenangkan untuk dimakan saat bosan. Permen juga bisa dikonsumsi untuk membuat napas menjadi lebih segar. Walaupun mengemil permen kebiasaan yang bisa mengurangi ketegangan, ternyata dampak sering ngemil permen cukup buruk untuk kesehatan.

Apalagi permen mengandung lemak jenuh dan gula buatan. Memang, masing-masing permen memiliki komposisi nutrisi yang berbeda, sehingga efeknya juga tidak bisa disamaratakan antara satu produk dengan lainnya. Untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, berikut adalah dampak sering ngemil permen:

  1. Meningkatkan Risiko Diabetes

Mengonsumsi permen dapat meningkatkan risiko diabetes, yaitu kondisi ketika tubuh memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi. Menurut penelitian dari The Journal of Nutrition, asupan gula yang tinggi merupakan faktor risiko utama munculnya penyakit diabetes. Bisa dikatakan bahwa permen adalah tambahan gula yang enak, tapi justru tidak baik untuk kesehatan tubuh.

  1. Memicu Kerusakan Gigi

Dampak sering ngemil permen yang paling bisa dengan segera dirasakan adalah sakit gigi yang berujung pada kerusakan gigi permanen. Menurut Journal of the American Dental Association, gula pada permen menghasilkan asam berbahaya ketika bersentuhan dengan plak di gigi. Soda yang mengandung asam sitrat atau fosfat juga dapat memicu erosi yang menyebabkan kerusakan parah pada gigi.

  1. Mengurangi Kolesterol Baik HDL

Ada dua jenis kolesterol dalam tubuh, ada  low density lipoprotein atau kolesterol jahat dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi atau kolesterol baik. Sebenarnya pilihan gaya hidup, seperti olahraga rutin, dapat memengaruhi kadar kolesterol. Selain itu, pola makan juga memainkan peranan penting.

Menurut The Journal of American Medical Association, peningkatan konsumsi makanan manis dapat menurunkan kadar lipoprotein berkepadatan tinggi. Sehingga, mengonsumsi permen terlalu banyak dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung. Lipoprotein tinggi berfungsi untuk membantu membuang kelebihan kolesterol di darah terutama di pembuluh darah.

  1. Menghambat Diet

Jika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan, mengonsumsi permen dapat menghambat rencanamu. Pasalnya, permen termasuk pada camilan yang padat kalori. Walaupun porsinya kecil, tapi permen bisa menghasilkan kalori dalam jumlah besar. Selain itu, permen cenderung minim serat dan tidak dapat membuat perut kenyang.

Sebagai camilan yang memiliki kadar glikemik tinggi, berarti permen cenderung memberikan dampak signifikan terhadap kadar gula darah. Kalau ingin diet, sebaiknya konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah seperti beras merah, bayam, jeruk, dan kacang-kacangan.

  1. Bisa Menyebabkan Radang Usus

Dampak sering ngemil permen lainnya yang perlu diketahui adalah bisa menyebabkan radang usus. Terutama kalau kamu punya hobi ngemil permen karet yang bila tertelan akan sulit dicerna. Begitu pun dengan kandungan pada permen memang susah dicerna oleh usus. Usus yang bekerja lebih keras dibanding normalnya dapat menimbulkan radang.

  1. Dapat Memengaruhi Kesehatan Tulang

Ternyata dampak negatif dari mengonsumsi permen lainnya adalah dapat memengaruhi kesehatan tulang. Seperti yang terangkum dalam penelitian yang diterbitkan oleh Nutrition Review menyatakan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan gula dapat mengurangi kekuatan tulang. Soalnya, makan makanan manis dapat membuat tubuh jadi lamban dan malas beraktivitas.

Punya banyak pertanyaan lain seputar bahaya terlalu sering ngemil permen untuk kesehatan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.



Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan